"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Penyebab hujan deras yang melanda Bandar Lampung dan sekitarnya, memicu banjir

Hujan Ekstrem di Bandar Lampung dan Lampung Selatan: Penyebab dan Dampak yang Menggemparkan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan ekstrem sebesar 162,4 mm di Bandar Lampung dan Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026) sore. Kejadian ini menyebabkan banjir di berbagai titik dengan ketinggian air berkisar antara 30 cm hingga 2 meter. BMKG memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Fenomena MJO sebagai Penyebab Utama

Menurut Prakirawan BMKG Lampung, Pebri Surgansyah, penyebab utama hujan ekstrem adalah aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 5. Fenomena ini merupakan gelombang awan hujan raksasa yang sedang “parkir” di atas wilayah Lampung. MJO fase 5 atau Maritime Continent memiliki peran penting dalam meningkatkan suplai uap air dan memperkuat aktivitas pertumbuhan awan konvektif.

“Adanya MJO yang aktif di wilayah Lampung memicu peningkatan intensitas hujan yang sangat tinggi,” jelas Pebri. Hal ini menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga terjadi banjir bandang di sejumlah wilayah.

Selain itu, gangguan angin lokal juga turut memperparah kondisi cuaca. Belokan dan konvergensi angin di wilayah Lampung menyebabkan penumpukan massa udara, yang mendukung terbentuknya awan konvektif yang signifikan.

Dampak Banjir yang Menimbulkan Korban Jiwa

Banjir akibat hujan ekstrem tersebut merendam ratusan rumah dan menelan korban jiwa. Di Bandar Lampung, tercatat sekitar 38 titik banjir yang menggenangi pemukiman di hampir seluruh kecamatan seperti Rajabasa, Kedaton, Sukarame, Sukabumi, Tanjung Karang, dan lainnya. Sementara di Lampung Selatan, wilayah Jati Agung (Karang Anyar) menjadi salah satu lokasi paling parah dengan ratusan rumah terendam.

Dua orang meninggal dunia akibat banjir di Bandar Lampung, termasuk seorang bocah berusia 10 tahun di kelurahan Rajabasa. Di Lampung Selatan, seorang anak juga dilaporkan hanyut terseret banjir bandang.

Peringatan BMKG untuk Masyarakat

BMKG memprediksi potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah rawan genangan.

Berikut wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat beberapa hari ke depan:

  • 7 Maret 2026: Sebagian besar wilayah Lampung, seperti Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Way Kanan, Lampung Tengah, Kota Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Utara, Kota Metro, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji.
  • 8 Maret 2026: Wilayah Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesisir Barat.
  • 9 Maret 2026: Wilayah Pesawaran, Pringsewu, Pesisir Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *