Perkembangan Terbaru Kasus Hukum Nikita Mirzani
Nasib hukum yang menimpa aktris ternama Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan publik setelah upaya kasasi terkait kasusnya dilaporkan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Sejak Maret 2025, Nikita telah menjalani masa tahanan akibat kasus yang bermula dari perseteruan dengan Reza Gladys. Dalam situasi ini, putri sulungnya, Laura Meizani alias Lolly, akhirnya menyampaikan pesan haru untuk sang ibu.
Lolly mengungkapkan isi hatinya melalui video yang diunggah di akun Instagram Nikita Mirzani. Ia membuka pesannya dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang ibu yang baru saja berusia 40 tahun pada 17 Maret lalu. “Happy birthday, Mimi,” ujarnya dalam video tersebut.
Remaja yang sempat mengenyam pendidikan di London, Inggris tersebut mengaku tak terasa waktu sudah berjalan begitu cepat sejak ibunya menjalani hukuman. “Gak terasa kalau sekarang waktu udah setahun berlalu,” sambungnya. Lolly juga mengaku sedih melihat kondisi yang tengah dialami ibunya saat ini. “Tapi sekarang situasi mulai seperti ini, turut sedih,” tambahnya.
Meski situasi tidak mudah, Lolly tetap berharap persoalan hukum yang membelit Nikita Mirzani dapat segera menemukan titik terang. “Bisa cepat selesai masalahnya, cepat ketemu jalan keluar juga,” ucapnya. Ia juga berharap ibunya bisa mendapatkan keadilan atas perkara yang tengah dihadapi. “Mimi juga bisa merasakan keadilan yang benar-benar adil untuk Mimi dan kita semuanya.”
Meski Nikita Mirzani kini masih menjalani masa hukuman, Lolly menegaskan bahwa dirinya dan keluarga tetap memberikan dukungan penuh serta doa untuk sang ibu. “Walaupun mungkin sekarang Mimi lagi ada di dalam sana tapi kita disini selalu ada buat Mimi, kita selalu ngedoain Mimi terus terutama Lolly nggak akan pernah lupa sama Mimi, untuk selalu ngedoain Mimi supaya Mimi bisa selalu bahagia, selalu bisa sehat terus, diberi umur panjang, lalu dimurahkan dan dilancarkan rezekinya.”
“Semoga Mini bisa bahagia dan kumpul lagi sama kita-kita. I love you!” pungkas Lolly.
Sebelumnya, aksi Nikita Mirzani yang menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait vonis enam tahun penjara dalam kasus hukum yang menjeratnya menjadi sorotan publik. Langkah tersebut pun ikut ditanggapi oleh mantan sahabatnya, Fitri Salhuteru.
Diketahui, Nikita telah divonis enam tahun penjara atas kasus pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilaporkan oleh selebgram sekaligus pengusaha skincare, Reza Gladys, sejak 3 Desember 2024. Upaya kasasi yang diajukan Nikita juga telah ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, sebagaimana tercatat di laman MA dengan nomor perkara 3144 K/PID.SUS/2026.
Menanggapi kabar tersebut, Fitri Salhuteru mengaku tidak memberikan doa untuk mantan sahabatnya itu. “Nggak ada (doa), dia juga bisa berdoa sendiri mustinya,” ucap Fitri tegas. Fitri menyarankan agar Nikita menerima saja vonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan yang telah dijatuhkan pengadilan.
Menurutnya, Nikita tidak perlu terus memprotes putusan tersebut, bahkan sampai membuat surat terbuka kepada Presiden. “Terima aja itu keputusan terbaik. Jalani aja sisa hukumannya,” ucapnya. “Kan sudah divonis bersalah, hasil kasasinya sudah keluar,” lanjut Fitri.
Diketahui Nikita sempat divonis empat tahun penjara. Namun setelah mengajukan banding, hukuman yang diterimanya justru meningkat menjadi enam tahun. Fitri pun mengaku menyayangkan langkah banding yang diambil Nikita saat itu. Menurutnya, jika sejak awal menerima putusan, masa hukuman Nikita tidak akan bertambah.
“Dari awal divonis 4 tahun, dia harusnya bersyukur ya. Setelah banding malah naik lagi. Ya sudah saya bisa bilang apa,” tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Fitri juga menanggapi aksi Nikita yang menulis surat terbuka terkait protes atas vonis enam tahun penjara tersebut. Surat terbuka itu ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Ketua Mahkamah Agung, Jaksa Agung RI hingga para pimpinan Komisi Yudisial. Dalam surat itu, Nikita memaparkan tujuh poin yang menurutnya janggal dalam proses hukum yang dijalaninya.
Menanggapi langkah tersebut, Fitri menduga aksi menulis surat terbuka itu hanyalah bagian dari strategi. “Udah biasalah (tulis surat ke presiden), setelah suratkan nanti pasti anak yang dibawa. Udah biasa. Tinggalkanlah permainan-permainan lama itu,” ucap Fitri Salhuteru.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











