Fitur Unik Singa Jantan: Surai dan Fungsinya
Hewan memiliki berbagai fitur unik yang membuat mereka mudah dikenali. Contohnya, bintik-bintik pada cheetah, garis-garis pada zebra, atau surai pada singa jantan. Salah satu fitur paling menarik adalah surai yang dimiliki oleh singa jantan saat mereka dewasa. Surai ini bisa tumbuh hingga sepanjang 16 cm. Namun, pernahkah kamu bertanya mengapa singa jantan memiliki surai? Apa fungsinya? Dan apakah mungkin singa betina juga bisa memiliki surai?
Benarkah Surai untuk Perlindungan?
Dulu, para ahli berpikir bahwa surai berfungsi sebagai perlindungan bagi leher singa jantan dari gigitan atau cakaran selama perburuan dan perkelahian. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar.
Menurut laporan di situs The Conversation, saat singa saling bertarung, mereka biasanya tidak menyerang leher. Mereka lebih cenderung menggigit bagian punggung, sehingga leher tidak terlalu rentan terhadap serangan. Selain itu, singa berburu dalam kelompok, termasuk singa betina. Jika surai memang untuk perlindungan, mengapa singa betina tidak memiliki surai?
Surai Menunjukkan Kesehatan dan Kekuatan Singa Jantan
Saat ini, para ilmuwan percaya bahwa surai berfungsi sebagai indikator kesehatan dan kekuatan singa jantan. Semakin kuat dan sehat penampilan singa jantan, semakin baik gen yang mereka tawarkan kepada keturunan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada tahun 2002 menunjukkan bahwa singa betina lebih menyukai surai berwarna gelap, yang menandakan bahwa singa jantan dalam kondisi baik. Sebaliknya, surai pucat mungkin menunjukkan stres, sakit, atau kurangnya nutrisi.
Kapan Surai Tumbuh?
Pertumbuhan surai bergantung pada kadar testosteron. Singa jantan mulai menumbuhkan surai saat mereka mencapai masa kematangan seksual dan terus berkembang hingga dewasa. Pada singa Afrika, anak singa jantan biasanya mulai mengembangkan surai saat usia 18 bulan.
Namun, jika singa jantan kekurangan gizi atau sedang sakit, surai mereka akan lebih jarang dan tidak sehat. Tingkat testosteron yang tinggi berarti singa jantan memiliki kemampuan untuk berkembang biak dan melindungi diri. Jika seorang singa jantan dikebiri, ia akan kehilangan kemampuan untuk menghasilkan testosteron dan segera kehilangan surainya.
Bisakah Singa Betina Memiliki Surai?
Secara alami, hanya singa jantan yang memiliki surai. Namun, ada kasus langka di mana singa betina juga menumbuhkan surai. Misalnya, pada tahun 2011, sebuah singa betina di National Zoological Gardens of South Africa memiliki surai. Pada tahun 2018, singa betina berusia 18 tahun di Oklahoma City Zoo juga menumbuhkan surai yang lebat.
Tes pada singa betina tersebut menunjukkan kadar testosteron yang tinggi, yang dikaitkan dengan masalah pada ovarium. Setelah kematiannya, ditemukan bahwa singa betina tersebut memiliki tumor jinak yang mungkin menyebabkan peningkatan hormon.
Pada tahun 2016, African Journal of Ecology melaporkan lima singa betina liar di Moremi Game Reserve, Botswana, yang memiliki surai. Para peneliti menduga bahwa kelebihan testosteron mungkin menyebabkan ketidaksuburan pada singa betina tersebut. Meskipun tidak subur, singa betina bersurai ini tetap hidup sehat.
Perilaku Singa Betina Bersurai
Singa betina yang menumbuhkan surai sering menunjukkan perilaku mirip singa jantan. New Scientist melaporkan bahwa singa betina bersurai, seperti SaF05, pernah diamati membunuh dua anaknya—perilaku yang biasanya dilakukan oleh singa jantan. Selain itu, SaF05 juga kerap mengaum dan menandai wilayah seperti pejantan. Dalam banyak hal, SaF05 lebih mirip dengan singa jantan daripada betina biasa.
Kesimpulan
Surai pada singa jantan sangat berkaitan dengan kejantanan mereka dan digunakan untuk menarik perhatian singa betina. Meskipun sangat jarang, ada kasus di mana singa betina mulai menumbuhkan surai, yang juga membuat mereka mulai berperilaku layaknya singa jantan.











