"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Mental PSM Makassar Tumbang: Syamsuddin Umar Hilang, Pemain Perlu Ditekan

PSM Makassar Ditahan Imbang 1-1 oleh Persis Solo

Pertandingan antara PSM Makassar dan Persis Solo di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan yang digelar pada Sabtu (4/4/2026) sore ini menunjukkan permainan yang cukup ketat antara kedua tim.

PSM Makassar unggul lebih dulu melalui gol Yuran Fernandes di menit ke-18. Gol ini tercipta setelah sundulan yang dilakukan oleh pemain asing tersebut berhasil memecah kebuntuan. Setelah unggul, PSM Makassar terus mendominasi permainan dan mengambil alih penguasaan bola. Namun, performa mereka tidak bisa dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Di babak kedua, PSM Makassar mulai menurunkan intensitas serangan. Mereka lebih banyak bertahan dan memberikan ruang bagi Persis Solo untuk melakukan serangan balik. Di menit ke-65, Roman Paparyga mencetak gol penyama kedudukan yang membuat skor menjadi 1-1.

Masalah Mentalitas dan Kinerja Pemain

Menurut pengamat sepak bola Syamsuddin Umar, masalah mentalitas masih menjadi tantangan utama bagi pemain PSM Makassar. Ia menyebutkan bahwa ada perbedaan tingkat perjuangan antar pemain dalam skuad Juku Eja. Beberapa pemain tampil maksimal, sementara yang lain hanya bermain setengah-setengah.

“Manajer dan pelatih harus antisipasi dan mengelola mental, psikologi pemain supaya bisa menyatu di pertandingan,” ujarnya saat dihubungi. Menurutnya, pendekatan dan penekanan kepada pemain sangat penting agar semua pemain bisa bekerja sama secara optimal.

Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya tekanan yang diberikan oleh pemain PSM Makassar kepada lawan. Tekanan yang diberikan sering kali hanya dilakukan oleh satu atau dua pemain, sehingga situasi ini dimanfaatkan oleh lawan untuk melakukan serangan.

Masalah Teknik dan Strategi

Syamsuddin Umar juga menilai bahwa PSM Makassar belum mampu melancarkan double attack saat menyerang. Ia menjelaskan bahwa jika serangan gagal, pemain seharusnya segera mencari celah dan kembali menyerang. Namun, hal ini jarang terjadi.

Ia menyarankan agar PSM Makassar dapat menggunakan strategi seperti wall pass atau serangan dari sayap untuk memaksimalkan peluang. “Itu jarang sekali (double attack), begitu gagal menyerang, langsung diserang lagi,” tambahnya.

Perkembangan Klasemen Super League

Setelah pertandingan ini, PSM Makassar berada di posisi ke-13 dengan 25 poin dari 26 pertandingan. Sementara Persis Solo berada di posisi ke-15 dengan 21 poin dari 26 pertandingan.

Berikut adalah statistik pertandingan PSM Makassar vs Persis Solo:

  • Penguasaan bola: 49% (PSM Makassar) vs 51% (Persis Solo)
  • Tembakan ke gawang: 4 (PSM Makassar) vs 4 (Persis Solo)
  • Total tembakan: 12 (PSM Makassar) vs 11 (Persis Solo)
  • Akurasi tembakan: 36% (PSM Makassar) vs 44% (Persis Solo)
  • Umpan sukses: 365 (PSM Makassar) vs 379 (Persis Solo)
  • Tekel sukses: 14 (PSM Makassar) vs 14 (Persis Solo)
  • Offside: 1 (PSM Makassar) vs 2 (Persis Solo)

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun hasil imbang ini tidak ideal, Syamsuddin Umar berharap PSM Makassar dapat memperbaiki performanya di pertandingan selanjutnya. Ia menilai bahwa tim ini memiliki potensi besar untuk kembali bangkit.

Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin Amir, juga menyampaikan kekhawatiran terhadap mentalitas pemain. Ia akan berbicara dengan pemain untuk memastikan komitmen mereka dalam memberikan yang terbaik untuk klub.




Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *