Penemuan Jenazah Lula Lahfah di Apartemen
Polisi telah mengungkap rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas selebgram Lula Lahfah sehari sebelum ia ditemukan meninggal dunia di apartemennya. Rekaman tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan kasus kematian Lula.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa Lula sempat beraktivitas bersama beberapa temannya, termasuk seseorang dengan inisial VA. Keduanya terlihat keluar dari apartemen menggunakan lift, lalu mengunjungi sebuah kafe di kawasan Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, sebelum kembali ke unit apartemen Lula.
Pada hari yang sama, seorang saksi lain berinisial C juga terlihat keluar dari lantai unit Lula menuju basement. Dari rekaman tersebut, terlihat bahwa Lula dan VA kemudian keluar menuju kendaraan pribadinya. Kendaraan tersebut berwarna hitam dan masih sama dengan dua orang lainnya. Setelah tiba kembali di apartemen, Lula masih bersama VA dan menuju lantai tempat ia tinggal.
Pengobatan di Rumah Sakit
Selain itu, polisi menemukan fakta bahwa Lula sempat menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan. Bukti-bukti ini diperkuat oleh rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit. Informasi ini didapatkan dari keterangan saksi C.
Saat Lula masih dirawat di rumah sakit, seorang asisten rumah tangga bernama A turun ke bawah. Dari keterangan A, ia terlihat mengambil suatu titipan yang ada di lobi. Rekaman CCTV di lobi menunjukkan bahwa A membawa satu bungkusan yang nantinya dapat diidentifikasi.
Setelah Lula kembali ke apartemen bersama saksi C, tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlihat hingga akhir hari tersebut.
Penemuan Jenazah
Keesokan harinya, pagi hari, Lula tidak terlihat melakukan aktivitas rutin seperti biasanya, yaitu olahraga. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari asisten rumah tangga. Upaya membuka pintu unit korban tidak mendapat respons. Petugas keamanan apartemen kemudian memanggil tim engineering untuk membuka pintu secara paksa dengan seizin asisten rumah tangga.
Pada pukul 17.47 WIB, berdasarkan keterangan saksi, kunci kamar dari unit yang ditempati Lula terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa dan menemukan Lula tergeletak membujur kaku.
Pemeriksaan Medis dan Penyelidikan
Sejumlah rekan korban kemudian berdatangan ke unit apartemen. Seorang dokter yang dihubungi oleh pihak keluarga turut melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa Lula telah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Fatmawati.
Berdasarkan keterangan pihak Rumah Sakit Fatmawati, korban dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan napas dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Polisi tidak melaksanakan autopsi karena keluarga korban tidak menghendakinya, serta penyelidik menilai bukti yang ada sudah cukup.
Barang Bukti dan Hasil Penyelidikan
Selain rekaman CCTV, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP yang kemudian diuji di Laboratorium Forensik Mabes Polri. Salah satu barang bukti yang menjadi perhatian publik adalah sebuah tabung berwarna pink. Polisi juga melakukan pemeriksaan DNA dengan melibatkan keluarga korban untuk memastikan kepemilikan barang-barang yang ditemukan di TKP.
Dengan seluruh hasil penyelidikan tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan memutuskan menghentikan penyelidikan karena tidak ditemukan unsur pidana dalam kematian LL. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menimbulkan polemik yang dapat menambah beban keluarga korban.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











