"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pesawat ATR 42-500 Alami Gangguan, Keluarga Korban Menanti dengan Cemas

Kondisi Mesin Pesawat ATR 42-500 yang Mengalami Gangguan

Pada Jumat, 16 Januari 2026, mesin pesawat ATR 42-500 mengalami gangguan sebelum pesawat jatuh di kawasan Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Gangguan tersebut terlihat sebelum pesawat lepas landas dan telah diperbaiki oleh pihak perusahaan. Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, menyatakan bahwa masalah teknis pada pesawat tersebut terjadi pada hari Jumat dan telah diperbaiki sebelum penerbangan.

Pesawat yang terbang dari Halim Perdanakusuma menuju Yogyakarta dikonfirmasi dalam kondisi normal saat lepas landas. Pemeriksaan awal dilakukan sebelum penerbangan resmi, sehingga tidak ada masalah selama perjalanan dari Halim Perdanakusuma ke Yogyakarta. Edwin menegaskan bahwa masalah yang muncul telah diperbaiki dan diuji, serta tidak ada kendala selama perjalanan.

Kejadian Pesawat Hilang Kontak

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (AT) yang terbang dari Yogyakarta ke Makassar hilang kontak pada pukul 13.17 WITA. Dalam pesawat tersebut, diperkirakan terdapat 11 orang, termasuk delapan kru dan tiga penumpang. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian, dan telah menemukan serpihan pesawat serta satu korban yang belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk.

Keluarga Korban Menanti dengan Cemas

Mukhsin, seorang lansia berusia lebih dari 60 tahun, menunggu kabar tentang anaknya, Deden Maulana, yang menjadi salah satu penumpang pesawat tersebut. Deden merupakan salah satu pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ikut dalam penerbangan. Mukhsin terus berharap adanya mukjizat agar sang anak selamat.

Hingga Minggu siang, Mukhsin belum mendapatkan kabar apa pun dari tim SAR dan tim gabungan. Ia berharap adanya keajaiban dari Allah agar Deden bisa segera ditemukan. Hingga saat ini, keluarga belum memasang bendera kuning sebagai tanda kematian karena masih menunggu kepastian dari tim pencarian.

Perbedaan Nama Kru Pesawat

PT Indonesia Air Transport (IAT) mengungkapkan adanya perbedaan jumlah dan nama-nama kru pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Direktur Utama PT IAT Tri Adi Wibowo menyatakan bahwa terdapat tujuh kru pesawat yang bertugas dalam penerbangan tersebut. Ini berbeda dengan daftar Passenger Manifest yang beredar.

Nama-nama kru yang disebutkan oleh Tri antara lain Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita, dan satu nama lain yang belum disebutkan. Beberapa nama kru tidak tercantum dalam manifest, seperti Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, dan Junaidi. Tri tidak menjelaskan alasan perbedaan tersebut.

Total 10 Kru dan Penumpang

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa menyebut jumlah kru dan penumpang dalam pesawat ATR 42-500 sebanyak 10 orang. Captain Sukardi tidak ikut dalam penerbangan, sehingga jumlah penumpang hanya 10 orang. Selain tujuh kru IAT yang bertugas, terdapat tiga pegawai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono merincikan nama-nama pegawai tersebut, yaitu:
* Analis Kapal Pengawas Ferry Irawan
* Pengelola Barang Milik Negara Deden Mulyana
* Operator Foto Udara Yoga Naufal

Ketiga pegawai ini melakukan penerbangan dalam rangka pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara (air surveillance) di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Satu Korban Ditemukan

Satu dari 10 korban penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026). Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan bahwa informasi penemuan korban diterima melalui komunikasi radio dari tim SAR gabungan yang berada di Posko Tompo Bulu.

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya serpihan pesawat di puncak Gunung Bulusaraung. Saat ini, tim SAR sedang berupaya mengevakuasi korban ke Posko AJU di Tompo Bulu. Pihak keluarga korban telah diminta sampel Disaster Victim Identification (DVI) guna mempermudah proses pencocokan DNA.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *