"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kericuhan Pemain Warnai Kemenangan Bali United atas Arema di Kanjuruhan

Laga Panas Arema FC vs Bali United Berakhir dengan Keributan



Laga antara Arema FC dan Bali United dalam pertandingan lanjutan Super League 2025/26 berlangsung dengan tensi tinggi. Pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat (7/3) malam WIB berakhir dengan kemenangan Bali United 3-4. Namun, laga ini tidak hanya dikenang karena hasil akhirnya, tetapi juga karena keributan yang terjadi antarpemain dan suporter.

Pertandingan dimulai dengan permainan intens dari kedua tim. Bali United berhasil unggul lebih dulu melalui gol Teppei Yachida di menit ke-22 dan Diego Campos di menit ke-28. Arema FC mencoba membalikkan situasi, namun mereka tertinggal 0-2 hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Arema FC tampil lebih agresif. Mereka mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Dalberto Luan di menit ke-64 dan penalti di menit ke-78. Meski begitu, Bali United tetap mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir laga. Gol bunuh diri Betinho di menit ke-93 memastikan kemenangan 3-4 untuk Bali United.

Keributan yang Memicu Kegaduhan

Keributan terjadi saat Arema FC tertinggal 2-3. Pada menit ke-84, Teppei Yachida ditarik keluar oleh pelatih Bali United, Johnny Jansen. Yachida yang keluar terpincang-pincang, membuat proses pergantian pemain sedikit terlambat. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mencoba mempercepat proses tersebut.

Tindakan ini memicu emosi dari kubu Bali United. Bahkan, Jansen harus berlari menuju area bench Arema FC, yang kemudian memicu keributan antarpemain. Suasana semakin memanas saat beberapa penonton di tribune mulai memaki tindakan Bali United, menganggap mereka mengulur-ulur waktu.

Keributan ini kemudian menjalar ke tribune. Beberapa suporter di VIP section memberikan tekanan kepada kubu Bali United. Wasit Dika Rahmat Hidayat akhirnya memutuskan untuk menghentikan laga selama sekitar dua menit.

Penjelasan dari Pelatih Bali United

Johnny Jansen menjelaskan bahwa tindakannya adalah untuk membantu pemainnya. Menurutnya, Yachida didorong oleh pemain Arema FC saat akan keluar lapangan. Hal ini memicu reaksi dari kubu Bali United.

“Ketika Yachida mau keluar, dia didorong. Itu memancing kami, sehingga terjadi insiden dan ada tindakan yang tidak bagus dari Arema,” ujar Jansen usai pertandingan.

Ia mengakui bahwa laga melawan Arema FC cukup sulit. Meski unggul 0-2 di babak pertama, Arema FC mampu memperbaiki permainan di babak kedua. “Mereka bermain dengan full back kami taruh di sana dan bisa mencetak gol. Babak kedua mereka dapat tendangan bebas dan tendangan sudut. Wajar saja tim tuan rumah tertinggal 0-2, di babak kedua berusaha mengubah permainan dan meningkatkan permainan,” tambahnya.

Tanggapan dari Pelatih Arema FC

Marcos Santos membantah tuduhan bahwa tindakannya ke Yachida merupakan provokasi. Menurutnya, ia hanya bermaksud membantu Yachida agar bisa keluar lapangan ketika terjatuh. Namun, hal ini memicu reaksi berlebihan dari kubu Bali United.

“Saya tidak emosi, saya bantu pemain untuk bantu berdiri, tapi saya nggak emosi. Saya mau pemain saya lebih konsentrasi untuk bisa lebih fokus di pertandingan ketika ada masalah sama pemain (Bali United),” kata Santos.

Ia mengakui bahwa timnya bermain buruk di babak pertama. Di babak kedua, ia melakukan beberapa pergantian pemain untuk mengubah alur serangan. “Di babak pertama selalu sulit di tiga pertandingan terakhir, kami bermain buruk. Di babak kedua tadi Arema bagus sekali, kita bekerja keras, tapi kita kalah, saya sedih karena Aremania datang banyak, tapi kita kalah,” jelasnya.



Bali United berhasil mencuri kemenangan 3-4 di kandang Arema FC. Gol-gol yang dicetak oleh Teppei Yachida di menit ke-22 dan 68, serta Diego Campos di menit ke-28, menjadi penentu kemenangan. Satu gol bunuh diri dari Betinho di menit ke-93 memastikan kemenangan bagi Bali United.

Arema FC hanya mampu memperkecil skor melalui dua gol dari Dalberto Luan di menit ke-64 dan penalti di menit ke-78. Gol bunuh diri dari Kadek Arel Priyatna di menit ke-94 menjadi satu-satunya gol tambahan untuk Arema FC.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *