"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Polres Batu Usaha Jalur Mitigasi Non-Litigasi dalam Kasus Malang United vs Polisi

Penyelesaian Kasus Dugaan Penganiayaan dengan Jalur Mediasi

Polres Batu sedang mengupayakan penyelesaian kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi dari Polsek Batu terhadap salah satu pemain Malang United, Mochamad Arya Dustin Tristaini. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Peristiwa tersebut terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Malang United melawan Unesa FC dalam babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Brantas Batu, Rabu (7/1/2026). Dustin mengalami luka memar setelah di pukul dan ditendang oleh oknum polisi usai pertandingan.

Setelah menerima laporan resmi dari Dustin, pihak kepolisian langsung memanggil oknum polisi tersebut untuk dimintai keterangan serta beberapa saksi lainnya guna mengetahui fakta kejadian.

Jalur Mediasi yang Diambil

Selain itu, Polres Batu juga berencana untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur mediasi. Rencananya, mitigasi non litigasi akan dilaksanakan pada Senin mendatang dengan mediator dari Pemkot Batu, yaitu Wakil Wali Kota Batu.

Pihak dari Polres Batu juga telah datang ke manajemen tim Malang United, seperti yang terlihat dalam unggahan resmi dari akun @malangunitedofficial di Instagram. Selain itu, beberapa hari sebelumnya juga terjadi pertemuan antara manajemen tim dengan Wakapolres Batu dan Wakil Wali Kota Batu, yang juga merupakan manajer tim Persikoba Batu.

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menyampaikan bahwa saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan. Ia juga menjelaskan bahwa korban bersedia untuk mengikuti proses mitigasi non litigasi.

“Di tahap lidik, namun info awal korban berkenan untuk mitigasi non ligitasi. Semoga Senin bisa terlaksana. Mediator dari Pemkot Batu (Wakil Wali Kota Batu,red) agar netral,” kata AKBP Andi Yudha Pranata kepada media, Minggu (11/1/2026).

Apa Itu Mitigasi Non Litigasi?

Mitigasi non litigasi adalah metode penyelesaian sengketa atau masalah hukum yang dilakukan di luar pengadilan atau di luar proses persidangan formal. Tujuan utama dari metode ini adalah mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan (win-win solution) secara lebih cepat, murah, fleksibel, dan rahasia.

Metode ini dapat dilakukan melalui negosiasi, mediasi, konsiliasi, atau arbitrase, berdasarkan kesepakatan para pihak yang bersengketa sesuai dengan prinsip ADR (Alternative Dispute Resolution).

AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan bahwa meskipun proses mediasi dilakukan dan berakhir damai, jika oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan terbukti melakukan kekerasan, maka tetap akan diberikan sanksi dari institusi.

“Sementara Propam Polres Batu sudah melakukan pemeriksaan, namun belum lengkap. Kalau cukup bukti maka oknum akan disidangkan, baik etik atau disiplin,” jelasnya.

Kronologis Kejadian

Berdasarkan laporan korban ke pihak Polres Batu, peristiwa terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 15.00 WIB di Stadion Gelora Brantas Batu. Saat itu, pelapor baru saja selesai melakukan pertandingan melawan tim Unesa FC.

Saat kedua tim akan menuju ruang ganti, pihak dari Unesa FC diduga melakukan bullying kepada tim sepak bola pelapor. Beberapa orang dari tim Unesa FC mendekati tim pelapor, dan saat itu kedua tim dibatasi oleh Panpel serta beberapa orang pengamanan dari pihak Polsek Batu.

Kemudian, posisi pelapor yang berada di depan tiba-tiba ada seorang anggota dari Polsek Batu yang tidak diketahui namanya, mendorong pelapor dan memukul ke arah pipi sebelah kanan pelapor. Selanjutnya, anggota Polsek Batu tersebut menendang pelapor di posisi dada hingga pelapor terjatuh dan anggota Polsek Batu juga ikut terjatuh.

Teman-teman pelapor kemudian ikut memisahkan kejadian tersebut. Akibat kejadian tersebut, pelapor mengalami nyeri di bagian rahang kanan dan nyeri di bagian mata kanan. Selanjutnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Batu guna proses penyelidikan lebih lanjut.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *