"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Fakta Aksi Meresahkan Oknum TNI di Talaud: 6 Korban, Bukan Kali Pertama

Aksi Meresahkan Oknum TNI di Kepulauan Talaud

Beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Sejumlah oknum TNI dilaporkan melakukan aksi yang meresahkan warga setempat. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran dan protes dari masyarakat, serta memicu penanganan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Dampak yang Membawa Korban

Dalam insiden tersebut, sebanyak enam orang warga menjadi korban. Salah satu korban adalah seorang guru yang dikenal baik dan ramah. Ia mengalami luka cukup parah, termasuk pembengkakan pada mata sebelah kanan dan luka goresan di bagian belakang tubuh. Guru tersebut diketahui sedang memancing di Pelabuhan Melonguane saat kejadian terjadi.

Korban awalnya hanya satu orang, tetapi kemudian lima warga lainnya yang datang untuk menanyakan kejadian justru ikut menjadi korban. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan oknum TNI tidak hanya berdampak pada satu individu, tetapi juga melibatkan banyak pihak.

Pengaruh Minuman Keras

Berdasarkan informasi yang didapat, aksi meresahkan ini dipicu oleh oknum TNI yang diduga dalam pengaruh minuman keras. Warga menyebutkan bahwa perilaku mereka sering kali muncul saat ada acara di wilayah tersebut. Menurut sumber yang tak ingin disebutkan identitasnya, ini bukanlah kejadian pertama, melainkan sudah yang ke-12 kalinya.

“Ini sudah yang ke-12 kali mereka sering mabuk dan bikin keributan. Setiap ada acara di Melonguane, oknum-oknum ini pasti bikin kacau,” ujar sumber tersebut. Meski beberapa kali terjadi, kejadian kali ini dinilai terlalu berlebihan hingga memicu reaksi keras dari warga.

Aksi Spontan Warga

Setelah kejadian, ratusan warga setempat menggelar aksi spontan sebagai bentuk protes. Mereka berkumpul di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane untuk menyampaikan keluhan mereka. Aksi ini menunjukkan betapa marahnya masyarakat terhadap tindakan oknum TNI yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Selain itu, polisi juga turun tangan. Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.IK., M.H. membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari masyarakat dengan jumlah pelaku yang dilaporkan sebanyak enam orang.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula pada Kamis (22/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, korban sedang memancing di Pelabuhan Melonguane. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk. Korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Merasa resah, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel. Namun, karena merekam, korban langsung dipukul dan dikeroyok sampai jatuh. Kejadian ini kemudian memicu kemarahan warga setempat.

Pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali. Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

Penjelasan Danlanal Melonguane

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.

“Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban dan semuanya telah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara. Ia menegaskan bahwa pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *