Penangkapan Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta
Pada Senin (6/4/2026), polisi berhasil menangkap para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan kematian korban, Dadang, saat sedang menggelar acara hajatan pernikahan anaknya. Kejadian ini terjadi di Purwakarta dan langsung menjadi sorotan publik.
Korban, Dadang, meninggal dunia setelah dianiaya selama acara hajatan berlangsung. Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku adalah preman yang tidak dikenal oleh keluarga korban karena berasal dari luar daerah. Mereka tiba-tiba datang dan meminta uang kepada korban. Awalnya, Dadang memberikan sejumlah uang, namun para pelaku kembali meminta tambahan sebesar Rp500 ribu.
Menurut pengakuan adik korban, Asep Wahyu, kejadian ini terjadi dalam suasana yang sangat memicu ketegangan. Selain Dadang, Asep juga didatangi oleh kelompok lain yang jumlahnya lebih banyak. Meskipun permintaan uang tidak dipenuhi, para pelaku tetap mengamuk, merusak jalannya acara, dan membuat tamu undangan panik.
Dalam kericuhan tersebut, Dadang diserang menggunakan bambu. Meski sempat mendapatkan pertolongan pertama, korban akhirnya meninggal dunia dan dibawa ke RSUD Bayu Asih.
Tanggapan Gubernur Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas tindakan cepat mereka dalam menangani kasus ini. Ia menyatakan rasa terima kasih kepada Kapolda Jabar, Reskrimum Polda Jabar, dan Polres Purwakarta yang telah dengan cepat menangkap pelaku penyebab kematian Pak Dadang.
“Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi,” ujar Dedi Mulyadi. Ia juga mengunjungi rumah keluarga korban di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Di hadapan keluarga korban, ia menyampaikan belasungkawa dan doa untuk almarhum.
“Pada ibu dan sekeluarga semoga dikuatkan dan ditabahkan, dan almarhum bapak Dadang diterima iman islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat di sisi Allah SWT tempat yang mulia,” kata Dedi Mulyadi di depan keluarga korban.
Ia juga berharap agar para pelaku mendapat hukuman berat karena telah menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
“Semoga mereka mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya karena menghilangkan nyawa orang lain,” imbuh Dedi.
Ultimatum Gubernur Jawa Barat
Setelah kejadian tersebut, Dedi Mulyadi mengeluarkan tiga ultimatum untuk mencegah kejadian serupa di wilayah Jawa Barat. Pertama, ia menegaskan bahwa segala bentuk premanisme harus diberantas.
“Sebagai Gubernur Jawa Barat, hilangkan berbagai bentuk premanisme. Kita tindak secara bersama, karena ini sejak saya menjabat menjadi musuh bersama,” ujarnya.
Kedua, ia meminta agar seluruh kegiatan hajatan warga bebas dari minuman keras. Menurutnya, tidak boleh lagi ada minuman keras dalam acara hajatan dengan alasan apa pun.
Ketiga, Dedi meminta aparat keamanan menjadikan kegiatan hajatan warga sebagai bagian dari jadwal pengamanan. “Kalau ada tindakan hajatan warga, agar terbebas dari minuman keras. Saat ada hajatan sebaiknya kegiatan tersebut dipiketin oleh aparat keamanan setempat yang bisa menjaga keamanan, ketertiban dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Karena musibah datang kapan saja tanpa diduga,” ujar Dedi.
Kesimpulan
Kejadian pengeroyokan yang menewaskan Dadang merupakan peristiwa yang sangat menyedihkan. Penangkapan pelaku oleh pihak berwajib menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Dengan tindakan tegas dan langkah-langkah pencegahan, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa depan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











