"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

GEN-A dan CPMH UGM Berikan Dignity Kit, Jaga Martabat Saat Bencana

Kolaborasi CPMH UGM dan GEN-A dalam Penyaluran Dignity Kit untuk Penyintas Bencana Aceh

Dalam situasi darurat bencana, perhatian publik sering terfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air, dan tempat berlindung. Namun, di balik kebutuhan tersebut, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting: menjaga martabat penyintas, terutama perempuan dan anak-anak. Inisiatif ini menjadi landasan bagi Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) dalam menyalurkan dignity kit kepada penyintas bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, dengan penyaluran tahap pertama dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya pada 27 Desember 2025. Selanjutnya, bantuan diberikan di wilayah Aceh Utara pada 2 Januari 2026 dan Aceh Tamiang pada 4 Januari 2026. Tahap terbaru dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan penyaluran 45 paket dignity kit di Dusun Meunasah Lhoknga dan Gampong Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Bantuan diserahkan langsung ke tenda-tenda keluarga penyintas dan rumah warga terdampak, serta sebagian kecil melalui posko pengungsian, agar dapat mencapai mereka yang paling membutuhkan—khususnya perempuan dan anak perempuan. Setiap paket dignity kit berisi perlengkapan kebersihan dan perawatan diri, seperti ember, pembalut, sabun, sampo, sikat dan pasta gigi, pakaian dalam, serta kebutuhan dasar lainnya seperti senter, gunting kuku, dan kain sarung.

Integrasi Layanan Kesehatan dan Pendampingan Psikososial

Penyaluran dignity kit tidak dilakukan sebagai kegiatan tunggal. Tim di lapangan mengintegrasikannya dengan pelayanan kesehatan umum, home visit, serta perawatan luka bagi warga yang belum dapat mengakses fasilitas kesehatan akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan transportasi. Selain itu, pendampingan psikososial anak juga menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan, melalui aktivitas bermain, menggambar, dan bercerita untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi dan mengurangi dampak stres pascabencana.

Kepala Pusat Kajian Kesehatan Mental Masyarakat (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, Diana Setyawati, S.Psi., M.HSc., Ph.D., Psikolog, menegaskan bahwa dignity kit memiliki peran penting dalam pemulihan kesehatan mental penyintas. “Dalam situasi bencana, penyintas sering kehilangan kontrol atas tubuh dan ruang pribadinya. Dignity kit membantu mengembalikan rasa aman, harga diri, dan kendali personal, terutama bagi perempuan dan remaja putri,” ujarnya.

Menurutnya, pemulihan psikologis tidak dapat dilepaskan dari pemenuhan kebutuhan dasar yang bersifat personal. “Ketika kebutuhan kebersihan dan perawatan diri terpenuhi, penyintas memiliki fondasi yang lebih kuat untuk pulih secara emosional dan mental.”

Pendekatan Humanis dan Berkelanjutan

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) GEN-A, dr. Intan Qanita, menjelaskan bahwa penyaluran dignity kit ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang lebih luas. “Aksi kemanusiaan GEN-A telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak bencana melanda. Kami telah menjangkau wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang dengan berbagai layanan, mulai dari pelayanan medis dasar, penyaluran logistik, pendampingan psikososial, hingga pendampingan percepatan pemulihan desa,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan terpadu tersebut penting agar pemulihan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, mental, dan ketahanan komunitas dalam jangka menengah hingga panjang.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan bahwa dignity kit memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar paket bantuan. “Dignity kit bukan hanya tentang barang, tetapi tentang menjaga martabat penyintas. Ketika kebutuhan personal perempuan dan anak terpenuhi, mereka merasa lebih aman, lebih dihargai, dan proses pemulihan psikologis dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan yang bergerak bersama GEN-A di lapangan maupun di posko, serta para donatur yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan. Nama-nama mereka mungkin tidak bisa kami sebutkan satu per satu, tetapi kontribusi mereka sangat berarti bagi keberlangsungan aksi kemanusiaan ini,” kata Imam.

Harapan untuk Pemulihan yang Lebih Baik

Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, CPMH Psikologi UGM dan GEN-A berharap respons bencana di Aceh dapat berjalan lebih manusiawi, sensitif terhadap kebutuhan khusus penyintas, dan berkelanjutan. Pendekatan yang memadukan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial diharapkan mampu mempercepat pemulihan penyintas sekaligus memperkuat ketangguhan komunitas dalam menghadapi bencana di masa depan.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *