"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Warga Pulosari Tewas Terseret Banjir Bandang

Banjir Bandang Melanda Lima Desa di Pemalang

Banjir bandang yang berasal dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Slamet melanda lima desa di Kecamatan Pulosari dan Moga, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (23/1/2026) malam hingga Sabtu (24/1/2026) dini hari. Bencana ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah, termasuk merusak jembatan, rumah warga, serta menelan satu korban jiwa.

Material batu, kayu, dan pepohonan terbawa arus Kali Loso dan Kali Penakir, hingga ke wilayah Moga. Camat Pulosari, Arif Sengaja, menyebut tiga desa paling terdampak: Desa Penakir, Nyalembeng, dan Gunungsari. Saat ini, petugas gabungan dari SAR, TNI, Polri, dan BPBD Pemalang tengah melakukan evakuasi dan pembersihan material.

Kapolres Pemalang, Rendy Setia Permana, menjelaskan bahwa hujan lebat selama dua hari terakhir disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan Belik dan Watukumpul sehingga akses jalan terganggu. Luapan Kali Soso dan Kali Penakir merusak beberapa jembatan dan rumah warga.

Di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, banjir bandang menerjang permukiman pada Jumat malam. Bencana ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Gintung meluap, menelan satu korban jiwa. Korban meninggal adalah Tanto (35), warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.

Sebelumnya, jenazah korban ditemukan dalam kondisi terhanyut dan tersangkut di ranting-ranting di tepian Sungai Tetep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal banjir bandang. “Korban diduga kuat terseret arus saat banjir bandang melanda akibat tingginya debit sungai,” ujar Kapolsek Moga, AKP Ciptanto, Sabtu.

Luapan Sungai Gintung yang berhulu di lereng Gunung Slamet itu membawa arus deras disertai material kayu dan batu. Air bah menghantam rumah-rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai. Dari video warga yang beredar, terlihat banjir bandang datang secara tiba-tiba dengan arus kuat. Sejumlah bangunan tampak rusak akibat dihantam material yang terbawa banjir.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jateng, Armin Nugroho, mengatakan bahwa banjir bandang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulosari dan Moga, sejak Jumat pukul 17.30 hingga Sabtu pukul 03.30. Bencana itu melanda empat desa, yakni Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga.

“Banjir bandang menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, serta infrastruktur penghubung antardesa. Selain itu, terdapat korban jiwa dan luka,” tutur Armin, Sabtu. Dia mengungkap satu orang meninggal akibat bencana tersebut. Lalu, dua orang mengalami luka berat serta sekitar 22 orang luka ringan. Saat ini, sebanyak 119 warga dilaporkan terpaksa mengungsi.

Di samping itu, banjir juga merusak empat rumah warga dan satu fasilitas ibadah. Dua jembatan penghubung desa dilaporkan terputus dan Jembatan Sungai Reas rusak. Armin menyebut hingga Sabtu siang, kondisi di Kecamatan Pulosari masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kabut tebal dan angin. “Para pengungsi saat ini masih berada di Kantor Kecamatan Pulosari,” imbuhnya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca masih belum stabil,” tuturnya.

Banjir Brebes

Sementara itu, banjir bandang dari Gunung Slamet juga terjadi di Brebes. Hujan deras yang menerjang wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, pada Jumat, memicu banjir bandang di Kecamatan Bumiayu. Banjir dari luapan Sungai Kalikeruh bahkan menghanyutkan tiga rumah, merendam kawasan permukiman warga, hingga menggerus ruas jalan kabupaten.

Sebelumnya, banjir bandang juga menerjang Kecamatan Bumiayu, pada 9 November silam. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, mengatakan ada tiga desa di Kecamatan Bumiayu yang mengalami dampak paling parah, yakni Desa Penggarutan, Adisana, dan Dukuhturi. “Dua tembok rumah warga lain bahkan jebol diterjang banjir bandang hingga harus mengungsi,” ujar Wibowo, Sabtu.

Selain itu, kata Wibowo, sebuah motor milik warga Buniwah, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, yang melintas di jalan provinsi hanyut ke Kali Onje. “Belasan rumah warga yang terdampak banjir bandang saat ini masih kami inventarisasi,” terangnya. Wibowo juga menyebut, di Dukuh Glempang, Desa Adisana, beberapa rumah juga rusak akibat luapan Kali Reong. Selain itu, jalan kabupaten ruas Adisana-Cilibur tergerus banjir bandang.

“Talut penahan jalan dimensi panjang kurang lebih panjang 30 meter dan tinggi 5 meter juga rusak,” terangnya. Sementara di Desa Penggarutan, banjir disebabkan luapan Kali Keruh. Luapan sungai ini masuk ke pemukiman warga di RT 01, 02, dan 04 RW 01 Dukuh Penggarutan. Kemudian di Desa Dukuhturi, tiga rumah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Keruh, tepatnya RT 01 dan 05 RW hilang terbawa arus deras. Belasan lainnya mengalami rusak akibat banjir ini.

“Paling para luapan Kali Keruh karena ada belasan rumah rusak dan ada yang hanyut terbawa arus,” imbuhnya.




Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *