"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Nasib korban loker scam Jambi di Kamboja masih gelap

Pemulangan Korban Loker Scam Kamboja

Ratusan korban sindikat loker scam di Kamboja telah dipulangkan ke Indonesia. Sebanyak 120 orang telah diberangkatkan pada Minggu (8/3/2026), namun hingga kini belum ada warga asal Jambi yang tergabung dalam rombongan tersebut. Proses pemulangan dilakukan dari tiga lokasi penampungan berbeda, termasuk penampungan Imigrasi.

Mayoritas korban berasal dari Bekasi, Jakarta, Medan, Manado, dan Kalimantan. Kondisi penampungan mulai lengang setelah evakuasi bertahap sejak Februari 2026. Meski begitu, masih banyak korban yang menunggu giliran untuk kembali ke tanah air.

Daftar Korban yang Dipulangkan

Beberapa korban loker scam yang telah kembali ke Indonesia antara lain:
* Andri Budi Sanjaya
* Chilva Shety Priyanka Elwani
* Fajar Setiawan
* M Eep Abdul Fatah
* Mustafa Ramadhani
* Syehdi (Kabupaten Sarolangun)
* Deri Setiawan
* Dison
* Rangga Gustianto (Kabupaten Batang Hari-Muara Bulian)
* Rizky Warnizon
* Vikky Pratama Putra

Masih Ada Korban Asal Jambi yang Tertahan

Meskipun sebagian besar korban telah dipulangkan, keberadaan warga Jambi masih menjadi misteri. Prediksi menyebutkan bahwa mereka akan segera diberangkatkan pada 10-11 Maret. Namun, hingga saat ini belum ada nama warga Jambi dalam daftar rombongan yang telah kembali.

Andri Budi Sanjaya, salah satu korban yang masih berada di Kamboja, mengonfirmasi bahwa jumlah total korban yang berangkat adalah 120 orang. Mereka berasal dari Bekasi, Jakarta, Medan, Manado, dan Kalimantan.

Dalam video yang ia bagikan, tampak suasana di penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok. Para korban terlihat siap dengan koper mereka di halaman penampungan. Meski kepadatan di lokasi tersebut mulai berkurang, ketidakpastian masih menghantui sisa korban.

Kondisi Warga Jambi yang Tertahan

Salah satu korban asal Jambi yang tertahan di Kamboja adalah Ananda Rizkiyanto, warga Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Ia mengaku tidak memiliki uang untuk pulang ke Indonesia dan tidak memiliki ponsel karena ditahan oleh pihak imigrasi.

Rizki mengatakan bahwa dirinya pergi ke Kamboja pada tahun 2025 karena tidak mendapat pekerjaan di Indonesia. Ia bekerja sebagai scammer selama dua bulan, tetapi merasa tidak puas dengan kondisi kerja dan gaji yang diterimanya.

“Saya bekerja dan tidak tahan di jam kerjanya, sampai jam 12 malam. Saya takut terkena gangguan fisik, mata memerah dan kepala sering sakit,” katanya.

Ia juga mengaku sudah melapor ke KBRI, tetapi hanya dijemput oleh pihak kepolisian Kamboja. Selain itu, ia harus membayar 100 USD kepada oknum kepolisian agar bisa menggunakan ponselnya.

Harapan Warga Jambi

Rizki berharap pemerintah Jambi dapat membantu dirinya pulang ke Indonesia. Ia sangat takut untuk tinggal di Kamboja selamanya dan hanya bisa menunggu bantuan dari pihak berwenang.

Selain Rizki, beberapa warga Jambi lainnya yang tertahan di Kamboja antara lain:
* Andri Budi Sanjaya (Jambi)
* Chilva Shety Priyanka Elwani (Jambi)
* Fajar Setiawan (Jambi)
* M Eep Abdul Fatah (Jambi)
* Mustafa Ramadhani (Jambi)
* Syehdi (Kabupaten Sarolangun)
* Deri Setiawan (Jambi)
* Dison (Jambi)
* Rangga Gustianto (Kabupaten Batang Hari-Muara Bulian)
* Rizky Warnizon (Jambi)
* Vikky Pratama Putra (Jambi)

Perkembangan Terbaru

Pihak otoritas terkait masih terus berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Keluarga para korban di Jambi hanya bisa berharap agar proses birokrasi dan koordinasi antarnegara segera menuntaskan proses ini.




Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *