"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pratu Farkhan Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Trauma Lihat Pakaian Militer

Kasus Kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung di TNI: Dugaan Penganiayaan oleh Senior

Seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) asal Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, tewas diduga dianiaya oleh senior. Korban bernama Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, yang berdinas di Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh. Ia meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025), diduga karena penganiayaan oleh seniornya yang berpangkat kopral saat sedang bertugas di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Peristiwa yang Menggemparkan

Menurut keterangan ayah korban, Zakaria Marpaung, awalnya putranya sedang tidak enak badan. Ia mencoba menghangatkan tubuh dengan duduk di dekat perapian. Saat itu, seorang seniornya berpangkat Sersan datang dan membantu memijat anaknya. Namun, tak lama kemudian, seorang anggota TNI lainnya berpangkat Kopral, yang juga merupakan senior korban, datang dan memanggil Pratu Farkhan.

Kopral tersebut menanyai korban, lalu meminta ia untuk tunduk dan dipukul menggunakan ranting. Zakaria mengatakan bahwa putranya sempat melawan. Hukuman ini disebut sebagai “sikap tobat”, yaitu posisi hukuman disiplin dalam TNI, di mana prajurit meletakkan kepala di tanah, mengangkat pantat ke atas tanpa lutut menyentuh tanah, serta tangan di pinggang belakang seperti sikap istirahat.

Trauma Keluarga

Zakaria mengaku sangat terluka setelah mengetahui bahwa putranya meninggal bukan karena serangan kelompok sparatis, melainkan di bawah tangan seniornya sendiri. Ia merasa bangga dengan keberadaan anaknya sebagai anggota TNI, namun kini trauma dengan pakaian dinas yang dikenakan anaknya.

“Seragam TNI itu adalah seragam kebangganku, seragam kebanggan anakku. Tapi aku berharap, jangan ada yang pakai baju dinas TNI untuk ke rumah duka kami ini. Aku trauma,” katanya.

Ibu korban, Marsinah Wati Silalahi, juga tidak bisa menahan rasa duka. Ia tampak sedih dan kehilangan saat menceritakan kepergian anaknya. Dengan kedua tangan, ia mendekap erat bingkai foto Pratu Farkhan, potret sang anak mengenakan seragam loreng TNI seolah tak ingin melepaskan kenangan terakhir.

Latar Belakang Pratu Farkhan Syauqi Marpaung

Pratu Farkhan Syauqi Marpaung adalah anggota TNI AD asal Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ia merupakan putra dari pasangan Zakaria Marpaung dan Masinah Silalahi. Dari namanya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung adalah orang Batak. Marga Marpaung merupakan salah satu marga dalam suku Batak Toba.

Ayah korban, Zakaria Marpaung, diketahui merupakan Sekretaris Desa Hessa Air Genting. Ia termasuk tokoh di desa tersebut. Semasa hidupnya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung adalah anak yang berbakti. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Saat berdinas di Yonif 133/Jaya Sakti, Aceh, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung mendapat tugas menjaga perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. Korban diduga mengalami penganiayaan di markas yang ada di wilayah perbatasan.

Penyelidikan dan Harapan

Terkait insiden ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Keluarga korban berharap agar kasus ini dapat segera diungkap dan diambil tindakan yang sesuai. Mereka juga berharap agar sistem hukum di TNI lebih diperketat agar tidak terjadi lagi penganiayaan terhadap anggota bawahan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *