Kenangan yang Tak Terlupakan: Lagu-Lagu Haddad Alwi dalam Kehidupan Danilla Riyadi dan Pusakata
Lagu-lagu Haddad Alwi tidak hanya menjadi bagian dari musik religi, tetapi juga menjadi pengiring perjalanan masa kecil dan remaja bagi banyak generasi. Bagi sebagian orang, lagu-lagu tersebut memiliki makna yang mendalam dan mengingatkan mereka pada momen-momen istimewa, terutama selama bulan Ramadan dan Lebaran. Danilla Riyadi dan Pusakata adalah dua contoh nyata dari individu-individu yang memiliki kenangan khusus dengan karya-karya Haddad Alwi.
1. Danilla Riyadi Sebut Lagu-Lagu Haddad Alwi sebagai Soundtrack Ramadan Masa Kecilnya
Danilla Riyadi mengungkapkan bahwa lagu-lagu Haddad Alwi telah menjadi soundtrack Ramadan di masa kecilnya. Menurutnya, lagu-lagu tersebut bukan hanya sekadar musik religi, tetapi juga merepresentasikan kebersamaan, keceriaan, dan tradisi kecil yang mewarnai masa kecilnya setiap Ramadan. Ia mengenang suasana Ramadan di masa kecilnya yang terasa hidup karena diiringi oleh lagu-lagu Haddad Alwi.
“Biasanya kalau sudah masuk bulan Ramadan, itu biasanya banyak teman-teman komplek yang main di teras rumah masing-masing, dan ketika main di teras rumah aku, ada aja yang bawa mini compo. Dulu kan kita masih pake kaset, terus lagu-lagunya diputer, dan kita main tak jongkok, main perang-perang sarung,” kata Danilla dalam wawancara eksklusif.
Menurut musisi yang akrab disapa Ci Danilla tersebut, momen-momen sederhana itulah yang tanpa disadari membentuk kenangan kuat dalam ingatannya dan membawa nostalgia tersendiri.
2. Pusakata Kenang Lagu-Lagu Haddad Alwi sebagai Pengiring Hari-Hari di Sawah dan Mandi di Sungai

Pusakata sepakat dengan pernyataan Danilla. Baginya, lagu-lagu Haddad Alwi telah menjadi soundtrack yang selalu mengiringi aktivitas sehari-harinya di kampung saat momen-momen beranjak remaja. Ia menceritakan bahwa lagu-lagu Haddad Alwi kerap diputar di masjid dekat rumahnya sehingga menciptakan suasana sore yang hangat dan menyenangkan.
Musisi bernama asli Muhammad Istiqamah Djamad tersebut kemudian tersenyum kecil dan mengenang bahwa dulunya, lagu-lagu Haddad Alwi selalu mengiringi hari-harinya di sawah dan ketika mandi di sungai.
“Lagunya Abi diputar di masjid dekat rumah saya. Kalau sudah mau jam-jam kami di sawah jam 4 sore itu sampai menuju Maghrib itu seru banget. Mandi di kali, terus ada musik di masjid , ‘Ya rasul salam….’” cerita Pusakata sambil menyanyikan potongan lirik lagu “Ya Nabi Salam ‘Alaika” yang dirilis pada akhir 90-an silam.
3. Danilla dan Pusakata Langsung Terima Saat Diajak Kolab Sama Haddad Alwi

Setelah melewati masa lalu yang penuh warna bersama lagu-lagu Haddad Alwi, kini Danilla Riyadi dan Pusakata berkesempatan kolaborasi dengan sosok yang menjadi pengisi soundtrack kehidupan mereka tersebut.
Kolaborasi ini menghasilkan dua lagu, yaitu “Pengakuanku” dari Haddad Alwi feat. Danilla Riyadi dan “Menghitung” dari Haddad Alwi feat. Pusakata. Kedua lagu tersebut resmi dirilis pada 28 Februari 2026 dan langsung dibawakan di konser “A Journey to Remember Vol.2 With: Danilla & Pusakata.”
Meski selama ini dikenal sebagai musisi indie-jazz, Danilla mengaku langsung menerima ajakan kolaborasi dengan Haddad Alwi tanpa pertimbangan apapun.
“Langsung terima. Aku ngerasa lagunya sangat universal dan menurut aku sangat spiritual sih. Jadi aku seneng gitu bawainnya juga. Jadi gak ada pertimbangan apapun,” ungkap Danilla.
Sementara itu, Pusakata sendiri justru merasa tertantang karena kolaborasi ini menuntutnya untuk menyamakan energinya dengan Haddad Alwi.
“Energinya besar sekali. Akhirnya kita juga harus punya energi yang sama. Makanya saya bilang ke Abi, lagunya udah jadi, tapi kasih saya waktu tadi untuk memantaskan diri, untuk bisa meladeni itu,” ungkap Pusakata sambil mengenang proses penciptaan lagu “Menghitung” yang membutuhkan waktu yang menurutnya cukup lama.
Wah, gak nyangka, ternyata lagu-lagu Haddad Alwi juga menjadi core memory yang ikut menemani perjalanan tumbuh Danilla dan Pusakata. Gimana? Kamu sudah dengerin lagu kolaborasi mereka sama Haddad Alwi, belum?
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











