"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Gaya congkak penyerang lapak jualan di Kambang Iwak, tak mau ganti rugi dan tantang laporan polisi

Peristiwa Kericuhan di Lapak Jualan yang Menimbulkan Kontroversi

Peristiwa kericuhan antara seorang pedagang dan seorang wanita yang dikenal sebagai “tante” telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Insiden ini terjadi di kawasan Kambang Iwak, Palembang, setelah sang tante mengamuk dan merusak lapak dagangan korban.

Awal Konflik yang Sederhana

Menurut penjelasan dari korban, awal mula konflik bermula dari masalah kecil terkait penggunaan payung saat hujan. Korban mengaku bahwa ia sudah memiliki konflik sebelumnya dengan keponakan wanita tersebut. Hal ini membuat hubungan antara mereka tidak harmonis sejak awal.

“Masalahnya sangat biasa karena payung posisi hujan. Sebelumnya memang sudah ada konflik dengan keponakannya,” tulis korban dalam klarifikasi.

Situasi Memanas

Situasi semakin memanas ketika sang tante datang ke lokasi. Menurut korban, wanita paruh baya itu langsung meluapkan emosi tanpa menanyakan terlebih dahulu duduk perkara masalah yang terjadi. Korban mengklaim bahwa sang tante datang dengan nada tinggi dan langsung melabraknya, disertai kata-kata kasar serta hinaan.

Ia juga mengaku sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa dugaan diludahi. Puncak keributan terjadi saat sang tante menggebrak dan membalikkan meja dagangan, yang mengakibatkan barang jualan korban jatuh ke tanah dan mengalami kerusakan.

Tindakan Fisik dan Sikap Tidak Etis

Korban menyayangkan sikap wanita dalam video tersebut yang dinilainya tidak mengedepankan etika dan penyelesaian masalah secara baik-baik. Ia menilai keributan tersebut seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi, bukan dengan emosi dan kekerasan.

Tak berhenti sampai di situ, korban juga mengaku mengalami tindakan fisik dalam insiden tersebut. “Dia juga sudah main fisik loh dia tendang dan tarik tangan saya sampai lecet gais,” tulisnya dalam klarifikasi lanjutan.

Tidak Ada Itikad Baik

Setelah melakukan pengerusakan lapak jualan korban, wanita ini masih menampakkan wajah congkak. Korban menegaskan hanya meminta ganti rugi atas kerusakan dagangannya. Namun pelaku menyuruh korban masuk ke dalam mobil dan menantang untuk melapor ke pihak berwajib, alih-alih menyelesaikan masalah secara damai.

Dalam video itu, korban hanya menuntut ganti rugi dari pelaku. Namun wanita itu malah sibuk menelpon seseorang dan mengabaikan permintaan ganti rugi. “Dio ngmmg nk ganti rugii jadi aku pekoti, dktau ny aku disuruh dio masok kedalem mobel ny dk tau nk di apoi ny dlm mobel ny ini,” tulis akun @Pn19862.

Penolakan Permintaan Ganti Rugi

Wanita yang dipanggil tante itu menolak permintaan ganti rugi, bersikap congkak, sibuk menelepon seseorang, bahkan menyebut kerugian korban sebagai hal sepele. “Kecik igo itu, kecik igo itu,” ujarnya.

Namun hingga kini proses ganti rugi itu belum juga dilakukan. Alih-alih ganti rugi, wanita itu malah menyuruh korban untuk melapor ke pihak berwajib. “Ayo kito samo-samo lapor, kau kan dak takut, ku naikke,” ujar wanita itu.

Reaksi Warganet

Video tersebut telah diviralkan langsung oleh korban via Tiktok dan mendapatkan beragam reaksi dari warganet. Banyak netizen yang menyayangkan sikap wanita tersebut dan menilai bahwa ia tidak menunjukkan itikad baik.

Korban juga menjelaskan bahwa akun TikTok tersebut merupakan akun asli yang biasa digunakannya dan menjelaskan kronologi kejadian agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Hingga kini, video tersebut masih menuai beragam tanggapan dari warganet dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *