Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Cemara Abudenok Masih Berlangsung
Pencarian terhadap korban tenggelam yang diperkirakan hilang di Pantai Cemara Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, masih terus berlangsung. Jorganio Faot alias Dito (15) dilaporkan hilang sejak Minggu (1/2/2026), dan hingga kini belum ditemukan.
Keluarga korban tetap bertahan di lokasi pencarian, melakukan doa dan ritual adat dengan harapan agar Dito dapat segera ditemukan. Proses pencarian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk tim Basarnas, polisi, BPBD, dan para nelayan setempat. Mereka menggunakan perahu karet milik Basarnas serta perahu tradisional nelayan untuk menyisir laut dan area pesisir pantai.
Upaya Pencarian yang Intensif
Meski sudah memasuki hari ketiga, upaya pencarian tidak pernah berhenti. Tim Basarnas, Kepolisian Resor Malaka, Polsek Malaka Barat, serta para nelayan setempat terus bekerja sama dalam proses penyisiran. Mereka menyusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terakhir terlihat.
Severinus Nahak, paman korban, mengatakan bahwa keluarga besar dari Biudukfoho sangat berharap bisa membawa pulang Dito dalam keadaan apa pun. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian. Keluarga korban memilih tetap tinggal di sekitar Pantai Cemara Abudenok dan belum kembali ke kampung halaman.
Menurut Severinus, kronologi kejadian dimulai saat rombongan anak-anak datang untuk berekreasi. Setelah makan siang dan bersiap pulang, sebagian anak meminta izin untuk mandi di laut. Dito disebut menjadi orang pertama yang turun ke pantai, disusul oleh adiknya dari belakang. Namun, tak lama kemudian, peristiwa naas terjadi.
Pengakuan dari Mama Angkat Korban
Mama angkat korban, Etelia Bani, mengungkapkan kesaksiannya dengan penuh emosi. Ia menerima kabar tentang tenggelamnya Dito dari teman-teman korban yang menelepon menggunakan ponsel milik Dito. Saat itu, ia sedang di kebun dan langsung panik mendengar kabar tersebut.
Etelia mengaku langsung pulang dari kebun dan bergegas ke lokasi pencarian. Di jalan, mereka terus berharap Dito bisa ditemukan. Hingga saat ini, keluarga korban tetap berharap pencarian terus dilanjutkan hingga Dito ditemukan, apa pun keadaannya.
Ritual Adat dan Doa
Keluarga korban juga telah melakukan berbagai ritual adat, melibatkan para tetua adat setempat, sebagai bentuk ikhtiar batin agar korban dapat segera ditemukan. Prosesi ritual adat dilakukan di kawasan pesisir pantai oleh para tokoh adat bersama keluarga besar korban.
Di lokasi pencarian, tampak personel Polres Malaka, Polsek Malaka Barat, BPBD Kabupaten Malaka, Tim Basarnas Kupang, serta para nelayan setempat terus bergantian melakukan penyisiran laut. Di area pantai juga telah didirikan sebuah tenda berwarna merah marun bertuliskan ‘Kemensos Selalu Ada’ yang difungsikan sebagai tempat berteduh dan pusat koordinasi selama proses pencarian berlangsung.
Keadaan di Lokasi Pencarian
Pemandangan paling mengiris hati terlihat di bibir pantai, ketika ibu kandung korban bersama adik korban berlutut dan terus menangis sambil meneriakkan nama Dito, sambil memandang laut dengan mata sembab. Tangisan mereka membuat suasana semakin haru, bahkan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi tampak ikut meneteskan air mata.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Keluarga korban hanya memiliki satu harapan yakni agar Jorganio Faot alias Dito dapat segera ditemukan. Sehingga penantian panjang yang penuh duka di Pantai Cemara Abudenok dapat berakhir, dan mereka bisa membawa pulang anak yang mereka cintai ke kampung halaman.











