Perselisihan Antara Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans Masih Berlanjut
Perselisihan antara aktor Roby Tremonti dan aktris Aurelie Moeremans masih terus berlangsung. Kini, Roby kembali muncul di media sosial untuk menyampaikan kekesalannya terkait buku Broken Strings yang ditulis oleh Aurelie. Dalam buku tersebut, tokoh bernama Boby digambarkan sebagai pria yang melakukan child grooming dan kekerasan terhadapnya.
Meskipun nama Roby Tremonti tidak disebut secara langsung dalam buku itu, ia menjadi sasaran dari berbagai spekulasi dan komentar netizen. Hal ini membuat Roby merasa tidak adil dan memutuskan untuk menanggapi dengan tegas. Ia mengatakan bahwa sebutan “oknum” hanya diberikan kepada orang yang terlibat dalam kasus hukum atau sudah dilaporkan ke polisi. Menurutnya, jika dirinya dilaporkan, maka harus ada bukti, saksi, dan timeline kejadian.
“Kamu ingat ya, 1. jangan bilang Roby Tremonti itu oknum. Saya belum dipanggil kemanapun,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah ulang oleh akun @pandemictalks.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya belum dipanggil oleh pihak berwajib. “Saya tekankan lagi, saya belum dipanggil siapapun. Harus ada bukti, petunjuk, saksi, dan timeline kejadian.”
Lebih lanjut, Roby mengakui bahwa dirinya adalah tokoh Bobby dalam buku Broken Strings. Namun, ia membantah semua tuduhan yang diajukan terhadap tokoh tersebut. Ia menantang Aurelie untuk membuktikan apakah benar-benar ada tindakan seperti child grooming atau kekerasan yang dilakukan.
“Dan saya tegaskan lagi, tokoh Bobby itu memang Roby Tremonti karena apa pernah menikah, itu ditulis. Tapi saya tidak bersalah yah. Tapi apapun yang dilakukan Bobby itu buktikan, apapun yang dituduhkan kalau tidak bisa dibuktikan itu akan berbalik ke yang menuduh,” ujarnya.
Ucapan Roby ini mendapat respons dari netizen. Banyak dari mereka memberikan komentar yang mengecam sikapnya. Salah satu netizen menulis, “Penulis ga sebut nama jelas itu siapa, lah elu malah ngaku. Dengan lu mengaku, berarti elu jg mengakui semua perbuatan tokoh itu, skrg minta bukti apa lagii? kan elu udah ngaku.”
Beberapa netizen lainnya juga menyampaikan pendapat serupa. “Lah kamu sndiri yang koar2 ngaku sndiri u si Bobby nyaaa wkwkwka skrg riweuh sndiri.. aneh banget dah ah,” tulis akun @fon*. “Lu kalo ga keluar speak up jg netizen gaakan duga itu lu Rob,” tambah akun @nov*.
Isu Child Grooming Diangkat Oleh Anggota DPR RI
Isu child grooming yang dialami oleh Aurelie Moeremans di masa lalu kini turut menjadi perhatian Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Ia menyentil Komnas HAM dan Komnas Perempuan atas ketidaktahuan mereka terhadap kasus ini.
Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komnas Perempuan dan Komnas HAM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026), Rieke menyinggung tentang isu child grooming yang ditulis dalam buku Broken Strings.
Menurut Rieke, isu ini masih tabu di Indonesia. Namun, dengan munculnya buku tersebut, ia berharap masyarakat lebih sadar akan bahaya child grooming. “Child grooming ini adalah sesuatu yang dalam tanda kutip tabu bagi Indonesia selama ini. Tapi ada seorang perempuan yang bernama Aurelie Moeremans yang mengeluarkan buku e-book secara gratis yang berjudul Broken Strings,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan memoar yang terindikasi sebagai kisah hidup yang nyata. “Ini bisa terjadi pada siapa saja, juga kepada anak-anak kita ketika negara diam, ketika kita yang ada di dalam posisi harusnya bersuara, kita diam.”
Rieke juga menyampaikan bahwa tujuan akhir dari child grooming adalah kekerasan atau eksploitasi seksual. Ia menyayangkan banyak pihak yang masih bungkam terhadap kasus ini. “Tujuan akhirnya adalah kekerasan atau eksploitasi seksual,” katanya.
Ia kemudian mengajak Komisi XIII DPR RI untuk memperjuangkan penanganan kasus ini secara bersama-sama. “Di hari pertama saya bertugas di Komisi XIII dengan support dari pimpinan, apakah mungkin kita memperjuangkannya bersama? Tidak ada satupun negara yang saat ini saya kira untuk bersuara,” ujarnya.
“Saya belum mendengar ada suara dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan secara utuh secara serius terhadap kasus ini,” tambah Rieke.











