"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Duo maut bunuh sadis di Bulukumba, motif terungkap



Seorang pria dan seorang lansia melakukan tindakan kekerasan yang sangat mengerikan di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kedua pelaku bekerja sama untuk membunuh ayah kandung pria tersebut. Motif dari aksi pembunuhan ini akhirnya terungkap setelah penyelidikan dilakukan oleh aparat kepolisian.

Syamsir, seorang pria berusia 35 tahun, tega membunuh ayah kandungnya sendiri, Idris (61), di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, pada dini hari Minggu (29/3/2026). Aksi pembunuhan ini dilakukan Syamsir bersama dengan tetangganya, seorang lansia bernama Mellanio yang berusia 72 tahun. Jasad Idris ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah gubuk di pinggir Pantai Kalimessang pada Senin (30/3/2026) pagi oleh saudara korban. Luka parah di bagian leher dan perut menunjukkan bahwa korban dibunuh dengan senjata tajam.

Kedua pelaku telah ditahan oleh polisi saat mereka berada di rumah masing-masing pada Selasa (31/3/2026). Setelah penangkapan, motif dari pembunuhan sadis ini pun terungkap. Dari hasil pengakuan para tersangka, diketahui bahwa Syamsir dan Mellanio memiliki alasan pribadi yang melatarbelakangi aksi mereka.

Kronologi Pembunuhan

Sebelum aksi pembunuhan terjadi, Syamsir dan Mellanio datang ke rumah korban pada Sabtu (28/3/2026). Mereka kemudian meninggalkan korban setelah beberapa waktu. Pada dini hari Minggu (29/3/2026), kedua pelaku kembali ke gubuk tempat korban tinggal. Saat itu, Idris sedang tidur lelap.

Dalam keadaan tidur, leher korban digorok oleh Mellanio menggunakan parang. Dengan senjata yang sama, Syamsir kemudian menikam perut ayah kandungnya sendiri hingga mengalami luka fatal. Setelah melakukan aksi tersebut, kedua pelaku kabur dan mencoba menghilangkan jejak. Polisi sempat kesulitan dalam mengidentifikasi pelaku pembunuhan ini.

Namun dua hari kemudian, Selasa (31/3/2026), sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku menjadi petunjuk penting. Dari sana, polisi akhirnya mengungkap bahwa Syamsir dan Mellanio adalah pelaku utama dari pembunuhan ini.

Motif Pembunuhan

Setelah ditangkap, Syamsir dan Mellanio mengungkapkan alasan mereka melakukan pembunuhan. Mellanio mengaku memiliki dendam terhadap Idris sejak lama. Diketahui bahwa Mellanio pernah terlibat kasus pidana beberapa tahun silam dan berselisih dengan Idris.

Sementara itu, Syamsir mengaku sakit hati karena tidak diakui sebagai anak oleh ayahnya. Kedua alasan tersebut menjadi dasar bagi duo maut ini untuk melakukan aksi pembunuhan. Atas perbuatannya, Syamsir dan Mellanio kini terancam hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Pembunuhan Sadis di Bekasi

Serupa dengan kasus pembunuhan di Bulukumba, di Bekasi, Jawa Barat juga terjadi tindakan kekerasan yang mengerikan. Seorang pekerja di warung ayam geprek dibunuh oleh dua rekan kerjanya sendiri.

Peristiwa ini terungkap setelah pemilik warung ayam geprek, ES (32), menemukan jasad tanpa tangan dan kaki di dalam freezer di kiosnya, di Perum Mega Regency, Sukaragam, Serang Baru, Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026). Jasad tersebut ternyata adalah salah satu karyawannya, yakni Abdul Hamid (39).

Abdul Hamid dibunuh oleh dua rekannya, S dan ANS. Ketiganya tinggal bersama di ruko ayam geprek milik ES. Saat ES mudik ke Cilacap, S dan ANS melancarkan aksinya menghabisi nyawa korban. Awalnya, pembunuhan ini bermula dari penolakan korban atas ajakan kedua pelaku untuk mencuri mobil bos mereka.

“Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan tapi menolak. Sehingga yang dua orang membunuh si korban tersebut,” ujar Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Rencana awal kedua pelaku ingin mencuri mobil ES berubah karena sistem pengamanan yang ketat. Akhirnya, mereka beralih mencuri dua motor dan uang Rp500 ribu. Penolakan Abdul Hamid untuk terlibat dalam pencurian tersebut berujung pada pembunuhan. Mayat korban dimutilasi dan dimasukkan ke dalam freezer yang biasa digunakan untuk menyimpan ayam di warung tersebut. Kedua pelaku akhirnya ditangkap oleh polisi di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (29/3/2026) pukul 09.30 WIB.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *