Kegiatan Cokorun di Slawi: Kombinasi Olahraga dan Perayaan Ramadan
Di tengah momen Ramadan, Polres Tegal menggelar kegiatan yang menarik perhatian masyarakat, yaitu Cokorun. Acara ini diselenggarakan di kawasan Alun-alun Hanggawana Slawi pada Jumat (6/3/2026) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengisi waktu dengan aktivitas positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Cokorun digagas oleh siswa SMAN 3 Slawi, dan kemudian mendapat dukungan dari Polres Tegal. Tema utama dari acara ini adalah “Cokorun Sehat Bersama Polres Tegal”. Cokorun sendiri merupakan lomba lari cepat sejauh 100 meter tanpa menggunakan alas kaki. Hal ini menjadi ciri khas dari kegiatan ini, yang berbeda dari lomba lari biasanya.
Tidak hanya peserta yang antusias, tetapi penonton juga sangat antusias menyaksikan perlombaan. Banyak pengunjung yang memadati sepanjang lintasan yang dilewati para peserta. Mereka tampak senang dan memberi dukungan kepada peserta yang sedang berlari.
Acara dimulai dengan Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo bertanding melawan seorang peserta Cokorun. Tanpa alas kaki, Kapolres terlihat sangat siap dan antusias. Setelah aba-aba diberikan, ia langsung berlari kencang hingga mencapai garis finish.
AKBP Bayu menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan bersama pelajar, khususnya dari SMAN 3 Slawi. Ia menyebutkan bahwa Cokorun dipilih karena trennya sedang diminati di kalangan anak muda, termasuk di Kabupaten Tegal. Selain itu, kegiatan ini memiliki dampak positif untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif dari aktivitas negatif seperti tawuran atau balap liar.
“Ada enam kelas yang dilombakan, dibedakan berdasarkan berat badan. Khusus peserta wanita ada kelas tersendiri,” ujar AKBP Bayu. Harapan dari kegiatan ini adalah selain menyehatkan, juga bisa menjadi ajang pencarian bibit atlet baru khususnya olahraga lari.
Menurut AKBP Bayu, Cokorun memiliki makna sebagai lomba lari tanpa alas kaki. Meski awalnya terasa sulit, ia mengakui bahwa lari jarak 100 meter dengan kecepatan tinggi tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan, setelah berlari sejauh 20 meter, pandangan sudah mulai gelap.
Hadiah yang disediakan mencapai total Rp12 juta, terbagi dalam beberapa kelas dengan juara 1, 2, dan 3. Dengan hadiah yang menarik, banyak peserta bersemangat mengikuti lomba ini.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, diwakili Kepala Disporapar Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni, menyampaikan apresiasi kepada Polres Tegal atas inisiatif kegiatan Cokorun. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih berkembang, tidak hanya di malam hari, tapi juga ke arah prestasi. Menurut Uwes, potensi atlet di Kabupaten Tegal sangat luar biasa.
Ketua Panitia Cokorun sehat bersama Polres Tegal, Adit Yudi Pramana, menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya dilakukan sejak Ramadan tahun 2024, namun hanya dalam lingkup kecil. Pada tahun 2026, kegiatan ini viral dan ramai diikuti. Awalnya hanya lima orang yang ikut, namun dengan dukungan penuh, kegiatan ini akan kembali diselenggarakan pada Ramadan tahun depan.
Peserta Cokorun berasal dari pelajar SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Tegal. Adit berharap melalui kegiatan ini bisa muncul bibit-bibit unggul khususnya dalam olahraga lari. Terlebih, ada 48 peserta yang berpartisipasi, dengan khusus peserta perempuan dibuka hanya satu kategori berjumlah delapan peserta.
Salah satu peserta perempuan, Tifani Alea Lovelin dari Mts Negeri 2 Tegal (Slawi), mengaku baru pertama kali mengikuti lomba Cokorun. Ia sudah lama penasaran ingin mengikuti lomba ini. Setelah mengetahui adanya Cokorun yang digelar Polres Tegal, ia langsung mendaftar. Semangat yang luar biasa membuat Tifani memenangkan babak penyisihan pertama.
“Babak penyisihan pertama tadi menang. Saya harap bisa menang menjadi juara agar ke depannya bisa lebih sering mengikuti ajang serupa terutama lomba lari cepat 100 meter. Kalau ada ajang Cokorun lagi saya ingin ikut,” ujarnya.











