"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Setelah Jakarta, Pemantauan Vaksinasi Dengue Dimulai di Sumsel

Inisiatif Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Palembang

Pemantauan aktif vaksinasi dengue resmi dijalankan di Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, serta Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Tujuan utamanya adalah mencapai target nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

Data dan Target Pemantauan

Berdasarkan data dari tahun 2025, tercatat sebanyak 4.437 kasus dengue dengan 22 kematian di wilayah Sumatera Selatan. Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 968 kasus dan 3 kematian. Anak usia sekolah menjadi kelompok rentan yang menjadi fokus dalam program ini.

Program pemantauan aktif ini menargetkan 7.500 siswa di 60 Sekolah Dasar (SD) yang berada di wilayah kerja 10 Puskesmas. Sebanyak 5.000 anak akan mendapatkan vaksinasi, sementara sisanya akan dipantau secara berkala. Pemilihan Palembang didasarkan pada tingginya angka kejadian dengue di kota tersebut.

Peran Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan masyarakat bahwa dengue bukan hanya penyakit musiman. “Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue,” ujarnya.

Dari data yang dirangkum, dalam lima tahun terakhir, kasus dengue paling banyak terjadi pada kelompok usia 15-44 tahun (42 persen dari total kasus). Sementara itu, dalam tujuh tahun terakhir, kematian dengue paling sering terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun (41 persen dari total kasus).

Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah provinsi terus mendorong pencegahan dengue melalui berbagai upaya seperti 3M Plus, edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan, peran jumantik, dan penggunaan teknologi seperti Ovitrap.

Pendekatan Berbasis Ilmu Pengetahuan

Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, Sp.A (K)., M.Kes., menjelaskan bahwa dengue merupakan penyakit endemis yang sering kali dianggap ringan. “Namun, dalam kondisi tertentu, dengue bisa berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian.”

Menurutnya, persepsi ini masih umum di masyarakat, sehingga pencegahan harus dilakukan secara konsisten. Salah satu metode pencegahan yang efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten.

Selain itu, pendekatan inovatif seperti vaksinasi juga hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya-upaya pencegahan. Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan rantai penularan dengue dapat ditekan secara berkelanjutan.

Kerjasama Internasional dan Nasional

Pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang merupakan bagian dari kegiatan multinegara yang juga dilaksanakan di Thailand dan Malaysia. Di Indonesia, program ini berlangsung di tiga kota, yaitu Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin, selama periode tiga tahun.

Di Palembang, pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan puskesmas setempat. Anak-anak yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi akan dipantau sesuai dengan kesediaan orang tua untuk berpartisipasi.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), Penanggung Jawab Kegiatan Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Nasional, menjelaskan bahwa tujuan dari pemantauan aktif ini adalah memperkuat upaya perlindungan terhadap dengue melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dan berbasis pemantauan kesehatan jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa di luar pemantauan aktif ini, vaksinasi dengue juga telah diberikan pada anak SD di beberapa kota seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Probolinggo, dan Minahasa Utara, atas inisiatif Pemda setempat.

Vaksinasi dengue dinilai sebagai salah satu inovasi di bidang kesehatan yang aman dan efektif dalam mencegah penyakit infeksi berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Orang tua menerima vaksinasi dengan baik, dan hasil dari pemantauan aktif ini sangat dinantikan sebagai dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong “Zero dengue death” di tahun 2030.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *