"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pria Ponorogo Tewas Bunuh Istri Orang di Karawang

Penemuan Mayat di Saluran Air Karawang: Seorang Wanita Tewas Dibunuh oleh Selingkuhannya

Seorang wanita asal Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas di saluran air Kawasan Industri Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE), Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat. Jenazah korban ditemukan pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diketahui bernama Hida Kasana (38) yang merupakan karyawati perusahaan swasta di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Penemuan jasad tersebut mengejutkan warga setempat dan memicu investigasi cepat dari pihak kepolisian. Awalnya, jasad korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan masih mengenakan pakaian lengkap. Petugas kebersihan jalan yang sedang melakukan kegiatan rutin menemukan mayat tersebut di pinggir saluran air kawasan industri.

Identitas Korban Masih Dicari

Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, identitas korban masih dalam proses pencarian. Tidak ditemukan dokumen atau tanda pengenal apa pun yang terkait dengan jasad tersebut. Ciri-ciri fisik korban yang tercatat adalah seorang perempuan berpakaian kemeja kotak-kotak warna gelap, celana jeans, dan jaket abu-abu. Namun, usia dan alamat tinggalnya belum dapat dipastikan.

Pelaku Pembunuhan Teridentifikasi

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan tersebut. Pelaku bernama Bilal Ismail Ambi bin Aman Suwarman (24) yang merupakan warga Kampung Cibogo RT02/02 Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Bilal dan korban diketahui merupakan pasangan kekasih. Namun, hubungan mereka tidak sah karena Bilal sudah memiliki istri di kampung halamannya.

Pembunuhan terjadi pada Jumat (27/2/2026). Setelah beberapa jam kemudian, jasad korban ditemukan oleh warga. Wakapolres Karawang, Kompol Adriyanto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti bekas cekikan pada leher korban.

Peristiwa Pembunuhan yang Mengerikan

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, peristiwa pembunuhan terjadi saat Bilal datang ke tempat kos korban. Di sana, terjadi cekcok mulut yang berujung pada saling cekik antara keduanya. Saat pertengkaran berlangsung, korban sempat memukul pelaku namun tidak dibalas. Pelaku kemudian berpamitan untuk pergi bekerja, tetapi korban tidak mengizinkannya karena masalah belum selesai.

Dalam peristiwa itu, korban mengancam akan meneriaki pelaku jika ia pergi. Akhirnya, pelaku kembali menghampiri korban, dan korban langsung mencekik leher pelaku. Merasa kesal, pelaku membalas dengan mencekik korban. Akibat saling cekik tersebut, korban terjatuh lemas di lantai kontrakan.

Kesadaran Korban Hilang

Setelah korban lemas, pelaku memindahkan korban ke kasur dan meminta maaf. Namun, saat korban masih dalam keadaan lemas, ia kembali mencekik pelaku sambil berkata, “Kalau mau meninggal, mending meninggal dua-duanya sekarang.” Emosi pelaku kembali memuncak, sehingga ia kembali mencekik korban. Akibatnya, korban tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

Melihat kondisi korban yang telah meninggal, pelaku panik dan membuang jasad korban menggunakan motor korban sekira pukul 02.00 dini hari. Jasad korban ditemukan oleh warga pada pagi harinya dalam posisi tertelungkup dan masih berpakaian lengkap.

Tersangka Ditahan dan Dijerat Hukuman Berat

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 48 ayat 1 dan Pasal 46 ayat 3 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang merampas nyawa orang lain dipidana karena pembunuhan atau setiap orang yang melakukan penganiayaan mengakibatkan matinya orang dengan hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa ini menimbulkan kegundahan di kalangan warga setempat dan menjadi perhatian besar dari pihak kepolisian serta media massa. Penemuan mayat di saluran air KJIE menjadi salah satu kasus kriminal yang menarik perhatian publik dan memicu upaya pencegahan kekerasan dalam hubungan percintaan.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *