Kasus Perselingkuhan Oknum Kadus di Mojoagung, Jombang
Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum kepala dusun (kadus) inisial SO di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, telah memicu perhatian masyarakat dan pihak berwajib. Kejadian ini terjadi pada malam hari, tepatnya pada Senin (15/12/2025), di rumah korban. Saat itu, anak dari wanita bersuami tersebut menjadi saksi mata atas kejadian yang mengejutkan.
Kronologis Kejadian
Menurut keterangan dari anak korban, saat kejadian ia sedang berada di rumah bersama adiknya. Mereka mulai curiga ketika mendengar suara dari dalam kamar ibunya. Setelah adik laki-lakinya pulang, mereka memastikan ada seseorang di balik pintu kamar yang terkunci dari dalam. Meski usaha membuka pintu gagal, dari dalam kamar terdengar sang ibu mengaku sedang tidur.
Karena situasi semakin mencurigakan, keluarga kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tak lama berselang, SO keluar dari kamar tersebut dan langsung melarikan diri melalui bagian belakang rumah. Ia sempat hendak diamankan oleh anggota keluarga, namun berhasil lolos.
Bukan Kali Pertama
Suami dari perempuan tersebut menyatakan bahwa dugaan perselingkuhan bukanlah kali pertama terjadi. Namun, baru pada kejadian ini pihak keluarga memiliki bukti kuat sehingga memilih menempuh jalur hukum. “Sebelumnya sudah pernah kami ketahui, tetapi tidak ada bukti. Yang kali ini jelas,” ujar suami si perempuan.
Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut sempat disampaikan kepada kepala desa setempat. Namun karena tidak ada penyelesaian yang tuntas dan justru mendapat respons untuk menempuh jalur hukum, keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang pada 17 Desember 2025.
Laporan Pengaduan
Dalam Laporan Pengaduan Nomor: LP/B/ 436 /XII/2025/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 17 Desember 2025, tentang dugaan terjadinya tindak pidana Perzinahan. Hingga kini, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga korban. Sementara terlapor belum dipanggil secara resmi.
Penjelasan Camat Mojoagung
Camat Mojoagung, Anjik Eko Saputro, mengatakan pihaknya telah memanggil oknum Kepala Dusun berinisial SO untuk dimintai keterangan langsung. Pemanggilan dilakukan di kantor kecamatan sebagai bagian dari fungsi pembinaan terhadap pemerintah desa, menyusul ramainya pemberitaan di masyarakat.
Menurut Anjik, pertemuan tersebut bertujuan menggali kronologi kejadian, memastikan langkah penanganan yang telah dilakukan di tingkat desa, serta memahami alasan persoalan itu berkembang hingga menjadi konsumsi publik. “Yang kami lakukan adalah klarifikasi dan pembinaan. Kami ingin memastikan bahwa setiap aparatur desa memahami batasan etika, norma, dan tanggung jawab moralnya di tengah masyarakat,” ucap Anjik dalam keterangan yang ditulis Tribunjatim.com pada Senin (8/2/2026).
Dalam klarifikasi tersebut, lanjut Camat, yang bersangkutan menyampaikan bantahan atas tudingan perselingkuhan. Namun demikian, pihak kecamatan tidak masuk pada ranah pembuktian, mengingat perkara tersebut telah dilaporkan dan sedang ditangani oleh Polres Jombang.
Penjelasan Kepala Desa
Sementara itu, Kepala Desa Karobelah, Shollahuddin, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan perselingkuhan tersebut. Ia menyebut sejumlah warga sempat mendatangi balai desa untuk menyampaikan aspirasi dan meminta klarifikasi. Menurut Shollahuddin, dugaan peristiwa serupa disebut-sebut telah terjadi lebih dari satu kali.
Informasi tersebut ia peroleh dari keterangan pihak yang mengaku sebagai korban, meski kejadian pertama berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. “Dulu sempat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun kasus yang sama kembali muncul dan kali ini berujung laporan ke pihak berwajib,” ungkapnya.
Penjelasan Polisi
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Satria Ramadhan, membenarkan bahwa laporan tersebut telah ditindaklanjuti. “Sudah naik sidik (penyidikan),” ujarnya singkat saat dikonfirmasi TribunJatim.com pada Kamis (5/2/2026).
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











