Korban Tewas Akibat Gempa di Manado, Deyce Lahia Tertimpa Reruntuhan Kanopi Gedung KONI
Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang kota Manado pada Kamis (2/4/2026) menimbulkan korban jiwa. Salah satu korban tewas adalah Deyce Lahia (69), seorang lansia yang tertimpa reruntuhan kanopi Gedung KONI Sario saat gempa terjadi. Kejadian ini menimbulkan duka bagi masyarakat setempat dan keluarga korban.
Deyce Lahia adalah kakak dari Ilham Lahia, petinju legendaris Indonesia yang pernah mencetak sejarah dengan masuk babak 16 besar Olimpiade Seoul 1988. Ia tinggal di pemukiman dekat kanopi Gedung KONI Sario dan biasanya berjualan di kantin sekitar lapangan KONI. Saat gempa terjadi, ia berusaha menyelamatkan diri namun tidak sempat menghindar dari reruntuhan bangunan yang roboh.
Kesaksian Saksi Mata
Rasid Poli, seorang saksi mata, mengatakan bahwa saat kejadian, ia sedang mencangkul di sebelah kanopi Gedung KONI. Ia melihat Deyce Lahia berlari untuk menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya di bagian bawah kanopi. Namun, sayangnya, ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi.
“Korban tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi,” ujar Rasid. Ia mengaku kenal dekat dengan Deyce dan mengatakan bahwa korban adalah sosok yang baik dan ramah. Ia juga mengaku masih trauma akibat kejadian tersebut.
Saksi lain, Stevi, mengungkapkan bahwa Deyce sempat diberi peringatan oleh warga untuk segera lari saat gempa terjadi. Namun, ia masih tetap berada di halaman rumah dan akhirnya tertimpa bangunan.
Data Terkini tentang Korban
Wakapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum, memberikan data terkini mengenai korban gempa di Manado. Menurutnya, di Gedung KONI Sario Manado terdapat dua korban, yaitu satu orang meninggal dan satu orang luka-luka. Selain itu, ada pula seseorang yang melompat dari lantai dua sebuah bangunan, namun luka yang dialaminya tidak begitu parah.
Selain itu, terdapat korban lain yang jatuh terhuyung saat berlari di seputaran jalan Pierre Tendean Manado. Data ini masih bersifat sementara, dan pihak berwenang terus memperbarui informasi mengenai kerusakan maupun korban.
Kondisi Warga Pasca-Gempa
Banyak warga yang masih trauma akibat gempa bumi yang terjadi. Beberapa dari mereka duduk di kursi sambil minum air putih atau sesekali menyesap rokok untuk menenangkan diri. Mereka merasa khawatir akan kondisi bangunan dan keselamatan diri sendiri.
Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka terkejut dengan kekuatan gempa yang terjadi. Meskipun demikian, mereka tetap berusaha menjaga ketenangan dan saling membantu dalam situasi darurat.
Peristiwa Lain Akibat Gempa
Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga menyebabkan beberapa insiden lain. Misalnya, ada warga yang terjatuh saat berlari di jalan-jalan utama kota Manado. Meskipun tidak semua korban mengalami cedera serius, situasi ini menunjukkan betapa hebatnya dampak gempa terhadap masyarakat setempat.
Pihak berwenang terus melakukan evaluasi dan memperbarui data mengenai kerusakan infrastruktur serta jumlah korban. Mereka juga berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak gempa.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











