Perubahan Komposisi Pemain Borneo FC di Putaran Kedua Super League 2025-2026
Borneo FC kini menghadapi tantangan baru dalam kompetisi Super League 2025-2026. Setelah memasuki putaran kedua, tim asal Samarinda ini harus beradaptasi dengan komposisi pemain yang tidak lagi sama. Perubahan paling mencolok terjadi di sektor bek kanan setelah Fajar Fathurrahman resmi meninggalkan klub dan bergabung dengan Persija Jakarta, salah satu rival utama dalam perburuan gelar juara musim ini.
Kehilangan Fajar, yang berusia 23 tahun, menjadi duka bagi Borneo FC. Selama ini, ia dikenal sebagai salah satu pilar penting di lini pertahanan Pesut Etam. Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa kehilangan pemain tersebut akan memengaruhi penampilan tim pada putaran kedua.
“Kalau lokal, kita juga kehilangan Fajar itu salah satu pemain inti kita,” ujarnya. Ia menyadari bahwa perubahan komposisi pemain akan berdampak pada performa tim. “Sekarang saya mau bilang ya pasti tim kita akan berbeda karena perubahan pemain-pemain juga,” tambahnya.
Alasan Fajar Pindah ke Persija
Fajar Fathurrahman memilih untuk bergabung dengan Persija Jakarta setelah kontraknya dengan Borneo FC berakhir. Manajemen Borneo FC sempat berupaya mempertahankannya, namun negosiasi antara manajemen dan agen sang pemain tidak berjalan sesuai harapan.
“Ya memang Fajar selesai kontrak dia, begitu dia selesai kontrak dengan Borneo saya sudah tahu bahwa dia cuma separuh musim bisa di sini,” jelas pelatih asal Brasil itu. Ia menambahkan, “Kami coba juga pertahankan dia tapi negosiasi mereka (manajemen dan agen) gagal, kemudian dia pilih ke Persija.”
Meski kehilangan Fajar, Fabio Lefundes tetap fokus pada Borneo FC dan langkah-langkah yang harus diambil tim ke depan. “Jadi saya fokus di Borneo saja, sekarang kami harus cari solusi buat dapat pengganti dia,” katanya. Ia juga menyinggung tantangan yang akan dihadapi Fajar di klub barunya, terutama dalam persaingan memperebutkan posisi utama.
“Dan dia juga harus bersaing dengan beberapa pemain di sana (Persija) supaya bisa bermain,” imbuhnya.
Strategi Transfer yang Realistis
Fabio Lefundes menegaskan bahwa strategi transfer Borneo FC pada putaran kedua harus dilakukan secara realistis dan terukur. Faktor anggaran menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh tim pelatih dan manajemen.
“Kalau kami mau membawa pemain baru di putaran kedua, harus ada pemain yang dilepas. Itu juga sangat berkaitan dengan keuangan tim, karena kami tidak bisa mendatangkan pemain jika anggarannya tidak mencukupi,” tuturnya. Dalam kondisi tertentu, opsi peminjaman pemain dengan skema pertukaran dinilai menjadi alternatif paling masuk akal untuk menjaga keseimbangan tim.
Lefundes mengakui bahwa anggaran klub tidak termasuk yang terbesar di kompetisi, namun juga tidak berada di level terbawah. “Kami harus cerdas supaya ke depannya tidak ada kendala soal finansial,” katanya. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan klub-klub papan atas lain yang memiliki kekuatan dana lebih besar. Namun, ia menilai pencapaian Borneo FC sejauh ini tetap kompetitif.
“Tapi hasilnya tetap sama, kami masih di peringkat kedua, hanya terpaut satu poin dari Persib,” sambungnya.
Tetap Kompetitif di Tengah Persaingan Papan Atas
Fabio Lefundes menyatakan komitmen tim untuk terus berjuang hingga kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini berakhir. Ia juga menyoroti peran penting suporter dalam mendukung perjalanan tim, khususnya saat laga kandang di Stadion Segiri Samarinda.
“Kehadiran mereka membantu kami, termasuk dari sisi finansial, dan itu sangat penting untuk perkembangan tim ke depan,” ujar mantan pelatih Madura United dan Persita Tangerang itu. Ia menegaskan bahwa tim harus mengatur skuad dengan cara yang berbeda di putaran kedua.
“Kami berpikir, bahwa lebih baik kita mengatur skuad dengan cara yang berbeda di putaran kedua. Dan untuk membawa pemain baru, kami harus memiliki bujet yang cukup,” imbuhnya. Lefundes mengaku bangga dengan pencapaian tim sejauh ini yang mampu bersaing dengan klub-klub lain yang punya otot finansial lebih kuat.
“Kebenarannya adalah bahwa tim-tim yang berada di atas, menghabiskan lebih banyak daripada kami. Tapi, kami menyelesaikan putaran pertama dengan ada di posisi kedua,” kata Fabio Lefundes.
Dinamika Persaingan di Papan Atas
Terkait persaingan di papan atas Super League 2025-2026, Lefundes menilai situasi masih sangat dinamis. “Tapi selama kompetisi ini mungkin ada yang bisa naik, ada yang bisa turun juga. Ya, kita masih punya 17 pertandingan semoga kami bisa selesaikan kompetisi di posisi terbaik,” pungkasnya.
Kini Borneo FC dijadwalkan membuka putaran kedua dengan menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026) sore. Tim beralias Pesut Etam kini berada di posisi kedua klasemen sementara Super League, terpaut satu poin dari Persib Bandung.











