Pasangan Artis Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Mengikuti Shalat Tarawih Berjamaah
Pasangan artis Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid kembali menjadi sorotan setelah menghadiri shalat tarawih berjamaah bersama para pegawai di rumah. Dalam momen tersebut, Thariq sambil menggendong putranya, Baby Arash, yang masih berusia kecil. Video ini kemudian viral di media sosial dan menimbulkan berbagai tanggapan dari netizen.
Beberapa netizen memuji keluarga kecil tersebut karena tetap menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran, sementara yang lain justru menghujat Thariq karena dinilai mencari perhatian. Hujatan tersebut muncul terkait isu-isu sebelumnya tentang konflik keluarga Thariq dengan Aurel Hermansyah. Beberapa waktu lalu, acara tidak sengaja Baby Arash sempat menjadi perhatian publik karena adanya perbedaan perlakuan saat Geni Faruk berjabat tangan dengan Aurel dan Aaliyah.
Meskipun kejadian tersebut sudah berlalu, netizen masih saja ramai membahasnya melalui media sosial. Termasuk dalam konten terbaru Thariq Halilintar yang membagikan aktivitas shalat berjamaah di rumah bersama istri, anak, dan para pegawai. Dalam video tersebut, Thariq dan Aaliyah tampak melakukan shalat tarawih di rumah tepat pada hari pertama Ramadan.
Caption yang diberikan oleh Thariq menyebutkan, “Masyaallah tabarakallah day 1 Ramadan.” Dalam video tersebut, Aaliyah berbaris di saf perempuan berdampingan dengan pengasuh Arash dan asisten rumah tangga. Sedangkan Thariq berdiri di saf laki-laki bersama pegawainya.
Awalnya, posisi Arash sedang merangkak di sajadah yang dipakai Aaliyah. Keberadaannya membuat Aaliyah sedikit kesulitan saat melakukan sujud. Lalu, terekam momen Thariq Halilintar sedang shalat sambil menggendong Arash. Perbuatan ipar Aurel tersebut menuai beragam tanggapan warganet.
Banyak netizen memberikan komentar positif, seperti:
- @es05: “Thoriq emang sdh siap jadi bapak, bahkan saat ibadah dia faham bagaimana bersikap kepada anaknya yang masih bayi, dengan tetap menjalani ritual ibadah.”
- @bluesky: “Aal ga salah pilih suami.”
- @Mohra Setiawan Mohra: “Ayem tetram trs althor, semoga selalu di berkahi Allah aamin.”
Namun, ada juga netizen yang mengkritik, seperti:
- @Zhi_Shahab: “Kenapa orang sempat ya merekam lagi sholat itu supaya apa ya?”
- @Aleyya: “Apa perlu ada camera?”
- @Kimel: “Kenapa si dikontenin?”
- @Julyeeee: “Biasa biar ap? wkwk.”
Hukum Salat Sambil Gendong Bayi
Ramadan adalah bulan paling ditunggu untuk menambah pahala dalam beribadah. Bagi kaum muslimin dan muslimah yang sudah memiliki bayi, sering kali sulit melaksanakan salat terlebih saat tidak ada orang lain yang bisa menjaganya. Namun, salat tetap bisa dilakukan sambil menggendong bayi.
Menurut Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah, “Salat wanita sambil menggendong anaknya tidak apa-apa bila anaknya dalam keadaan suci dan memang butuh digendong karena mungkin anaknya menangis dan bisa menyibukkan si ibu apabila tidak menggendongnya.”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah salat sambil menggendong cucu beliau Umamah bintu Zainab bintu Rasulullah. Ketika itu, Nabi salat mengimami orang-orang dalam keadaan Umamah digendong beliau. Bila berdiri, beliau menggendong Umamah dan di saat sujud beliau meletakkannya.
Apabila seorang ibu melakukan hal tersebut maka tidak apa-apa, tetapi yang lebih utama tidak melakukannya melainkan jika ada kebutuhan. (Nurun ‘alad Darb, hlm. 17)
Ini merupakan bentuk kasih sayang terhadap anak-anak dan bayi-bayi. Karena apabila mereka menangis sementara seseorang sedang shalat, terkadang tangisan mereka menyibukkan dia dari shalatnya. Allah ta’ala berfirman, “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya,” (Al Ahzab: 4).
Yang harus diperhatikan adalah perkara yang berkaitan dengan syarat kesucian. Bila dia bisa terhindar dari kotorannya, maka tidak mengapa yang demikian. Namun apabila terdapat kotoran padanya, semisal air kencing atau selainnya, maka tidak boleh. Dan kisah Umamah dikemungkinkan bahwa dia dalam keadaan bersih dari najis kencing atau kotoran, sebagaimana yang telah disebutkan oleh para ulama rahimahumullah. (Sumber : Anak Amanah Ilahi karya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri).
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











