"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Puasa bukan hanya tahan lapar, 8 bagian tubuh ini juga perlu dijaga

Perayaan Bulan Ramadhan dan Makna Puasa dalam Perspektif Agama

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ashhad an lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.

Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihī wa aṣḥābihī ajma‘īn.

Ama ba‘du.

Alhamdulillah Bapak ibu saudara yang berbahagia, kita masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia. Alhamdulillah, syukurilah. Mari senantiasa kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah subhanahuwataala. Hingga saat ini kita masih bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang mulia, Bulan Ramadhan yang penuh barokah, Bulan Ramadhan yang penuh dengan ampunan.

Sholawat beserta salam mari kita haturkan kepada baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, serta kita sekalian, ila yaumil akhir.

Bapak ibu jemaah sekalian yang dirahmati Allah, alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Pada Bulan Suci Ramadhan ini, Allah mewajibkan kepada orang-orang yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa atau saum.

Kemudian pada saat ini kita memasuki Bulan Ramadhan, maka ketika orang-orang bergembira menyambut kedatangan Bulan Ramadhan. Kata Rasulullah “barang siapa orang yang bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadhan, baik ketika Rasulullah menyambut kedatangan bulan Ramadhan, maka orang-orang yang dengan sukacita”. Orang-orang yang bahagia menyambut bulan Ramadhan, kata Rasulullah “barang siapa orang yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan” maka diharamkan jasadnya dari api neraka.

Lalu Rasulullah menggambarkan keistimewaan-keistimewaan dalam bulan Ramadhan dalam hadistnya: ditutup pintu neraka artinya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh barokah. Pada bulan itu dibuka lebar-lebar pintu surga, ditutup rapat-rapat pintu neraka, dan dibelenggu segala setan. Dan pada bulan itu ada satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Barang siapa yang dipertemukan dengan kebahagiaan pada malam itu, maka sesungguhnya dia dijauhkan dari kejelekan.

Bapak ibu saudara-saudara yang berbahagia, esensi puasa itu sebenarnya bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja. Sebagaimana jawhari diingatkan Rasulullah, kata Rasulullah “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak memperoleh apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja,”

Maka Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin membagi kriteria-kriteria orang yang berpuasa menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama, kata Imam Al Ghazali, disebut dengan saumul umum atau saumul ‘am, yaitu puasanya kebanyakan orang, yang hanya tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami istri di siang hari, dari terbit fajar sampai terbenam matahari, dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Kemudian kata Imam Al Ghazali, ada lagi tingkatan yang ke-2, yang dikatakan saumul khusus, yaitu puasanya orang-orang khusus. Apa maksudnya? Puasa tingkat ini agak lebih tinggi dari tingkat yang pertama, karena selain menahan lapar dan dahaga serta berhubungan suami istri, anggota tubuh juga ikut berpuasa.

Kata Imam Al Ghazali, ada delapan anggota tubuh yang harus kita jaga. Yang pertama adalah kedua kaki, ketika orang berpuasa menjaga kedua kakinya untuk tidak berjalan menuju tempat-tempat maksiat. Selain kaki, kata Imam Al Ghazali, yang perlu dijaga adalah kedua tangan, agar tidak mengganggu orang lain, tidak menyakiti orang lain, dan tidak mengambil hak milik orang lain.

Yang ke-3, kata Imam Al Ghazali, ketika orang berpuasa, kedua mata dijaga untuk tidak melihat hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang menimbulkan birahi, pornografi dan sebagainya. Selain kedua mata, kata Imam Al Ghazali, yang perlu dijaga adalah kedua telinga, agar tidak mendengarkan hal-hal yang sia-sia, hal-hal yang tidak bermanfaat, mendengarkan orang berkelahi yang tidak ada manfaatnya.

Kemudian hidung juga perlu dijaga, agar tidak kemasukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa atau tidak menggunakan penciuman yang dilarang oleh agama. Setelah itu, kata Imam Al Ghazali, mulut perlu dijaga. Berapa banyak orang yang sanggup menahan makan dan minum, tetapi tidak sanggup menjaga mulutnya untuk tidak menceritakan kejelekan orang lain, tidak membuat berita-berita hoaks, tidak memfitnah dan menggunjing.

Selain mulut, kata Imam Al Ghazali, perut juga perlu dijaga dari makanan yang haram atau yang syubhat. Yang ke-8, kata Imam Al Ghazali, adalah farji atau kemaluan, untuk tidak berhubungan suami istri di siang hari atau digunakan untuk perzinahan.

Bapak ibu saudara-saudaraku yang berbahagia, maka dapatlah kita simpulkan bahwa esensi puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana seluruh anggota tubuh kita ikut berpuasa. Mudah-mudahan puasa kita bermakna, mendapat predikat menjadi orang-orang yang bertakwa. Mudah-mudahan ketika satu Syawal, finalnya kita, kata Rasulullah, “barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni seluruh dosanya, sehingga kita bersih seperti bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunya,”

Mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan kepada kita semua, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan sempurna, dan menjadi orang-orang yang bertakwa.

Jalan-jalan ke rumah Pak Yunan, jangan lupa membawa ikan.

Kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, mohonlah saya dimaafkan.

Putih-putih berseri bunga melati, putih berseri melati tumbuh dekatlah perigi.

Saya Haji Zahirin mohon undur diri, semoga di lain waktu kita bisa berjumpa lagi.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *