"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Waspadalah, ini 5 tanda orang toxic di kantor!

Jenis-Jenis Pertemanan di Lingkungan Perkantoran

Pertemanan dan dinamika sosial tidak hanya terjadi di bangku sekolah atau kuliah. Di ruang lingkup perkantoran pun, berbagai jenis teman dan hubungan pertemanan bisa terjalin antara sesama rekan kerja. Terutama bagi kamu yang memiliki rekan kerja seumuran, sulit untuk tidak berteman atau tidak berkomunikasi sama sekali dengan mereka. Selain obrolan soal pekerjaan, kamu juga bisa melakukan basa-basi hingga menjalin pertemanan yang lebih dekat.

Sama seperti dunia pendidikan, dalam lingkungan kerja kamu akan menemui berbagai jenis teman. Mulai dari rekan kerja yang benar-benar baik, suka mencari muka, hingga yang bisa mengadu domba kamu di belakang. Dengan begitu, kamu perlu teliti dan selektif dalam memilih teman mana yang bisa kamu jadikan kawan dekat dan mana yang hanya menjadi rekan kerja biasa.

Untuk itu, kamu harus memahami mana teman kerja yang bersifat toxic dan mana yang bisa kamu ajak jalan-jalan. Berikut ini adalah beberapa tanda bahwa teman atau rekan kerja kamu bisa termasuk orang yang toxic:

Tanda-Tanda Teman Kerja Toxic

  1. Ekspektasi Pembelaan

    Tanda pertama bahwa teman atau rekan kerja kamu merupakan orang yang toxic adalah adanya ekspektasi pembelaan. Jika kamu berteman dengan rekan kerja yang toxic, mereka akan memiliki ekspektasi bahwa kamu akan selalu membela mereka, apa pun yang terjadi.

Sebagai seorang teman, wajar jika kamu membela temanmu apabila mereka mengalami ketidakadilan. Namun, dalam konteks kerja, ada beberapa keputusan yang tidak bisa dipengaruhi oleh kedekatan atau pertemanan. Misalnya, kamu tidak bisa membela temanmu dalam situasi di mana mereka salah. Jika teman tersebut terus-menerus mengharapkan kamu membela mereka bahkan dalam hal-hal kerja, maka kemungkinan besar mereka termasuk orang yang toxic.

  1. Takut akan Tindakan

    Tanda kedua bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang toxic adalah kamu merasa takut akan tindakan mereka. Sebagai seorang teman, kamu perlu memahami sejauh mana mereka berani bertindak dan melakukan sesuatu.

Jika tindakan atau sifat mereka membuatmu takut, maka sudah jelas kamu telah bertemu dengan rekan kerja atau teman di kantor yang toxic dan berbahaya. Dalam pertemanan, seseorang mengharapkan kedekatan yang setara. Namun, jika kamu merasa takut akan apa yang bisa mereka lakukan ketika kamu berhenti berteman dengan mereka, maka kamu sudah pasti berhadapan dengan teman yang toxic.

  1. Perubahan Perilaku

    Tanda ketiga bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang toxic adalah adanya perubahan perilaku dalam diri kamu. Hal ini sangat umum terjadi karena pertemanan bisa memengaruhi sikap dan sifat seseorang.

Contohnya, jika kamu sebelumnya adalah orang yang profesional dan mengedepankan pekerjaan di atas segalanya, setelah berteman dengan orang-orang tertentu kamu bisa menjadi pribadi yang sangat jauh berbeda. Kamu bisa mulai banyak bergunjing, menjatuhkan orang lain, atau bahkan bermalas-malasan dalam pekerjaan. Perilaku buruk yang kamu dapat dari temanmu ini bisa menjadi alarm bahwa teman kamu tersebut bersifat toxic.

  1. Khawatir dan Cemas

    Tanda keempat bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor merupakan orang toxic adalah kamu merasa khawatir dan cemas saat kamu berteman dengan mereka. Hal ini tidak lazim karena pertemanan pada dasarnya seharusnya mendatangkan rasa senang dan bahagia.

Namun, ketika kamu berteman dengan mereka, baik melalui obrolan maupun duduk berdekatan, kamu justru merasakan rasa takut dan cemas. Kamu bisa merasakan konflik internal di mana perasaanmu campur aduk ketika kamu duduk bersama dan nongkrong dengan mereka. Akibatnya, kamu mulai merasakan kebimbangan dan dilema apakah kamu harus mengakhiri pertemanan tersebut atau tidak. Hal ini merupakan tanda jelas bahwa teman tersebut bersifat toxic.

  1. Adanya Pengkhianatan

    Tanda kelima bahwa teman atau rekan kerja kamu di kantor adalah orang toxic adalah adanya pengkhianatan. Pengkhianatan ini bisa terjadi kepada teman lain atau bahkan kepada diri kamu sendiri.

Jika kamu melihat teman tersebut sering melaporkan tindakan tertentu ke atasan, mencari informasi buruk tentang orang lain, atau mendekati orang demi keuntungan pribadi, maka kemungkinan besar mereka termasuk orang yang toxic. Meskipun kamu belum menjadi korban dari perilaku tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa teman yang toxic ini akan memperlakukan kamu setelah kamu melakukan kesalahan.

Kesimpulan

Kelima tanda di atas bisa menjadi indikator bahwa teman atau rekan kerja kamu bersifat toxic. Apabila kamu menyadari bahwa temanmu adalah orang yang toxic, sudah seharusnya kamu menjaga profesionalitas dan hanya berteman sewajarnya di lingkup perkantoran.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *