"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Bojan Hodak Tak Berani Kritik Wasit, Apakah Sepak Bola Indonesia Sehat?



Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait kinerja wasit saat timnya bertanding melawan Persebaya. Meski begitu, ia mengisyaratkan kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil oleh wasit selama pertandingan.

Bojan Hodak bahkan sampai tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut karena banyaknya keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit. Hal ini membuatnya memilih diam agar tidak mendapat sanksi dari pihak tertentu.

Pertandingan antara Persebaya dan Persib Bandung berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Senin (2/3/2026). Dalam laga tersebut, Persib hanya mampu meraih satu poin setelah bermain imbang 2-2 dengan Persebaya.

“Namun, saya tidak bisa berbicara mengenai wasit hari ini,” ujar Bojan Hodak.

“Jika saya tidak bicara soal wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan dari pertandingan tadi.”

“Karena itu, lebih baik saya tidak memberikan pernyataan apa pun agar tidak terkena sanksi,” tambahnya.

Tindakan Bojan Hodak dapat dikatakan sebagai langkah bijaksana. Seperti yang diketahui, beberapa pelaku sepak bola di Indonesia pernah mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI akibat mengkritik wasit.

Salah satu contohnya adalah Asghar Saleh, Wakil Manajer Malut United. Ia baru-baru ini mendapat sanksi berat setelah mengkritik kinerja wasit Super League 2025-2026. Kritik tersebut muncul setelah Malut United kalah dari Persib dengan skor 0-2 pada Jumat (6/2/2026).

Pertandingan dipimpin oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Malut United merasa bahwa kepemimpinan Yamamoto tidak adil dan lebih menguntungkan Persib. Dalam hal ini, Asghar bahkan menduga adanya mafia yang ikut campur dalam pengambilan keputusan.

“Untuk mengalahkan Malut United, para mafia bahkan harus menggunakan jasa wasit FIFA yang kualitasnya kalah jauh dibanding wasit tarkam di kampung saya,” tulis Asghar Saleh.

“Benar-benar dagelan di GBLA.”

“Terima kasih semua yang sudah berjuang hari ini.”

“Akan terus kita ingat bahwa hari ini kita dikalahkan wasit dkk,” imbuhnya.

Akibat pernyataan tersebut, Asghar Saleh mendapat sanksi dari Komdis PSSI. Berdasarkan surat Komdis PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026, ia dilarang mendampingi tim selama tiga bulan sejak 12 Februari 2026.

“Betul. Berdasarkan keputusan sidang Komite Disiplin 12 Februari 2026 yang kemudian terlampir dalam Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026,” ujar Media Officer Malut United, Agya Pradipta.

“Yang bersangkutan dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di Indonesia selama 3 (tiga) bulan sejak keputusan diterbitkan,” lanjutnya.

Contoh kedua adalah Yuran Fernandes, pemain PSM Makassar. Ia pernah melakukan kritik pedas kepada wasit pada tahun 2025 lalu. Kala itu, Yuran mengkritik kinerja wasit usai PSM dikalahkan PSS Sleman dengan skor 1-3 pada Sabtu (3/5/2025).

Usai laga, Yuran menilai wasit bertugas untuk memenangkan PSS. “Saya kira semua tahu apa yang terjadi dan apa yang dilakukan wasit.”

“Wasit datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu membantu PSS.”

“Wasit tidak layak bekerja di Liga 1, saya harap dia keluar dari liga 1 dan selesai kariernya,” ucap Yuran.

Dua hari berselang, Yuran sempat mengajukan permintaan maaf. Namun, permintaan maaf tersebut tak membuat Yuran terhindar dari sanksi Komdis PSSI. Yuran tetap disanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola selama 12 bulan.

“Merujuk kepada Pasal 59 ayat 2 jo Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2013, Saudara Yuran Fernandes Rocha Lopes dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola selama 12 bulan sejak keputusan ini diterbitkan,” demikian bunyi surat keputusan yang diunggah akun resmi PSM Makassar.

Semua yang terjadi tentu menimbulkan tanda tanya, sudah tepatkah apa yang terjadi? Seperti yang diketahui, wasit juga tak luput dari salah ketika menjalankan tugasnya. Namun, wasit seperti memiliki dinding penghalang untuk dikritik. Seharusnya kritik yang datang bisa dijadikan bahan evaluasi bagi wasit untuk memperbaiki diri agar tak ada tim yang merasa dirugikan.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *