Kekuatan Rudal Hipersonik Fattah 2 Iran
Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas. Di tengah situasi ini, Iran mengklaim telah mengerahkan rudal hipersonik Fattah 2 dalam eskalasi terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel. Jika klaim tersebut benar, maka ini merupakan penggunaan operasional perdana dari Fattah 2, yang disebut sebagai versi lebih mutakhir dari Fattah generasi sebelumnya.
Banyak video yang beredar di media sosial diduga memperlihatkan peluncuran Fattah 2, tetapi hingga kini, rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Majalah Military Watch memperkirakan bahwa Iran kemungkinan telah menggunakan rudal seperti Fattah-1 dan Fattah 2 untuk menyerang target-target bernilai strategis tinggi. Situasi disebut berubah drastis setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Intensitas serangan dilaporkan melonjak tajam, bahkan kompleks kediamannya disebut menjadi salah satu sasaran pada hari pertama konflik.
Kehebatan Rudal Fattah 2
Menurut laporan dari Iranwatch.org, rudal Fattah 2 dikategorikan sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan jangkauan sekitar 1.500 kilometer. Detail bobotnya tidak diketahui, tetapi menggunakan kombinasi bahan bakar padat satu tahap serta bahan bakar cair dengan MaRV. Menurut laporan First Post (20/11/2023), rudal ini diperkenalkan pada 2023 saat Iran meluncurkan rudal hipersonik terbarunya.
Teheran menyatakan senjata ini merupakan pengembangan dari rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri dan diklaim mampu menembus sistem pertahanan anti-balistik paling canggih milik Amerika Serikat dan Israel. Pada ajang unjuk kemampuan Angkatan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran, Fattah 2 dipamerkan, yang dihadiri oleh mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam kesempatan tersebut, Khamenei juga mendesak negara-negara Muslim untuk setidaknya sementara waktu memutuskan hubungan dengan Israel di tengah konflik dengan Hamas. “Beberapa pemerintah Islam telah mengutuk kejahatan Israel dalam pertemuan-pertemuan, sementara beberapa lainnya tidak. Ini tidak dapat diterima,” ujar Khamenei.
Nama Fattah sendiri berarti “penakluk” dalam bahasa Persia. Menurut The Times of Israel, rudal ini dipamerkan di Ashura Aerospace Science and Technology University milik IRGC. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa Fattah 2 dilengkapi hulu ledak kendaraan luncur hipersonik (HGV) yang mampu bermanuver dan meluncur dengan kecepatan sangat tinggi.
Spesifikasi dan Kemampuan Rudal Fattah 2
Rudal berpemandu presisi dua tahap ini disebut dapat menjangkau target hingga 1.400 kilometer dengan kecepatan Mach 13 atau sekitar 16.000 km per jam, menurut Tasnim. Sementara itu, The Jerusalem Post melaporkan bahwa Fattah 2 bahkan bisa melesat hingga Mach 20 atau sekitar 24.696 km per jam. The Times of Israel juga mencatat bahwa HGV tersebut terpisah dari hulu ledaknya.
Rudal ini disebut mampu bermanuver tajam untuk menghindari sistem pertahanan lawan. Menurut Tasnim, senjata tersebut dilengkapi hulu ledak bermesin berbentuk bola yang menggunakan bahan bakar padat serta nosel yang dapat digerakkan, sehingga memungkinkannya bergerak ke berbagai arah, baik di dalam maupun di luar atmosfer Bumi.
Rudal hipersonik sendiri mampu melaju hingga 15 kali kecepatan suara dengan lintasan yang kompleks, sehingga sulit untuk dicegat dan bisa membawa hulu ledak hingga 200 kilogram menurut Times of India.
Pengembangan Teknologi Rudal Hipersonik
China dan Amerika Serikat diyakini tengah mengembangkan teknologi serupa, sementara Rusia mengeklaim telah mengerahkan dan menggunakannya dalam perang di Ukraina. Garda Revolusi Iran diketahui memiliki persenjataan rudal balistik dalam jumlah besar.
Pada Juni 2023, Iran memperkenalkan rudal Fattah yang oleh pejabatnya disebut sebagai rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri pertama, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi IRNA. Saat itu, para pejabat menyatakan keinginan untuk meningkatkan jangkauan Fattah dari 1.400 kilometer menjadi 2.000 kilometer agar dapat menjangkau Israel.











