Dunia Tinju Ilegal dalam Bloodhounds 2 Lebih Kejam Daripada Rentenir
Musim kedua dari drakor Bloodhounds hadir dengan cerita yang lebih intens dan penuh tantangan. Kim Gun Woo (Woo Do Hwan) dan Hong Woo Jin (Lee Sang Yi) kembali berhadapan dengan musuh baru yang tangguh, yaitu Im Baek Jung (Rain), seorang petarung sekaligus pengelola liga tinju ilegal. Berbeda dengan musim pertama yang menghadirkan rentenir, kali ini dunia tinju ilegal menunjukkan sisi kejam yang bahkan lebih menakutkan.
Berikut lima alasan mengapa dunia tinju ilegal lebih kejam daripada rentenir di Bloodhounds 2:
-
Kekerasan dijadikan tontonan, bukan sekadar alat tekanan
Im Baek Jung memiliki anak buah yang ahli di bidang IT, seperti Allen (Lee Myeong Ro). Mereka menjadikan pertandingan para petinju di liga IKFC bukan sebagai kompetisi yang sehat, tetapi sebagai tontonan dan ajang berjudi. Penonton setianya sanggup mengeluarkan uang yang banyak untuk memenangkan taruhan dari pertandingan itu. Im Baek Jung menunjukkan bahwa kekerasan ia gunakan bukan hanya sebagai alat tekanan, tetapi juga tontonan yang seru. -
Manusia diperlakukan seperti aset

Di liga IKFC, para petinju yang bergabung di dalamnya dibedakan atas beberapa level. Masing-masing mereka akan mendapatkan nama panggung dan nama itu digunakan saat mereka berada di atas ring. Layaknya aset, mereka bisa dipakai atau dibuang kapan saja. Kim Gun Woo termasuk petarung yang dianggap aset. Meskipun ia kalah ketika melawan Im Baek Jung, para penonton justru banyak yang mendukungnya. Investor tertarik untuk mengeluarkan banyak uang sponsor karena kemunculan Kim Gun Woo itu. -
Tidak ada batas moral yang jelas

Rentenir masih mempunyai aturan main tertentu, meskipun kejam. Namun, tidak demikian dengan tinju ilegal. Hampir tidak ada batas moral yang jelas. Im Baek Jung menyuap orang-orang di sekitar Kim Gun Woo agar bisa mendapatkan informasi tentang laki-laki tersebut. Ia menghalalkan segala cara untuk mewujudkan obsesinya. -
Taruhannya langsung nyawa

Di dunia tinju ilegal, nyawa menjadi taruhan utamanya. Pertarungan yang dihadirkan ada beberapa level. Yang tertinggi adalah duel maut yang berarti kemenangan bisa dilihat jika salah satu petinju tewas. Im Baek Jung sebagai petarung terkuat gak segan menghabisi lawannya dengan brutal karena baginya mendapatkan banyak uang adalah tujuan utamanya. Im Baek Jung juga gak merasa bersalah saat menyakiti atau menghabisi orang-orang di sekitar Kim Gun Woo. -
Sistemnya lebih rapi dan sulit dilawan

Di musim pertama, Kim Gun Woo dan Hong Woo Jin sudah cukup kelelahan saat berhadapan dengan Kim Miyeong Gil (Park Sung Woong), rentenir dari Smile Capital. Para korban gak bisa berkutik karena mereka sudah ditekan atas dasar jumlah utang yang besar. Sementara di musim kedua, dunia tinju ilegal lebih kejam dan rapi. Info mengenai IKFC tidak terindeks mesin pencari seperti liga tinju yang sudah legal. Tak hanya itu, jangkauannya pun sudah internasional karena melibatkan sponsor dari luar negeri dan ditonton orang dari berbagai negara. Im Baek Jung punya anak buah dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan tentara, mantan intel, narapidana, hingga peretas.
Di drakor Bloodhounds 2, dunia tinju ilegal lebih kejam dibandingkan rentenir. Selain kekerasan yang dihadirkan lebih brutal, orang-orang yang terlibat pun lebih terorganisasi sehingga sulit untuk dilawan. Dengan adanya karakter-karakter kuat seperti Im Baek Jung, drakor ini membuka banyak pertanyaan tentang masa depan dari dunia yang gelap ini. Apakah ada ruang bagi Kim Gun Woo dan Hong Woo Jin untuk menang? Atau justru mereka akan terjebak dalam sistem yang semakin kompleks?
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











