Kasus pembunuhan yang menimpa seorang pria di dalam freezer warung ayam geprek di Bekasi kini mulai terungkap. Mayat korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan terbungkus plastik, yang akhirnya mengungkap sosok korban yang dikenal baik dan ramah oleh warga sekitar.
Sebelumnya, kasus ini menggegerkan publik setelah jasad pria ditemukan di dalam freezer penyimpanan daging ayam di kedai kawasan Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Jasad tersebut ditemukan oleh AL, pemilik usaha ayam geprek tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, kini diketahui bahwa korban adalah Abdul Hamid atau yang akrab disapa Bedul (40-an). Ia merupakan pekerja lepas di tempat usaha warung ayam geprek tersebut. AL menjelaskan bahwa selama hidupnya, korban dikenal dengan panggilan Pak Bedul. Meski identitas lengkap korban belum sepenuhnya diketahui, diperkirakan ia berusia sekitar 45 tahun.
Bedul juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. “Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” ujar AL. Menurut penuturan warga lainnya, Elin, ia terakhir kali melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri. Saat itu, Bedul masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.
Kasus ini dibenarkan oleh Kepala Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim. Pihak polisi telah mengamankan dua pelaku yang merupakan rekan kerja korban. “Keduanya rekan kerja korban,” ujar Abdul Rahim kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
Dua terduga pelaku tersebut berinisial DS alias A dan S. Hingga saat ini, polisi masih mendalami peran masing-masing dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kronologi Penemuan Korban Pembunuhan di Freezer Warung Geprek di Bekasi
Menurut laporan dari Kompas TV, mayat korban pertama kali ditemukan oleh AL, pemilik warung pada Sabtu (28/3) pekan lalu. AL mengatakan, dirinya baru kembali dari mudik Lebaran dan tiba di Bekasi pada Jumat (27/3) malam.
Ia mengaku sempat menghubungi karyawan lain karena berencana kembali menjual pada Hari Sabtu, namun pesan yang dikirimkan melalui aplikasi perpesanan hanya ceklis atau centang satu. “Saya paginya ke sini nengok ruko. Kan ada celah kecil buat mengintip, ternyata lagi pada balik. Kan jadwalnya saya itu hari sabtu jualan,” tuturnya.
“Akhirnya saya minta tukang kunci ke sini buat membongkar, setelah dibongkar saya mau motong ayam buat jualan hari ini juga, hari Sabtunya. Mau potong ayam, ternyata ada bungkusan pakai selimut. Pas coba saya buka pakai pisau ternyata ada kulit kayak kulit manusia,” imbuhnya.
Melihat hal itu, ia pun bergegas melapor ke mapolsek setempat dan membuat laporan. Ia menduga korban sudah berada di freezer selama 4 atau 5 hari karena sudah membeku. “Pas identifikasi di sini sama polsek setempat, pas dibuka ternyata korban itu yang jaga di sini. Hitungannya penjaga, keamanan-nyalah,” ujarnya.
AL menuturkan, korban pembunuhan di freezer warung geprek di Bekasi itu merupakan pekerja lepas dengan gaji harian. Korban juga merupakan penjaga keamanan di tempat itu.












