"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pesan Terakhir Fanny Anelsia Mustaki Sebelum Kecelakaan Maut

Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki: Pesan Terakhir yang Menggugah Hati

Sebuah kejadian tragis terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Minahasa Selatan, yang merenggut nyawa dua kakak beradik, Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Salah satu fakta menyedihkan yang terungkap adalah pesan terakhir Fanny kepada pamannya sebelum kecelakaan terjadi.

Pemanggilan Tak Biasa Sebelum Kecelakaan

Fanny Anelsia Mustaki diketahui sempat menghubungi pamannya di Gorontalo sebelum kecelakaan terjadi. Hal ini diungkapkan oleh tetangga keluarga korban, Apris Doda, saat ditemui di rumah duka yang terletak di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo.

Menurut Apris, selama ini Fanny jarang menghubungi pamannya secara langsung melalui telepon. Biasanya, komunikasi antara mereka lebih sering diinisiasi oleh sang paman. Namun, kali ini Fanny tiba-tiba menghubungi pamannya tanpa diminta.

“Selama ini jarang sekali dia telepon omnya. Biasanya omnya yang hubungi dia. Tapi tadi malam dia sendiri yang hubungi,” ujar Apris dengan nada sedih.

Pesan singkat yang disampaikan Fanny dalam percakapan tersebut adalah tentang mobil pribadinya. Ia meminta pamannya agar tidak membawa mobil miliknya ke bengkel untuk sementara waktu.

Prosesi Pemakaman yang Haru

Prosesi pemakaman di Kota Gorontalo diwarnai suasana haru, terutama saat adik korban menangis ketika menjadi imam salat jenazah bagi kedua kakaknya. Ratusan pelayat memadati rumah duka, dan banyak dari mereka yang terlihat terharu.

Adik laki-laki dari kedua almarhumah bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat jenazah. Namun, di tengah takbir yang dilantunkannya, ia tidak mampu menahan kesedihan yang sangat mendalam atas kehilangan dua kakak perempuannya sekaligus.

Tangis kecilnya pecah di hadapan ratusan jamaah yang berdiri rapat untuk mengikuti prosesi salat jenazah tersebut. Rintihan tangis sang adik menggambarkan betapa berat beban duka yang harus dipikul oleh keluarga yang ditinggalkan secara mendadak.

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa nahas ini bermula saat kedua korban melakukan perjalanan darat dari arah Gorontalo menuju Kota Manado, Sulawesi Utara. Mereka menumpangi mobil PO Garuda dengan nomor polisi DM 1195 BA yang dikemudikan oleh sopir bernama Ismail Zees (47). Tujuan perjalanan kedua kakak beradik ini adalah untuk mengunjungi ibu mereka di Manado dalam rangka mengisi waktu liburan.

Namun, perjalanan yang seharusnya penuh kebahagiaan tersebut justru berubah menjadi tragedi memilukan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan. Mobil yang mereka tumpangi dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.

Mobil berwarna hitam tersebut kemudian keluar dari badan jalan dan menabrak sebuah pohon serta bangunan rumah makan di pinggir jalan. Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan parah atau ringsek akibat benturan keras yang terjadi di lokasi kejadian.

Berdasarkan data dari pihak kepolisian, terdapat empat orang korban dalam insiden ini, di mana dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Fanny Anelsia Mustaki dan Yessi Sukersi Mustaki menjadi korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut.

Suasana Haru dan Penghormatan Terakhir

Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh ratusan pelayat yang memadati rumah duka di Kota Gorontalo. Pada Minggu (15/3/2026) pagi, suasana haru semakin memuncak saat prosesi pelepasan jenazah kedua korban dilakukan secara khidmat.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, hadir secara langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah kedua almarhumah. Tak lama kemudian, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, juga tiba di lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya dua abdi negara tersebut. Setelah seluruh prosesi keagamaan selesai, kedua almarhumah kemudian dimakamkan di area pemakaman keluarga yang terletak tepat di samping rumah duka.

Langkah kaki ratusan pelayat mengiringi keberangkatan Fanni dan Yessi menuju tempat peristirahatan terakhir mereka dengan penuh doa.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *