"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kirana Larasati, Perempuan Indonesia Pertama Menyelam 127 Meter

Prestasi Mengagumkan Kirana Larasati dalam Penyelaman Bawah Laut

Kirana Larasati, aktris sekaligus instruktur selam berusia 38 tahun, berhasil mencatatkan dirinya sebagai perempuan Indonesia pertama yang melakukan penyelaman hingga kedalaman lebih dari 127 meter. Pencapaian ini membuatnya memecahkan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dalam wawancaranya, ia menjelaskan bahwa meskipun kedalaman yang dicapainya masih jauh dari titik di mana pemandangan bawah laut mulai menunjukkan perbedaan signifikan, pengalamannya tetap luar biasa.

“Kalau kita belajar di biologi, itu untuk melihat yang aneh-aneh udah harus di 300 ke bawah,” ujarnya. Menurut Kirana, perbedaan pemandangan di laut biasanya baru terlihat pada kedalaman yang jauh lebih ekstrem, yakni sekitar 300 meter ke bawah. Namun, pencapaian terbarunya hanya mencapai 127 meter, yang masih jauh dari batas tersebut.

Pengalaman Menyelam di Kedalaman 127 Meter

Ketika ditemui di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, Jumat 6 Maret 2026, Kirana menceritakan pengalamannya saat menyelam hingga kedalaman 127 meter. Ia mengatakan bahwa pada kedalaman sekitar 40 meter, para penyelam masih dapat melihat pemandangan bawah laut yang cukup jelas, seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan.

“Jadi di kedalaman recreational diver, recreational diving sampai di 40 meter itu memang kita melihat terumbu karang, melihat ikan-ikan,” katanya. Namun, ketika bersiap menyelam hingga kedalaman lebih dari 100 meter, ia sempat membayangkan akan menemukan pemandangan yang berbeda dan lebih unik. Meski begitu, kenyataannya kondisi yang ia lihat masih serupa dengan kedalaman sebelumnya.

“Awalnya saya juga penasaran tuh, ‘Ih saya mau ke 100 meter, saya mau lihat yang aneh-aneh gitu.’ Ternyata sama. Ternyata sama isinya, masih sama,” tuturnya.

Kondisi Gelap dan Dingin di Bawah Laut

Di kedalaman tersebut, kondisi yang paling terasa adalah kegelapan dan suhu air yang sangat dingin. Oleh karena itu, para penyelam harus membawa lampu khusus agar tetap dapat melihat kondisi di sekitar mereka.

“Di kedalaman 127 meter, bedanya hanyalah gelap banget. Jadi kita bawa lampu supaya kelihatan. Dan dingin sekali di bawah itu,” ungkapnya. Meski demikian, Kirana mengaku cukup beruntung karena saat menyelam ia sempat melihat Mola mola atau ikan mola-mola yang jarang ditemui di kedalaman tersebut.

Keberadaan Hewan Laut Langka

Menurut Kirana, ikan mola-mola biasanya muncul di perairan tertentu pada musim tertentu. Misalnya di perairan Bali, ikan tersebut sering terlihat pada bulan Juli hingga September, sehingga banyak penyelam datang ke Bali untuk menyaksikan kemunculannya.

“Kalau kemarin sih sempat lihat Mola-mola di bawah sana. Ikan Mola-mola karena memang mereka itu kalau tidak musimnya. Ikan Mola-mola itu ada musimnya ya, kalau di Bali biasanya di Juli, Agustus, September itu mereka naik ke atas,” jelasnya. Namun di luar musim tersebut, ikan mola-mola biasanya berada di perairan yang jauh lebih dalam karena mencari suhu air yang lebih dingin.

“Kalau tidak di musimnya, mereka tuh di bawah sekali karena airnya dingin. Jadi ya, lihatnya Mola-mola. Itu pun lucky ya,” imbuh pemilik nama lengkap Kirana Larasati Hanafiah itu.

Selain itu, beberapa hewan laut lainnya juga dijumpai Kirana dalam misi memecahkan Rekor MURI tersebut. Beberapa hewan yang ditemui antara lain hiu hingga penyu.

“Mungkin ada juga shark, ada juga… ini yang sangat jarang sebelumnya, ada shark, ada penyu juga ke bawah itu, ada turtle juga. Jadi overall masih samalah,” tutupnya.

Awal Perjalanan dalam Dunia Selam

Kirana Larasati memulai kegiatan di dunia selam atau diving sejak 2018 lalu. Peristiwa 13 anak terjebak di gua di Thailand menjadi pemicu Kirana tertarik mencoba dunia diving. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan kemampuannya dan akhirnya mencapai prestasi yang luar biasa.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *