"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Terima Kasih Indonesia, Luca Marini Ingin Bawa Honda Juara Lagi



Luca Marini, pembalap Honda HRC Castrol, memiliki kenangan yang sangat baik dengan Indonesia. Pernah finis tiga besar meskipun bahu cedera di Mandalika, ia juga merasa nyaman dengan lingkungan dan suasana di sana.

Indonesia mungkin menjadi salah satu negara yang paling sering dikunjungi oleh Luca Marini selain kampung halamannya sendiri, Italia, pada awal tahun ini. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Marini sudah dua kali menginjakkan kakinya di Nusantara.

Pada akhir Januari lalu, Marini bersama para pembalap VR46 Riders Academy, termasuk Valentino Rossi, menjalani latihan di Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setelah itu, pada 2-3 Maret 2026, giliran Bali yang menjadi destinasi untuk rangkaian acara bersama Honda.

“Kami bisa lebih memahami tradisi dari daerah-daerah di Indonesia, terutama Bali,” ujar Marini kepada awak media, Selasa (3/2/2026).

“Mereka menjelaskannya secara mendalam. Kami menjalani beberapa kegiatan tradisional dan juga tarian, dan kami sangat menikmatinya.”

Marini, mantan pemegang rekor lap tercepat MotoGP di Mandalika, juga menyoroti antusiasme besar terhadap balap motor di Indonesia. Ia menyebut bahwa orang-orang Indonesia selalu baik hati dan sangat mendukung para pembalap.

“Ada semangat besar untuk dunia motor di sini, dan ini sebuah persamaan yang kita miliki. Fantastis,” tambah adik Rossi itu.

Di luar aktivitas di luar sirkuit, Marini tetap fokus dengan performa di lintasan. Ia mengamini pendapat Joan Mir tentang peningkatan terbesar dari sektor mesin pada motor Honda RC213V yang ia kendarai musim ini.

Marini merasakan kemajuan dalam pengereman dan entri tikungan. Salah satu yang ingin ditingkatkan lagi adalah grip ban belakang, terutama dalam time attack. Mantan runner-up Moto2 itu menghadapi tantangan ekstra dalam balapan karena posisi start yang buruk. Ia finis ke-10 pada balapan seri pertama di Thailand akhir pekan lalu.

“Potensi kami saat balapan lebih baik daripada saat kualifikasi. Jika kami bisa start di posisi lebih baik, kami akan mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Marini.

Marini sendiri berkontribusi dalam peningkatan Honda sejak tahun lalu karena perannya dalam memetakan masalah pada motornya. Pendekatan metodis pembalap berusia 28 tahun itu membuatnya dilirik Yamaha. Kebetulan, kontraknya dengan Honda akan habis tahun ini.

Tawaran besar datang kepada Marini dari pabrikan raksasa yang kini justru jadi liliput karena satu-satunya di grup terbawah konsesi. Meski begitu, Marini tetap mengincar hasil lebih baik. Musim lalu, ia harus menunda target finis tiga besar, sosok yang akrab disapa Maro itu tidak patah arang.

Ia ingin membawa Honda ke puncak lagi. Terakhir kali mereka menjadi penantang gelar adalah ketika Marc Marquez masih bugar, tujuh tahun lalu.

“Di beberapa balapan berikutnya, akan lebih mudah untuk melihat potensi asli dari motor kami saat ini dan apa yang bisa kami raih,” ucap Marini.

“Tentunya kami ingin meningkatkan motornya lebih jauh selama berlangsungnya musim ini dan targetnya adalah menyelesaikan kualifikasi di dua baris start terdepan.”

“Dari sana, kami bisa mulai mengincar podium dan kemenangan karena kami perlu mencari lebih banyak potensi saat kualifikasi.”

“Dalam kecepatan lomba, kami selalu sangat kuat. Dalam manajemen ban, kami sangat kuat dan motornya bekerja dengan sangat baik dalam balapan.”

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *