Fenomena Langka: Blood Moon pada 3 Maret 2026 yang Bisa Dilihat dari Seluruh Wilayah Indonesia
Gerhana Bulan Total (GBT), atau yang lebih dikenal sebagai blood moon, akan terjadi pada 3 Maret 2026. Fenomena alam ini bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia dan menjadi momen langka yang sangat dinantikan oleh para penggemar astronomi.
Fenomena ini juga menjadi jawaban atas pertanyaan kapan gerhana bulan 2026 terjadi. Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 merupakan gerhana bulan total terakhir hingga akhir tahun 2028. Artinya, setelah peristiwa ini, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk melihat Bulan berubah warna merah sepenuhnya lagi.
Selain itu, gerhana ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H, yaitu sekitar tanggal 13–14 Ramadhan. Hal ini menambah nilai historis dan spiritual bagi umat Muslim, menjadikannya momen yang istimewa.
Mengapa Disebut Blood Moon?
Julukan “blood moon” merujuk pada warna merah tembaga hingga merah jingga yang muncul ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Pada Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, fase totalitas berlangsung sekitar 58 menit, di mana Bulan tidak menghilang, melainkan tampak merah dramatis—pemandangan langit yang selalu dinanti para pencinta astronomi.
Bagaimana Proses Terjadinya Warna Merah pada Bulan?
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi di posisi tengah. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan penyaringan. Cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan.
Efek ini mirip dengan warna langit saat matahari terbit atau terbenam, hanya saja “senja” tersebut terjadi di Bulan. Inilah alasan mengapa Bulan tampak berwarna merah selama gerhana.
Apakah Gerhana Bulan 3 Maret 2026 Terlihat dari Indonesia?
Ya, seluruh wilayah Indonesia memiliki peluang untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, asalkan kondisi cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal. Namun, pengalaman pengamatan akan berbeda di tiap wilayah karena waktu terbit Bulan tidak sama.
Perbedaan Pengamatan di Indonesia
Indonesia Barat (WIB – Jakarta dan sekitarnya)
Bulan terbit sekitar 18.00–18.30 WIB, saat fase totalitas sudah berlangsung atau baru dimulai. Bulan akan langsung terlihat berwarna merah di ufuk timur.
Indonesia Tengah (WITA – Bali, Makassar)
Bulan terbit ketika fase gerhana sebagian masih berlangsung, sehingga proses menuju totalitas masih bisa diamati.
Indonesia Timur (WIT – Papua)
Wilayah ini memiliki peluang terbaik karena Bulan terbit lebih awal relatif terhadap fase gerhana, memungkinkan pengamatan rangkaian fase yang lebih lengkap.
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia
Durasi keseluruhan gerhana, dari masuk hingga keluar penumbra, berlangsung sekitar 5 jam 39 menit.
WIB (Waktu Indonesia Barat)
- Gerhana sebagian mulai (U1): ±16.50 WIB (Bulan belum terbit)
- Gerhana total mulai (U2): 18.04 WIB
- Puncak gerhana: 18.33–18.34 WIB
- Gerhana total berakhir (U3): 19.02 WIB
- Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17 WIB
WITA (Waktu Indonesia Tengah)
- Gerhana sebagian mulai: 17.50 WITA
- Gerhana total mulai: 19.04 WITA
- Puncak gerhana: 19.33–19.34 WITA
- Gerhana total berakhir: 20.02 WITA
WIT (Waktu Indonesia Timur)
- Gerhana sebagian mulai: 18.50 WIT
- Gerhana total mulai: 20.04 WIT
- Puncak gerhana: 20.33–20.34 WIT
- Gerhana total berakhir: 21.02 WIT
Pada puncak inilah Bulan akan tampak merah tembaga—momen utama blood moon.
Apakah Aman Dilihat dengan Mata Telanjang?
Ya, gerhana bulan dapat disaksikan tanpa alat pelindung mata. Berbeda dengan gerhana matahari, cahaya yang terlihat hanyalah pantulan cahaya Matahari dari permukaan Bulan, sehingga tidak berbahaya bagi mata.
Tips Menyaksikan Blood Moon dengan Maksimal
- Cari lokasi terbuka dengan pandangan bebas ke arah timur
- Hindari polusi cahaya kota
- Gunakan binokular atau teleskop kecil untuk detail Bulan
- Jika memotret, gunakan tripod dan lensa telefoto
- Datang lebih awal untuk menikmati seluruh fase
- Cek prakiraan cuaca sebelum pengamatan
Kenapa Gerhana Bulan 2026 Begitu Istimewa?
Gerhana Bulan Total memang tidak sangat langka, tetapi juga tidak terjadi setiap tahun. Setelah 3 Maret 2026, dunia harus menunggu hingga 31 Desember 2028 untuk kembali menyaksikan gerhana bulan total berikutnya. Bagi penggemar astronomi dan masyarakat umum, ini adalah kesempatan penting untuk menyaksikan pertunjukan kosmik yang menunjukkan betapa dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan.











