Dua Personel Polsek Cisarua Gugur Saat Bantu Evakuasi Longsor di Bandung Barat
Dua personel kepolisian dari Polsek Cisarua, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, gugur saat menjalankan tugasnya dalam proses evakuasi bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Insiden ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sore di Jalan Cimeta, tepatnya di Kampung Cimeta, RT 03 RW 09, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua.
Kedua anggota polisi tersebut meninggal dunia setelah sepeda motornya terjepit antara dua truk milik TNI di jalur evakuasi sempit. Kejadian ini terjadi saat mereka sedang menuju lokasi bencana untuk membantu penanganan korban. Menurut informasi yang diperoleh, motor korban melaju beriringan dengan sebuah truk TNI yang sedang melakukan latihan. Di jalur menurun dan sempit, truk di depan tiba-tiba berhenti, sementara truk belakang gagal menghindar, sehingga terjadi tabrakan beruntun.
Proses Evakuasi yang Terkendala
Insiden ini menyebabkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan sulit dijangkau karena medan yang curam. Hal ini memperlambat proses evakuasi korban. Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Yudha Satyo Raharjo, mengonfirmasi bahwa kedua personel tersebut meninggal akibat luka parah setelah terjepit beban berat kendaraan militer tersebut.
Selain itu, proses evakuasi juga menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai angin kencang membuat kondisi di lokasi menjadi tidak aman bagi petugas. Aliran air dan material longsoran yang masih bergerak juga menyulitkan penggunaan alat berat.
Korban Bencana Tanah Longsor
Tanah longsor yang terjadi di wilayah Bandung Barat menewaskan 10 orang, dengan puluhan lainnya masih dalam pendataan. Total korban mencapai 113 orang dari 34 kepala keluarga yang terdampak. Sejauh ini, 23 orang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 80 orang warga masih dinyatakan hilang.
Bencana ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pukul 02.00 WIB, ketika material tanah yang bercampur air deras dari lereng Gunung Burangrang menerjang pemukiman warga secara mendadak. Saat kejadian, sebagian besar penduduk sedang tidur, sehingga banyak korban yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Penghargaan atas Dedikasi Personel Polisi
Kapolri memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta kepada kedua personel yang gugur sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam misi kemanusiaan. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Setiawan, menegaskan bahwa kedua anggota tersebut gugur dalam tugasnya.
Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan secara militer pada Sabtu malam serta Minggu pagi. Sementara itu, Polda Jawa Barat bersama Polisi Militer akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aspek teknis kendaraan dan prosedur konvoi kendaraan berat di lokasi bencana guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
Dugaan Prajurit TNI Hilang
Di tengah proses pencarian korban, muncul dugaan bahwa 23 prajurit TNI hilang setelah bencana longsor. Kodam III/Siliwangi, yang bertugas menjaga pertahanan di wilayah Jawa Barat dan Banten, masih melakukan pengecekan terkait dugaan tersebut. Kolonel Inf Mahmuddin, Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, mengatakan bahwa informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kendala Tim SAR dalam Evakuasi
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafii mengungkapkan bahwa proses evakuasi korban bencana longsor menghadapi kendala utama berupa cuaca ekstrem dan kondisi material longsoran yang masih berbentuk lumpur. Ia menyebutkan bahwa cuaca menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi evakuasi.
Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan, meski kondisi di lokasi tetap memprihatinkan. Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penggunaan alat berat dan perahu karet. Namun, hujan deras dan aliran air yang masih mengalir menghambat kemampuan tim untuk bekerja secara optimal.
Kesimpulan
Peristiwa gugurnya dua personel polisi saat membantu evakuasi bencana longsor di Bandung Barat menjadi peringatan penting tentang risiko yang dihadapi para petugas dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, bencana ini juga menunjukkan betapa pentingnya persiapan dan koordinasi antara berbagai pihak dalam menghadapi bencana alam. Dengan upaya maksimal dari semua pihak, harapan untuk menemukan korban yang hilang dan memberikan bantuan kepada korban tetap terus diupayakan.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











