"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ferdi, Pacar Farradhilla Korban Pembacokan di UIN Suska, Hapus Foto Kebersamaan

Kondisi Korban dan Perkembangan Kasus Pembacokan

Farradhilla Ayu Pramesti, seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau yang terkena insiden pembacokan oleh teman seangkatannya, Raihan Mufazzar, kini sedang dalam proses pemulihan. Ia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru setelah mengalami luka serius akibat serangan yang dilakukan pelaku.

Korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 15.21 WIB dengan kondisi sadar. Ia menderita luka bacok di bagian kepala, tangan kiri, punggung, dan lengan kiri. Tim medis segera melakukan penanganan intensif, termasuk pemeriksaan laboratorium, rontgen, dan CT scan. Setelah operasi cyto, kondisi Farradhilla stabil dan saat ini dirawat di ruang Gardenia dengan pengawasan ketat dari tim dokter spesialis.

Sementara itu, pihak kepolisian masih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil keterangan korban karena ia belum sepenuhnya pulih setelah menjalani operasi. “Korban belum bisa kita ambil keterangan, tadi pagi kita sudah membesuk bersama Kapolresta Pekanbaru ke RSUD Arifin Ahmad, pasca operasi tadi malam,” ujar AKP Anggi Rian Diansyah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Motif Pembacokan Terkait Hubungan Asmara

Motif pembacokan yang dilakukan oleh Raihan Mufazzar diduga berkaitan dengan masalah asmara. Pelaku disebut merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui niat untuk membunuh korban. Ia bahkan telah merencanakan aksi tersebut sejak November 2025.

Menurut AKP Anggi, pelaku sengaja membawa kapak dan parang yang telah diasah agar lebih mematikan. Ia juga mempersiapkan senjata tajam tersebut secara khusus sebelum pergi ke kampus UIN Suska. Aksi pembacokan terjadi saat korban sedang menunggu dosen penguji untuk sidang skripsi. Pelaku datang dan langsung melancarkan serangan tanpa ampun.

Sosok Sang Kekasih dan Responsnya

Farradhilla diketahui memiliki kekasih bernama Dwi Ferdiawan. Ferdi, yang bekerja di sektor offshore di Batam, sempat menyampaikan doa serta harapan agar sang kekasih segera pulih dan bisa merayakan Lebaran bersama keluarga. Dalam unggahan di Tiktok, Ferdi menyatakan bahwa ia telah menyiapkan berbagai rencana kebersamaan, termasuk membeli baju baru dan tiket kepulangan.

Namun, beberapa waktu setelah kejadian, Ferdi menghapus semua potret kebersamaan mereka di media sosial. Diduga, ia mengalami syok setelah menerima ribuan pesan dari warganet yang mengirimkan bukti foto mesra sang kekasih dengan pelaku. “Jujur aku gak tahu apa-apa ga tau maksudnya apa kenapa bisa, ada apa bagaimana bisa, jujur bingung asli,” ucap Ferdi.

Penanganan Hukum Terhadap Pelaku

Pelaku kini ditahan di rumah tahanan Polresta Pekanbaru dalam sel terpisah. Ia dijerat dengan Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Namun, kasus ini juga ditambahi dengan pasal perencanaan pembunuhan dan penganiayaan berat, sehingga ancaman hukuman meningkat menjadi 17 tahun.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka. Hasil urine yang diperiksa sebelumnya menunjukkan negatif narkoba. Selain itu, jejak digital tersangka juga sedang ditelusuri untuk memastikan apakah ada hubungan lain dalam kasus ini.

Kondisi Korban dan Perawatan Medis

Pihak rumah sakit memastikan bahwa Farradhilla akan terus mendapatkan perawatan terbaik. Saat ini, kondisi korban stabil dan sadar. Ia tetap dipantau oleh tim dokter spesialis agar proses pemulihan berjalan optimal. Pihak rumah sakit juga akan memberikan perkembangan kondisi pasien secara berkala sesuai kebutuhan medis.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga hubungan asmara dengan bijak. Di tengah duka yang menimpa Farradhilla, kasus ini juga mengundang perhatian publik terhadap peran orang-orang terdekat dalam situasi seperti ini.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *