"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kecelakaan Maut di Tol Cipularang: Dua Korban Tewas dari Bogor dan Depok, Temuan Mengejutkan!

Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Cipularang, Jawa Barat pada Kamis (4/3/2026). Sebelumnya kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Tol Cipularang KM 91.200 B, arah Bandung menuju Jakarta, pada Kamis (26/2/2026) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.

Terkini, tiga orang tewas dalam tabrakan beruntun yang terjadi di Tol Cipularang KM 93 B, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (4/3/2026) malam. Kecelakaan beruntun tersebut terjadi sekitar pukul 20.18 WIB di arah Bandung menuju Jakarta yang melibatkan 10 kendaraan.

Daftar Lengkap Korban Tewas

Berdasarkan data dari pihak kepolisian dan RS Abdul Rojak Purwakarta, berikut identitas korban meninggal dunia:

  • Eman Wahyudi (36) – Pengemudi Pick Up

    Alamat: Cikeas Udik, Gunungputri, Kabupaten Bogor.
  • Muhammad Reza (29) – Penumpang

    Alamat: Duren Mekar, Bojongsari, Kota Depok.
  • Wisnu Nugroho (31) – Penumpang

    Alamat: Bojongsari Baru, Kota Depok.

Kondisi Korban Luka-Luka

Selain korban jiwa, terdapat tujuh orang lainnya yang mengalami luka-luka. Seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Abdul Rojak Purwakarta. Pantauan di ruang IGD menunjukkan para korban mengalami luka robek dan patah tulang pada bagian kepala, tangan, serta kaki akibat benturan keras.

Temuan Mengejutkan

Dari penyelidikan awal, petugas menemukan indikasi tidak adanya tanda pengereman sebelum truk kontainer menabrak kendaraan di depannya, serta muatan truk yang melebihi kapasitas. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang melibatkan sedikitnya sembilan kendaraan tersebut.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, dari hasil olah TKP sementara ditemukan beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut. Salah satunya adalah dugaan kegagalan sistem pengereman pada truk kontainer yang dikemudikan tersangka.

“Dari olah TKP sementara, kendaraan yang digunakan tersangka diduga mengalami gagal fungsi pengereman. Hal ini disebabkan pengereman yang dilakukan secara terus-menerus sehingga saat kejadian rem tidak berfungsi secara normal,” ujar Raydian dikutip dari TribunJabar di lokasi kejadian usai melakukan olah TKP, Jumat (6/3/2026).

Selain masalah teknis pada kendaraan, ia menyebutkan bahwa polisi juga menemukan adanya pelanggaran terkait muatan truk yang dibawa. Berdasarkan dokumen uji KIR, kendaraan tersebut memiliki batas jumlah berat yang diizinkan (JBI) sebesar 16 ton. Namun saat kejadian, truk diketahui mengangkut biji plastik hingga 25 ton, atau jauh melebihi kapasitas yang diperbolehkan.

“Dari dokumen yang kami terima dan kondisi kendaraan yang kami lihat, tersangka (sopir truk) membawa muatan sekitar 25 ton. Jadi ini melebihi batas muatan yang diizinkan,” katanya.

Raydian menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi sempat terjadi perlambatan kendaraan di lokasi karena adanya truk mogok di jalur 1 KM 92+500B yang sedang ditangani petugas tol, PJR Korlantas, dan Jasa Marga. Saat antrean kendaraan melambat itulah truk trailer yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dan akhirnya menabrak deretan kendaraan di depannya.

“Pada saat terjadi antrean perlambatan tersebut, truk trailer menabrak kurang lebih sembilan kendaraan di depannya,” ucapnya.

Dalam proses olah TKP tersebut, polisi juga menggunakan peralatan 3D scanner untuk memetakan posisi akhir kendaraan, bekas pengereman, serta serpihan kendaraan yang tercecer di badan jalan. Metode ini digunakan untuk merekonstruksi secara detail kronologi kecelakaan beruntun tersebut.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia, sementara satu orang mengalami luka berat dan lima lainnya luka ringan.

Sopir Tersangka

Saat ini, sopir truk kontainer Muhamad Yahya telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolres Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mengimbau para pengemudi kendaraan angkutan barang untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan serta mematuhi batas muatan demi keselamatan di jalan.

Kesaksian Korban Selamat

Soleh Muslim, salah satu korban selamat, menceritakan detik-detik mengerikan saat maut mengintai. Ia menyebutkan posisi kendaraan saat itu sedang melambat karena kepadatan arus.

“Mobil saya sudah berhenti, tapi tiba-tiba dari belakang dihantam keras. Mobil saya sampai terpental tiga kali karena ditabrak berulang-ulang oleh kendaraan di belakang. Saya sudah pasrah waktu itu,” ujar Soleh yang saat kejadian membawa dua anggota keluarganya.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *