"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ketua RW Brebes Dibunuh dalam Koper, Pelaku Ditangkap di Majalengka

Penemuan Mayat dalam Koper di Rumah Kosong

Pada Senin (16/2/2026) siang, sebuah kejadian mengerikan terjadi di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Seorang korban ditemukan dalam koper di kamar mandi rumah kosong. Korban diketahui bernama Sapri (67), yang merupakan Ketua Rukun Warga (RW) 02 Desa Pende. Sementara itu, tersangka utama dalam kasus ini adalah Rokib (45), warga Desa Pende yang juga tinggal di rumah tersebut.

Penemuan mayat ini awalnya dilakukan oleh Tarsidi, ayah angkat pemilik rumah, saat ia sedang melakukan pembersihan rumah. Ia mengungkapkan bahwa saat masuk ke dalam rumah, ia mencium bau amis dan merasa merinding. Setelah memeriksa, ia menemukan tangan korban yang terlihat dari dalam koper.

Rokib diketahui telah tinggal di rumah tersebut selama 20 hari. Awalnya, ia hanya tinggal selama dua hari, namun kemudian meminta kunci rumah kepada istri Tarsidi. Diketahui, Rokib dan pemilik rumah, Nur, merupakan pamannya dan keponakannya. Bahkan, Rokib pernah dipercaya untuk menjadi tukang bangunan saat rumah tersebut dibangun. Hal ini membuat warga tidak curiga pada pelaku.

Kejadian Pembunuhan yang Mengerikan

Menurut keterangan RT setempat, Rokib memang tinggal di rumah tersebut selama 20 harian. Ia tinggal di sana sejak istrinya di Majalengka. Rumah tersebut milik keponakan Rokib, yang saat ini bekerja sebagai TKW di Hongkong. Rokib dipercaya menjaga rumah tersebut, sehingga menjadi lokasi pembunuhan.

Setelah melakukan aksi kejinya, Rokib memutilasi korban dan memasukkan jasadnya ke dalam koper. Koper tersebut kemudian disimpan di dalam toilet pada sebuah kamar. Korban dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Minggu (15/2/2026) malam setelah izin kepada keluarga akan menagih utang.

Motif pembunuhan ini terungkap dari pengakuan pelaku. Menurut Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, Rokib mengaku emosi lantaran ditampar korban saat menagih utang. Saat ditagih utang, korban sempat menampar pelaku sehingga tersulut emosi. Kemudian, pelaku mengambil batu yang ada dekatnya dan memukulkan ke bagian kepala, dada, dan tengkuk korban hingga meninggal dunia.

Permintaan Hukuman Mati

Di sisi lain, suasana duka masih menyelimuti rumah duka di Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sanak keluarga korban sedang berkumpul, sementara di sudut lain, suguhan berkat bagi warga yang tahlilan untuk mendoakan korban juga nampak sedang dipersiapkan.

Kartini, anak korban, mengungkapkan bahwa ayahnya memiliki cita-cita untuk memasak daging sapi dan dibagikan kepada keluarga serta tetangga jelang bulan Ramadan. Korban juga sempat mengharapkan bisa berkumpul bersama anak-cucu saat Lebaran mendatang.

Keluarga korban menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatan keji tersebut. Mereka berharap pelaku bisa dihukum mati atau seumur hidup.

Penangkapan Pelaku

Sebelumnya diberitakan, kurang dari 24 jam, polisi berhasil meringkus Rokib (45) dalam pelariannya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Selasa (17/2/2026) dini hari. Pelaku berhasil diringkus Unit Resmob Polres Brebes yang dipimpin Aiptu Titok Ambar Pramono di rumah istri pelaku.

Pelaku merupakan tersangka tunggal yang ditetapkan oleh polisi dalam kasus pembunuhan Sapri (67), warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo yang jasadnya ditemukan di dalam koper pada Senin (16/2/2026). Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku kemudian mengambil HP dan uang milik korban.

Akibat perbuatannya, saat ini pelaku terancam pasal berlapis dengan hukuman penjara maksimal. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, pelaku diamankan di wilayah Majalengka Jawa Barat. Kapolres Brebes mengatakan, “Bahwa ini sudah diterapkan untuk pasal KUHP yang terbaru. Pasal yang diterapkan Pasal 479 tahun 2023 KUHP yang terbaru itu ancaman hukuman 20 tahun penjara. Dan pasal pembunuhannya 458 tahun 2023 ancaman hukumannya 15 tahun, ancaman pasal berlapis.”

Sosok Pelaku yang Meresahkan

Tidak disangka, di balik wajah lugu pelaku, ternyata ia merupakan sosok yang kerap dianggap meresahkan bagi warga sekitar dan keluarga karena sering mengancam menggunakan senjata tajam. Keluarga korban menginginkan pelaku bisa dihukum seberat-beratnya atas perbuatan keji tersebut.




Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *