"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Tangan tergeletak di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Tim SAR Gabungan Temukan Potongan Tubuh Diduga Tangan Korban Pesawat ATR 42-500

Tim SAR gabungan telah menemukan potongan tubuh yang diduga merupakan tangan korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Penemuan ini terjadi setelah beberapa hari pencarian intensif yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait.

Penemuan Jasad dan Pencarian Korban

Dari total 10 korban yang hilang dalam kecelakaan tersebut, dua jasad utuh telah ditemukan dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Jakarta. Deden Maulana, seorang penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, telah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga mereka.

Proses pencarian masih berlangsung untuk mencari tujuh korban lainnya yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus bekerja keras di wilayah pegunungan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan bantuan peralatan darat dan udara.

Penemuan Potongan Tangan

Pada Rabu (21/1/2026) malam, tim SAR gabungan menemukan potongan tangan manusia di lokasi kejadian. Potongan tangan ini diduga milik salah satu korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500. Penemuan ini terjadi sekitar 170 meter dari posisi korban pertama yang ditemukan.

Menurut Kolonel Inf Abi Kusnianto, Asisten Perencanaan dan Pengendalian Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, penemuan tersebut dilakukan setelah dilakukan pengecekan secara visual di lapangan. Tim memastikan bahwa bagian tubuh tersebut adalah bagian dari korban dan kemudian diserahkan ke tim DVI (Disaster Victim Identification).

Potongan tangan tersebut tiba di pos DVI Biddokkes Polda Sulsel pada malam hari. Dalam rilis resmi Basarnas Makassar, body part korban serta sejumlah barang milik korban ditemukan di area pencarian wilayah pegunungan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Lokasi Penemuan dan Tantangan Pencarian

Lokasi penemuan berada di kawasan perbukitan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur. Wilayah ini memiliki kontur lereng curam, vegetasi rumput dan semak, serta sering diselimuti kabut tebal.

Secara geografis, lokasi kejadian berada sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Makassar. Sementara itu, jaraknya diperkirakan sekitar 26 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dengan arah utara, timur laut dari bandara.

Proses Identifikasi dan Pengamanan Barang

Selain temuan body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban. Di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.

Semua barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur, dan selanjutnya diserahkan kepada RS Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

Operasi SAR Masih Berlanjut

Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa fokus utama operasi ini adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur.

Kronologi Hilang Kontak

Pesawat ATR 42-500 lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada pukul 08.00 WIB. Setelah melakukan penerbangan normal, pesawat melakukan kontak dengan Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center pada pukul 11.23 WIB. Namun, setelah instruksi koreksi posisi diberikan, komunikasi suara dan pantauan radar terhadap pesawat tiba-tiba terputus di koordinat 4° 57′ 8″ LS dan 119° 42′ 54″ BT.

Basarnas Makassar berhasil menemukan puing-puing badan pesawat yang diduga milik ATR 42-500 pada Minggu (18/1/2026) pagi mulai pukul 07.46 WITA.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *