Iran Tidak Ikut Piala Dunia 2026
Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil karena kondisi keamanan yang tidak ideal serta situasi konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Donyamali menilai bahwa Iran sedang menghadapi tantangan besar yang membuat negara tersebut tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi dalam kompetisi sepak bola terbesar di dunia.
Menurutnya, pemerintah Iran saat ini sedang menghadapi dua perang yang menewaskan ribuan orang dalam jangka waktu delapan hingga sembilan bulan terakhir. Hal ini memengaruhi kesiapan tim nasional untuk tampil di ajang internasional. Ia juga menyebutkan bahwa kondisi keamanan di dalam negeri masih belum stabil, sehingga para pemain dan masyarakat tidak merasa aman.
Donyamali menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini membuat Iran tidak bisa mengikuti Piala Dunia 2026. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan IRIB Sports Network, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan keselamatan dan stabilitas negara.
Situasi Terkini di Iran
Tim nasional Iran sebenarnya telah dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni. Iran direncanakan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, serta melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Namun, keikutsertaan Iran menjadi diragukan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke negara tersebut yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepadanya bahwa Iran dipersilakan untuk berkompetisi dalam putaran final musim panas tersebut. Namun, dalam wawancara dengan IRIB Sports Network, Donyamali menegaskan bahwa situasi negaranya tidak memungkinkan untuk berpartisipasi.
Peran Irak dan Uni Emirat Arab
Jika Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia 2026, Grup G berpotensi hanya diisi tiga tim, yakni Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, secara komersial, hampir mustahil mengurangi tiga pertandingan, apalagi kompetisi masih menyisakan sekitar tiga bulan sebelum dimulai.
Irak memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 setelah finis sebagai juara grup dalam sistem kualifikasi Asia. Sementara itu, Irak menjadi tim Asia dengan performa terbaik yang belum lolos, meski masih berpeluang melalui babak play-off antar-konfederasi pada 31 Maret. Irak dijadwalkan menghadapi pemenang duel antara Bolivia dan Suriname di final play-off tersebut.
Uni Emirat Arab juga berpeluang menjadi pihak yang diuntungkan jika Irak berhasil lolos melalui jalur tersebut. Sepanjang sejarahnya, Irak baru sekali tampil di Piala Dunia putra, yakni pada Piala Dunia FIFA 1986. Saat itu, tim berjuluk Singa Mesopotamia tersingkir di fase grup setelah menelan tiga kekalahan dan hanya mencetak satu gol.
Peluang Indonesia?
FIFA sendiri menyatakan memiliki kewenangan penuh untuk mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu, dan aturan mereka juga tidak mewajibkan tim pengganti berasal dari konfederasi yang sama. Jika Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia FIFA 2026, peluang Timnas Indonesia yang saat itu bernasib sama dengan Oman yakni juru kunci di grup masing-masing untuk menggantikannya terbilang sangat kecil.
Hal ini karena FIFA biasanya memilih tim yang paling dekat dengan jalur kualifikasi, seperti Irak yang masih memiliki peluang melalui play-off antar-konfederasi atau Uni Emirat Arab yang sebelumnya hampir lolos. Selain itu, aturan FIFA juga tidak mewajibkan pengganti berasal dari konfederasi sama, sehingga slot tersebut bahkan bisa diberikan kepada tim lain yang kalah dalam play-off antar-konfederasi.


Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











