"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

5 program diet sehat dari dokter, sesuaikan kebutuhan tubuh

Memahami Konsep Diet yang Benar

Diet sering kali dianggap sebagai upaya menurunkan berat badan dengan cara menahan lapar atau menghindari makanan tertentu. Namun, sebenarnya diet sejati adalah pengaturan pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu, bukan sekadar soal kurus atau tidak. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSAB Harapan Kita, dr. Jessica Ferdi, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa diet mencakup pengaturan jenis, jumlah, frekuensi, dan kualitas makanan.

Karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, program diet pun tidak bisa disamaratakan. “Tidak ada satu jenis diet yang cocok untuk semua orang. Program diet harus disesuaikan dengan tujuan dan kondisi tubuh masing-masing,” ujar dr. Jessica dalam siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Berikut beberapa jenis program diet sehat yang umum direkomendasikan dokter, beserta peruntukannya:

1. Diet Seimbang

Diet seimbang merupakan pendekatan paling dasar dan paling dianjurkan bagi masyarakat umum. Pola makan ini memastikan seluruh zat gizi tetap terpenuhi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, hingga serat. Diet seimbang tidak menekankan pantangan ekstrem, melainkan fokus pada pemilihan bahan makanan yang lebih sehat serta pengaturan porsi.

Dengan komposisi yang tepat, diet ini dapat membantu menjaga metabolisme tubuh, mempertahankan berat badan ideal, dan meningkatkan kebugaran. “Jadi, yang diatur adalah komposisi energi dan makronutrien agar seluruh kebutuhan individu dapat terpenuhi. Dengan begitu, pola makan ini diharapkan mampu mendukung dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh,” ujar dr. Jessica.

2. Diet Penurunan Berat Badan

Program diet ini ditujukan bagi individu dengan berat badan berlebih atau obesitas. Prinsip utamanya adalah defisit kalori, yakni asupan energi yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan harian tubuh. Namun, dr. Jessica menekankan bahwa pengurangan kalori tidak boleh dilakukan secara ekstrem. Protein tetap harus tercukupi agar massa otot terjaga, sementara karbohidrat dan lemak tidak dihilangkan, melainkan diatur jumlah dan jenisnya.

3. Diet Peningkatan Berat Badan

Tak hanya untuk menurunkan berat badan, diet juga dibutuhkan oleh individu dengan berat badan kurang atau kondisi malnutrisi. Diet peningkatan berat badan dilakukan dengan menambah asupan energi secara terencana dan tetap memperhatikan kualitas gizi. Tujuannya bukan sekadar menaikkan angka timbangan, tetapi memastikan kenaikan berat badan berasal dari komposisi tubuh yang sehat, termasuk peningkatan massa otot.

“Menambah berat badan juga perlu strategi. Bukan asal makan banyak, tapi tetap dengan komposisi gizi yang seimbang,” ujar dr. Jessica.

4. Diet Khusus untuk Kondisi Medis

Beberapa kondisi kesehatan membutuhkan pengaturan diet yang lebih spesifik, seperti pada pasien diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal. Dalam kondisi ini, diet berperan sebagai bagian dari terapi medis untuk membantu mengontrol penyakit dan mencegah komplikasi. Program diet disesuaikan dengan fungsi organ dan kondisi metabolik pasien. Karena itu, diet medis sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan agar hasilnya optimal dan aman.

5. Diet Rendah Lemak

Diet rendah lemak biasanya direkomendasikan bagi individu dengan berat badan berlebih atau kondisi tertentu yang memerlukan pembatasan asupan lemak. “Terutama pada individu dengan berat badan lebih, jadi berapa kadar lemak yang perlu dikurangi, agar hasilnya optimal,” ujar dr. Jessica. Dalam diet ini, total lemak dan lemak jenuh dikurangi, namun lemak sehat tetap dikonsumsi dalam jumlah yang terukur. Pendekatan ini bertujuan membantu penurunan lemak tubuh tanpa mengganggu keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.

Intermiten Fasting sebagai Metode Pilihan

Intermittent fasting kerap dianggap sebagai solusi diet yang praktis. Namun, dr. Jessica mengingatkan bahwa metode ini bukan untuk semua orang. Intermiten fasting hanya cocok bagi individu dengan kontrol makan yang baik dan kondisi tubuh yang mendukung. Metode ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui, orang dengan gangguan pencernaan, serta penderita diabetes tanpa pengawasan medis karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti hipoglikemia.

Sesuaikan Diet dengan Kebutuhan Tubuh

Menurut dr. Jessica, keberhasilan diet tidak hanya diukur dari turunnya berat badan, tetapi juga dari perbaikan komposisi tubuh, kondisi kesehatan, dan kualitas hidup. Aktivitas fisik, pola tidur, serta manajemen stres juga berperan penting dalam mendukung hasil diet. “Diet yang baik adalah diet yang bisa dijalani jangka panjang, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh,” ujarnya. Alih-alih mengikuti tren, memahami jenis-jenis program diet dan menyesuaikannya dengan kondisi diri sendiri menjadi langkah penting agar diet benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *