"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Resep Nastar Lembut Harum dengan Butter, Kue Lebaran Favorit



Di sekitar bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, aroma kue kering sering tercium dari dapur banyak rumah. Salah satu jenis kue yang selalu hadir di meja tamu adalah nastar—kue kering berbentuk bulat dengan isian selai nanas yang manis dan sedikit asam. Teksturnya lembut, aromanya harum karena penggunaan butter, dan rasanya sulit ditolak. Tidak heran jika nastar menjadi salah satu kue Lebaran yang paling diminati setiap tahunnya.

Resep nastar dengan takaran 1 kg ini cocok dibuat untuk stok camilan saat Ramadan atau sebagai sajian spesial ketika keluarga dan kerabat berkunjung. Kue ini tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai gizi yang cukup baik. Berikut ini adalah resep lengkap untuk membuat nastar yang lembut dan menggugah selera.



Nastar biasanya diisi dengan selai nanas yang dimasak hingga kental, lalu dibungkus dengan adonan kue yang lembut dan dipanggang hingga berwarna keemasan. Jika kamu ingin membuat nastar yang lembut, harum, dan tidak keras, ikuti langkah-langkah berikut:

Waktu Memasak

  • Persiapan: 45 menit
  • Memasak selai: 60 menit
  • Memanggang: 30–35 menit
  • Total waktu: ±2 jam

Porsi

  • 2 stoples besar atau sekitar 80–100 buah nastar

Kandungan Gizi Nastar (Per 1 Buah ±15 g)

  • Kalori: 70–90 kcal
  • Karbohidrat: 8 g
  • Lemak: 4 g
  • Protein: 1 g

Nilai gizi bisa berubah tergantung bahan seperti butter, gula, dan ukuran kue.

Bahan Adonan Nastar

  • 350 gram butter atau mentega
  • 50 gram gula halus
  • 2 butir kuning telur
  • 50 gram susu bubuk
  • 50 gram tepung maizena
  • 375 gram tepung terigu protein rendah
  • 90 gram keju cheddar parut
  • Sejumput garam
  • ½ sdt vanili bubuk

Bahan Olesan

  • 2 kuning telur
  • 1 sdm minyak sayur
  • 1 sdt susu kental manis

Campurkan semua bahan olesan lalu saring agar hasilnya halus dan mengilap.

Cara Membuat Kue Nastar 1 Kg

  1. Membuat selai nanas
  2. Kupas nanas lalu parut atau blender kasar.
  3. Masukkan nanas ke wajan, tambahkan gula, kayu manis, cengkih, dan garam.
  4. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga airnya menyusut.
  5. Setelah teksturnya kental dan berwarna cokelat keemasan, angkat dan dinginkan.
  6. Bentuk selai menjadi bulatan kecil untuk isian.

  7. Membuat adonan nastar

  8. Kocok butter dan gula halus hingga tercampur lembut.
  9. Masukkan kuning telur, aduk sebentar saja.
  10. Tambahkan susu bubuk, maizena, keju parut, garam, dan vanili.
  11. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dipulung.

  12. Membentuk nastar

  13. Ambil adonan sekitar 8–10 gram.
  14. Pipihkan lalu isi dengan selai nanas.
  15. Tutup rapat dan bentuk bulat.
  16. Susun di loyang yang sudah dialasi kertas baking.

  17. Proses memanggang

  18. Oles permukaan nastar dengan bahan olesan.
  19. Panggang dalam oven suhu 160°C selama 20–25 menit.
  20. Keluarkan dari oven, oles lagi dengan bahan olesan.
  21. Panggang kembali sekitar 5–10 menit hingga warna kuning keemasan.

Setelah matang, dinginkan nastar sebelum disimpan di dalam stoples agar tetap renyah.

Tips Membuat Nastar Lembut dan Tidak Retak

Agar hasilnya maksimal seperti nastar premium Lebaran, perhatikan beberapa tips berikut:

– Gunakan tepung terigu protein rendah agar tekstur lebih lembut.

– Jangan mengocok butter terlalu lama supaya adonan tidak melebar saat dipanggang.

– Panggang dengan suhu stabil agar nastar matang merata.

– Diamkan kue hingga benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke stoples.

Kue ini bukan sekadar camilan. Nastar sudah menjadi bagian dari tradisi silaturahmi, menemani momen berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan tamu yang datang berkunjung. Rasanya yang lembut dengan isian nanas manis membuat nastar selalu menjadi salah satu kue Lebaran paling cepat habis di meja tamu.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *