"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Identitas Juragan Emas Surabaya yang Rumahnya Digeledah Bareskrim, Kunjungi Toko Setiap 3 Bulan

Penggeledahan Rumah dan Toko Emas Milik Pasutri di Surabaya dan Nganjuk

Bareskrim Polri melakukan penggeledahan intensif terhadap rumah mewah di Surabaya dan Nganjuk, serta Toko Emas Semar yang berada di Pasar Wage. Penggeledahan ini dilakukan terhadap pasangan suami istri (pasutri) dengan inisial TW dan DB, yang diperkirakan berusia sekitar 60-70 tahun. Selama proses penggeledahan, petugas menyita belasan kilogram emas batangan, uang, dokumen, hingga seluruh perhiasan di etalase toko.

Penggeledahan dimulai pada hari Kamis (19/2/2026) pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB. Proses penggeledahan juga dilanjutkan keesokan harinya hingga dini hari. Dalam penggeledahan tersebut, para penyidik Bareskrim Polri mengamankan beberapa kotak wadah yang berisi barang bukti seperti dokumen, surat, uang, transaksi elektronik, dan belasan kilogram emas batangan. Sebelum keluar dari lokasi, para penyidik diperiksa pakaian dan barang bawaannya oleh anggota Propam yang berjaga di teras depan rumah.

Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan bahwa barang bukti yang disita meliputi berbagai dokumen, surat, uang, serta bukti elektronik yang terkait dengan dugaan tidak pidana yang sedang ditangani. Ia menegaskan bahwa emas batangan yang disita mencapai belasan kilogram.

Penggeledahan Toko Emas Semar

Selain menggeledah rumah mewah, penyidik Bareskrim juga melakukan penggeledahan terhadap Toko Emas Semar milik TW. Penggeledahan ini berlangsung hingga Jumat (20/2/2026) pukul 01.30 WIB. Seluruh emas dagangan yang dipajang di etalase toko tersebut diangkut oleh tim penyidik Bareskrim Polri.

Koordinator Pasar Wage Nganjuk, Mulyadi, menjadi saksi dalam penggeledahan tersebut. Ia mengatakan bahwa proses penggeledahan dimulai sejak pagi hingga dini hari. Menurut Mulyadi, barang yang diamankan meliputi seluruh perhiasan emas dan dokumen administrasi toko. Setelah penggeledahan selesai, etalase toko tampak kosong karena seluruh emas dagangan telah diangkut oleh petugas.

Selain itu, polisi juga menggeledah rumah mewah milik juragan emas di Jalan Diponegoro, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.

Sosok Tertutup dan Aktivitas Bisnis

Pasangan suami istri ini dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Hal ini disampaikan oleh seorang tetangga, HN (55), yang mengatakan bahwa keduanya jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Mereka kerap bepergian menggunakan mobil yang dikemudikan sopir pribadi. HN mengungkapkan bahwa mereka jarang berkunjung ke luar rumah dan hanya masuk ke dalam ketika turun dari mobil.

Menurut HN, bangunan rumah tersebut sudah dibeli pasutri tersebut sejak sekitar 10 tahun lalu, senilai sekitar tiga miliar rupiah. Mereka juga membeli bangunan rumah tepat di seberang depan yang difungsikan sebagai area parkir pribadi untuk mobil. Bangunan rumah dua lantai tersebut digunakan sebagai tempat produksi peleburan emas.

HN menyebutkan bahwa terdapat dua orang karyawan yang dipekerjakan oleh pasutri tersebut untuk mengolah emas. Tempat kerjanya berada di area terdalam ruangan rumah tersebut. Menurut HN, rumah tersebut sering menerima tamu yang ingin meleburkan emas menjadi emas batangan dari wilayah lain. Ia mengetahuinya dari kode pelat nomor Polisi pada kendaraan para tamu yang terparkir di rumah tersebut.

Ditanyai apakah pasutri tersebut juga memproduksi perhiasan emas dalam bisnis pengelolaan emas itu, HN menampiknya. Ia menyebut bahwa bentuk produk utamanya adalah emas batangan. Menurutnya, tidak ada karyawan yang bertugas membuat perhiasan, hanya menerima rantakan emas yang kemudian dilebur menjadi batangan.

Jarang Mengunjungi Toko Emas

Terpisah, Koordinator Pasar Wage, Mulyadi, mengatakan bahwa TW dan DB jarang mengunjungi Toko Emas Semar yang berada di Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, pemilik hanya menyambangi toko emas sebanyak sekali setiap tiga bulan. Artinya, TW dan DB hanya mengunjungi toko emasnya sebanyak empat kali dalam setahun.

Mulyadi menambahkan bahwa toko emas milik TW dan DB sudah beroperasi di Pasar Wage sejak lama. Perdagangan di toko emas itu berjalan puluhan tahun. “Sejak Pasar Wage diresmikan pada 1976, toko emas ini sudah beroperasi,” ujarnya.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *