Kronologi Kehilangan Kontak Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang diterbangkan oleh maskapai Indonesia Air Transport (IAT) mengalami kehilangan kontak setelah keluar dari jalur pendekatan Bandara Sultan Hasanuddin. Peristiwa ini terjadi saat pesawat sedang melakukan penerbangan rutin dari Yogyakarta menuju Makassar. Kejadian tersebut memicu kepanikan dan perhatian publik, serta memicu tindakan darurat dari otoritas penerbangan.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pukul 08.08 WIB pagi hari. Dalam penerbangannya, pesawat membawa tiga penumpang dan tujuh kru, termasuk Kapten Andy Dahananto sebagai Pilot in Command. Pada pukul 04.23 UTC (11.23 WIB), pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21. Namun, dalam proses pendekatan tersebut, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya.
Setelah menerima instruksi ulang dari ATC, komunikasi dengan pesawat terputus. Sebagai respons, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA sesuai dengan prosedur yang berlaku. Langkah-langkah darurat segera diambil, termasuk koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat dan Kepolisian Resor Maros.
Pengalaman Warga Terkait Ledakan
Warga Maros mengaku mendengar ledakan pada siang hari, yang awalnya membuat mereka mengira ada orang meninggal. Nur Aulia, warga Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Kabupaten Maros, mengatakan bahwa ia awalnya mengira ada orang yang meninggal karena ramainya situasi di wilayah tersebut. Namun, ternyata kondisi itu disebabkan oleh suara ledakan yang didengar warga sebelumnya.
Nur menyebut bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak diduga jatuh di Gunung Bulusaraung. Ia menjelaskan bahwa area pencarian telah diperluas setelah adanya laporan masyarakat tentang penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Meskipun demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah serpihan tersebut berasal dari pesawat yang hilang.
Tim SAR Gabungan Melakukan Pencarian Intensif
Untuk menangani situasi darurat, sekitar 400 personel gabungan telah diturunkan ke lokasi pencarian di Bulusaraung maupun di Leang-leang. Posko tetap berada di lokasi tersebut karena titik merah yang pertama kali dicek tersambung dengan jalur Gunung Bulusaraung.
Pencarian pesawat dilanjutkan pada Minggu pagi pukul 05.00 WITA setelah sempat dihentikan sementara pada malam hari. Penyebab penghentian sementara adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung dan keterbatasan jarak pandang. Tim SAR juga menggunakan helikopter milik TNI AU untuk melakukan pencarian udara, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi pasti mengenai temuan serpihan pesawat.

Daftar Penumpang dan Kru Pesawat
Berikut daftar lengkap penumpang dan kru pesawat ATR 42-500:
Penumpang:
– Deden
– Feri
– Yoga
Kru Pesawat:
– Kapten Andy Dahananto (Pilot)
– First Officer Yudha Mahardika
– Sukardi (Awak Kabin)
– Hariadi (Awak Kabin)
– Franky D. Tanamal (Awak Kabin)
– Junaidi (Awak Kabin)
– Florencia Lolita (Awak Kabin)
– Esther Aprilita S (Awak Kabin)
Informasi Tambahan Mengenai Rute Penerbangan
Pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak merupakan pesawat rute Yogyakarta-Makassar. Pesawat tersebut dibuat pada tahun 2000 dengan nomor seri 611. Kejadian kehilangan kontak terjadi sekitar pukul 04.23 UTC (11.23 WIB) saat pesawat sedang melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Lokasi dugaan jatuh berada di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Basarnas telah mendirikan posko pencarian di sekitar lokasi tersebut.











