"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ketika BYD Atto 1 Menggebrak Pasar LCGC

Kedigdayaan BYD Atto 1 dalam Pasar Mobil Listrik dan LCGC



Penggemar mobil di Indonesia sering kali membicarakan keunggulan penjualan BYD Atto 1 dibandingkan pesaing lainnya yang juga merupakan kendaraan listrik baterai (BEV), baik dari segi kelas maupun harga. Namun, di balik itu, model ini ternyata juga mulai memengaruhi produk-produk Low Cost Green Car (LCGC).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun ini BYD Atto 1 masih mempertahankan posisinya sebagai mobil listrik terlaris. Selama Januari hingga Februari 2026, jumlah distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 7.061 unit. Angka ini cukup besar untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen mobil listrik terlaris dua bulan berturut-turut. Bahkan, angka ini jauh melampaui pesaingnya yang juga memiliki harga terjangkau.

Disandingkan dengan seluruh model-model LCGC, Atto 1 tetap menunjukkan kekuatannya. Contohnya adalah duo raja LCGC seperti Daihatsu Sigra atau Honda Brio Satya, masing-masing telah terkirim ke jaringan diler sebanyak 5.650 unit dan 6.526 unit. Berikut adalah perbandingan penjualan wholesales BYD Atto 1 dengan model LCGC pada periode Januari-Februari 2026:

  • BYD Atto 1: 7.061 unit
  • Honda Brio Satya: 6.526 unit
  • Daihatsu Sigra: 5.650 unit
  • Toyota Calya: 5.615 unit
  • Toyota Agya: 2.257 unit
  • Daihatsu Ayla: 1.960 unit



Secara umum, hampir semua model LCGC mengalami pertumbuhan penjualan dari Januari ke Februari, kecuali Honda Brio Satya yang justru melandai dari 3.430 unit menjadi 3.096 unit, alias turun 9,73 persen. Sedangkan Daihatsu Sigra meningkat dari 2.610 unit menjadi 3.040 unit (+16,8 persen), Toyota Calya dari 2.579 unit menjadi 3.036 unit (+17,7 persen), Toyota Agya dari 1.077 unit menjadi 1.180 unit (+9,56 persen), dan Daihatsu Ayla dari 900 unit menjadi 1.060 unit (+177,7 persen).

Total semua lini LCGC yang telah terdistribusi mencapai 22.106 unit selama Januari-Februari 2026, turun sekitar 21,46 persen dibanding periode yang sama pada 2025 kemarin dengan akumulasi mencapai 28.147 unit. Penurunan ini sempat disinggung oleh pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung, Yannes Pasaribu. Menurutnya, kurangnya variasi produk LCGC menjadi salah satu faktor penentu.

“LCGC dengan desain yang kompromistis dan cenderung sangat basic, serta minimnya inovasi model, seringkali hanya facelift minor dengan fitur yang stagnan, mengurangi daya tarik emosional konsumen,” ujar Yannes akhir Januari lalu.



Kondisi ini menyebabkan penurunan segmen yang disebut sebagai ranahnya first car buyer sejak 2023. Pada masa itu, LCGC masih merasakan kenaikan penjualan hingga 29,39 persen, dari 158.206 unit pada 2022 menjadi 204.705 unit. Setelah itu, nasib LCGC semakin memburuk. Pamor LCGC terus merosot, lihat saja dari tahun 2023, turun 13,15 persen ke angka 176.766 unit pada 2024. Kemudian anjlok 30,6 persen selama 2025 dengan hanya meraup angka 122.686 unit.



Apa yang dialami oleh BYD Atto 1 sebenarnya bukan hal baru. Sejak awal kemunculannya tahun lalu, model paling terjangkau dari BYD ini sudah mampu merebut angka penjualan yang selama ini diraih oleh model LCGC pada umumnya. Ambil contoh Oktober 2025, 9.363 unit Atto 1 sudah sampai di gudang-gudang jaringan diler BYD. Bulan yang sama menandai pengiriman perdananya sesaat setelah meluncur resmi di Indonesia pada gelaran GIIAS 2025.

Tren penjualan berlanjut hingga November yang terjual 8.333 unit, meski lebih sedikit dibanding bulan sebelumnya. Catatan tersebut jelas masih terpaut cukup jauh dari model LCGC paling laris kala itu yakni Toyota Calya yang terserap 3.122 unit. Masuk tahun baru 2026, pamor Atto 1 belum kunjung surut. Jenama China ini masih sanggup mengirimkan 3.361 unit lainnya, walau lebih sedikit sebesar 30,7 persen dibanding Desember 2025 yang peroleh 4.853 unit. Apakah performa itu akan terus berlanjut pada bulan berikutnya?

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *