"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Emas 40 Suku Buruh Angkut Palembang Hilang, Ditipu Penukaran Uang Baru

Korban Penipuan Oknum Guru SMKN 1 Palembang Terus Bertambah

Korban penipuan yang dilakukan oleh oknum guru SMKN 1 Palembang terus bertambah, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 1,8 miliar dari puluhan korban. Korban terbaru, Agus Purnomo, kehilangan 40 suku emas senilai sekitar Rp 604 juta setelah dibujuk pelaku dengan modus penukaran uang.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polda Sumsel, sementara pelaku masih belum ditangkap dan korban mendapat pendampingan dari LBH. Berikut adalah beberapa informasi terkait kasus ini:

  • Korban Pertama: IRT Henti Oktaria

    Awalnya, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Henti Oktaria (24) melapor ke Polrestabes Palembang karena mengalami kerugian sekitar Rp 89 juta karena tertipu menukar uang pecahan untuk THR.

  • Laporan Kedua: FY Dilaporkan ke Polda Sumsel

    Pada Kamis (2/4/2026), FY dilaporkan ke Polda Sumsel lantaran diduga melakukan penggelapan uang mencapai Rp 1,1 miliar milik lebih dari 50 orang dengan modus jasa penukaran uang pecahan kecil.

  • Korban Terbaru: Agus Purnomo

    Agus Purnomo (50) harus merelakan emasnya sebanyak 40 suku yang ditabungnya sedikit demi sedikit sejak menikah tahun 2001 silam ludes usai dibawa kabur FY.

Sampai saat ini, terlapor belum diamankan pihak kepolisian dan masih berkeliaran. Ketika ditemui Sripoku.com, Agus yang berprofesi sebagai buruh angkut ini membuat pengaduan di Posko Pengaduan Korban FY yang dibuka oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti, Sabtu (4/4/2026) pagi karena telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh FY.

Peristiwa Penipuan yang Terjadi

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 16 Maret 2026. Di mana sehari sebelumnya, tanggal 15 Maret, FY menghubunginya melalui pesan singkat WhatsApp dengan maksud untuk meminjam uang Rp 650 juta. “Terlapor ini menelepon saya lewat WA, lalu bilang ada orderan menukar uang baru, tapi kurang modal. Jadi mau pinjam ke saya Rp 650 juta,” ungkap Agus.

Saat itu, Agus mengatakan bahwa ia tidak memiliki uang sebanyak itu, tetapi menyampaikan bahwa ia memiliki emas sebanyak 40 suku. Setelah mendengar hal tersebut, FY terus membujuk dan meyakinkan dirinya bahwa uang tersebut akan dikembalikan selama dua hari serta keuntungannya akan dibagikan kepada siswa.

“Katanya akan dikembalikan selama dua hari, dan keuntungan sekitar Rp 180 juta akan dibagikan ke anak-anak (siswa) untuk THR mereka. Karena kami sudah kenal serta sangat dekat dan membantu anak-anak, jadi saya pinjamkan emas 40 suku itu,” ucapnya.

Pada tanggal 16 Maret siang, oknum guru FY mendatangi rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I, Palembang. Di sana terlapor kembali mengutarakan maksud untuk meminjam emas tersebut untuk dijual.

“Saya disuruh terlapor jual emas itu, Pak. Emas itu saya jual di Toko Emas 8 Ilir yang berada di kawasan Pasar Kuto. Uang hasil penjualan 40 suku emas sekitar Rp 604 juta langsung ditransfer ke rekening FY yang sedang menunggu di rumah,” bebernya dengan mata memerah.

Motivasi Menabung Emas

Lebih jauh Agus menuturkan, rencana emas 40 suku yang ditabungnya sedikit demi sedikit dari hasil jerih payahnya bekerja sebagai buruh angkut itu untuk modal dan masa depan anak-anaknya.

“Saya ingin anak-anak tidak seperti saya, Pak, bekerja cuma buruh dan hidup kekurangan. Saya ingin masa depan mereka cerah. Oleh itulah saya menabung emas, saya sisihkan penghasilan sedikit untuk ditabung, meski makan terkadang tidak ada lauk,” katanya sambil menangis.

Di tempat yang sama, LBH Bima Sakti M Novel Suwa didampingi Conie Pania Putri membenarkan pihaknya kembali menerima pengaduan korban penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum guru di SMKN 1 Palembang.

“Ya, ada korban baru kembali. Fokus kami akan melakukan pendampingan terhadap para korban sampai mendapatkan keadilan. Karena kalau ditotal, uang yang digelapkan mencapai Rp 1,8 miliar, sebab ada satu korban lagi yang sudah melapor dengan jumlah Rp 89 juta,” ucapnya.

Terkait jumlah kerugian dan korban yang sangat banyak, Novel berharap kasus yang melibatkan oknum guru ini menjadi perhatian Kapolda Sumsel dan menjadi atensi. “Hari ini akan kita laporkan dengan membawa bukti lengkap ke Polda Sumsel,” tutupnya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *