"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Ucapan Hormat untuk Bidan Yustina Gunu Leton, Nakes di Flores Timur NTT

Cerita Tragedi Heroik Bidan Yustina Gunu Leton di NTT

Dalam minggu ini, dunia jagad maya di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores Timur, dihebohkan oleh berita tentang tragedi heroik seorang bidan bernama Yustina Gunu Leton. Peristiwa ini menunjukkan betapa besar dedikasi dan pengorbanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

dr. Ignatius Henyo Kerong, seorang pemerhati masalah kesehatan di NTT, menyampaikan bahwa “Good Intuitive Judgement” adalah sebuah keistimewaan yang dimiliki oleh tenaga kesehatan. Kemampuan ini memungkinkan mereka mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, terutama dalam situasi darurat. Ini bukan sekadar firasat, melainkan hasil dari pengalaman klinis yang mendalam serta rasa peduli yang besar terhadap pasien.

Yustina, yang dikenal sebagai seorang bidan yang sangat berkomitmen pada janji baktinya, akhirnya meninggal setelah menunaikan tugasnya untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Ia merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, namun kecelakaan yang terjadi mengakhiri hidupnya. Kini, ia telah berpisah dari keluarganya, suami, anak, dan rekan-rekannya, serta ditangisi oleh banyak ibu yang pernah menerima pelayanan tulus darinya.

Di Flores Timur, terdapat beberapa inisiatif dan inovasi dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang patut diacungi jempol. Contohnya adalah 2H2 dan PKIA (Pekan Keselamatan Ibu dan Anak), yang merupakan bentuk mobilisasi masyarakat agar ikut aktif dalam memastikan keselamatan ibu selama kehamilan dan persalinan. Sejak kepemimpinan dr. Yosef Usen Aman, inisiatif ini terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, saya pernah ikut menempelkan stiker dan menaikkan bendera P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) saat PKIA tingkat Kecamatan Titihena di Lato, yang dipimpin oleh Camat Titihena. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Apa Itu Good Intuitive Judgement?

Good Intuitive Judgement sering disebut sebagai “clinical good feeling”, yaitu kemampuan mengambil keputusan secara cepat tanpa penalaran analitis yang lambat. Keputusan ini selalu berpusat pada keselamatan pasien. Ini bukan sekadar firasat, tetapi kemampuan istimewa yang diperoleh melalui pengalaman klinis yang mendalam dan rasa peduli yang luar biasa.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Good Intuitive Judgement dianggap sebagai sebuah privilige:

  • Mengapa ini dianggap privilege: Privilige ini merupakan hasil dari pengalaman intensif. Intuisi tidak dimiliki oleh pemula. Ia merupakan hasil dari ketekunan dan jam terbang yang tinggi, di mana nakes telah menghadapi berbagai pengalaman klinis sehingga otak mampu mengenali masalah secara bawah sadar dan motorik dapat mengeksekusi dengan tindakan yang cepat dan tepat. Dalam situasi darurat, intuisi yang baik memungkinkan kita mengambil keputusan cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa. Deteksi dini yang halus juga sering kali menjadi indikasi adanya perburukan pada pasien, sehingga tindakan segera dapat diambil.

  • Keunggulan Intuitive Judgement dalam Pelayanan:

  • Pengenalan pola, di mana nakes dapat menghubungkan berbagai isyarat klinis kecil seperti perubahan ekspresi, nada suara, atau sedikit perubahan perilaku pasien menjadi pengalaman utuh mengenai kondisi pasien.
  • Kreativitas dan fleksibilitas, di mana dalam kasus kompleks, intuisi membantu dokter atau bidan menemukan solusi kreatif untuk mengambil keputusan cepat, misalnya dengan keputusan segera merujuk.
  • Efisiensi biaya, di mana dengan pengenalan dini dan akurat, nakes dapat menghindari prosedur yang tidak perlu sehingga mengurangi beban biaya yang tidak perlu.

  • Good Intuitive Judgement bukan pengganti bukti ilmiah: Dalam praktek, harus sinergi dengan praktik berdasarkan bukti akurat (evidence based practice). Intuisi hanya bisa menjadi pendukung, bukan pengganti.

Ilustrasi Sederhana Mengenai Good Intuitive Judgement

Untuk menjelaskan konsep ini dengan lebih sederhana, mari kita bayangkan sebuah cerita. Ada seorang ibu di kampung dengan anaknya yang masih duduk di bangku SD. Suatu sore, ibu ini bertanya kepada anaknya: “No, mama lihat No ada pikir apa; apa ada kesulitan di sekolah?” Anak itu kaget karena belum menyampaikan kesulitannya, tetapi ibunya sudah menanyakan apa yang dia butuhkan.

Setelah diberi tahu bahwa anaknya sedang kesulitan karena bukunya basah akibat hujan, ibu itu mulai berpikir. Ia memiliki uang yang sebenarnya ingin digunakan untuk membeli bedak untuk Natal dan tahun baru. Namun, ia memutuskan untuk membeli bedak yang lebih murah agar bisa menyisihkan lima ribu rupiah untuk membeli buku anaknya.

Inilah contoh dari Good Intuitive Judgement seorang tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan untuk menyelamatkan pasiennya.

Kenangan untuk Bidan Yustina

Bidan Yustina Gunu Leton kini telah tiada. Hari ini, ia diantar oleh suami, anak, keluarga, sejawat nakes, pemerintah, dan masyarakat, terutama para ibu dan bayi yang telah merasakan belaian kasihnya saat ia membimbing ibu-ibu untuk sabar dan melahirkan bayinya dengan selamat.

Ia mungkin sering menyebabkan suami atau anaknya kesal karena sepertinya ia lebih mengutamakan “orang lain” daripada mereka. Namun, hari ini, ia telah tuntas menjalankan baktinya sebagai seorang bidan sesuai janji baktinya saat mengangkat sumpah. Semoga Allah, Tuhan Sang empunya kehidupan, menerima engkau di Surga Abadi.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *