Pertandingan antara Borneo FC Samarinda dan Persebaya Surabaya dalam babak pertama laga pekan ke-15 Super League 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 1-1. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam (20/12), menunjukkan permainan yang sangat sengit dan dinamis.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Diego Mauricio. Ia tampil sangat aktif sejak menit awal, sering kali menjadi ancaman bagi lini pertahanan Borneo FC. Tekanan tinggi terlihat sejak peluit dimulai, dengan ribuan Bonek yang memadati stadion. Persebaya langsung mengambil inisiatif permainan melalui pergerakan agresif dari lini depan mereka.
Peluang pertama datang pada menit ke-3 saat Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas melepaskan tembakan tepat sasaran. Sadida Nugraha Putra juga turut berperan dengan menciptakan ruang serangan dari lini tengah. Borneo FC tidak tinggal diam dan mulai keluar dari tekanan pada menit ke-5 melalui sepakan Juan Felipe Villa Ruiz meski belum menemui sasaran.
Persebaya kembali mengancam pada menit ke-8 lewat Diego Mauricio Machado de Brito yang melepaskan shot on target. Pergerakan Diego terlihat cair dan menjadi poros serangan yang membuat lini belakang Borneo FC harus bekerja ekstra. Borneo FC merespons cepat dengan tembakan Mariano Ezequiel Peralta Bauer yang mengarah ke gawang. Duel jual beli serangan membuat laga berjalan atraktif dan enak ditonton.
Borneo FC semakin percaya diri dan mulai menguasai ritme permainan memasuki menit ke-10. Juan Felipe dan Westherley Garcia bergantian menciptakan peluang yang membuat Persebaya Surabaya tak bisa lengah. Pada menit ke-18, Mariano Peralta kembali menguji Ernando Ari lewat sepakan tepat sasaran. M. Sihran H Amarullah ikut mencatatkan kontribusi dengan menciptakan peluang dari sisi sayap.
Tekanan beruntun Borneo FC akhirnya berbuah hasil pada menit ke-22. Juan Felipe Villa Ruiz mencetak gol pembuka setelah memaksimalkan assist Westherley Garcia Nogueira yang tampil impresif. Gol tersebut membuat suasana stadion sempat terdiam sebelum Persebaya Surabaya merespons cepat. Hanya dua menit berselang, Paulo Domingos menyamakan kedudukan lewat sepakan terukur.
Gol balasan Persebaya Surabaya tercipta pada menit ke-24 dan kembali menghidupkan atmosfer Gelora Bung Tomo. Paulo Domingos kembali mencatatkan shot on target yang menegaskan ketajamannya di lini depan. Setelah skor imbang, Persebaya Surabaya tampil semakin agresif dan mendominasi penguasaan bola. Dejan Tumbas ikut membantu serangan dan melepaskan tembakan tepat sasaran pada menit ke-34.
Intensitas pertandingan tetap tinggi dengan duel-duel keras di lini tengah. Toni Firmansyah harus menerima kartu kuning pada menit ke-35 setelah terlambat melakukan tekel. Persebaya Surabaya terus menekan melalui Malik Risaldi yang dua kali melepaskan tembakan tepat sasaran pada menit ke-40 dan 41. Diego Mauricio kembali berperan penting dengan menciptakan peluang dari sisi kiri serangan.
Meski ditekan, Borneo FC tetap disiplin menjaga organisasi pertahanan. Kei Hirose sempat mencoba peruntungan pada menit ke-43 meski sepakannya belum menemui sasaran. Menjelang akhir babak pertama, Mariano Peralta kembali aktif dengan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Persebaya Surabaya harus tetap waspada terhadap serangan balik cepat yang dilancarkan tim tamu.
Tambahan waktu empat menit memberi kesempatan Persebaya Surabaya untuk membalikkan keadaan. Arief Catur Pamungkas dan Dejan Tumbas mencoba peruntungan, namun belum membuahkan hasil. Paulo Domingos kembali mendapatkan peluang di menit 45+4, namun sepakannya masih melebar. Babak pertama pun ditutup dengan skor imbang 1-1 yang mencerminkan ketatnya duel kedua tim.
Persebaya Surabaya menurunkan komposisi pemain terbaik dengan Ernando Ari di bawah mistar dan Diego Mauricio sebagai tumpuan serangan. Perpaduan pemain muda dan berpengalaman membuat permainan Green Force tetap hidup. Borneo FC juga tampil solid dengan Nadeo Arga Winata sebagai penjaga gawang dan Juan Felipe Villa Ruiz yang menjadi pembeda. Kombinasi pemain asing dan lokal berjalan efektif sepanjang 45 menit pertama.
Diego Mauricio menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian di babak pertama. Pergerakan, visi bermain, dan keberaniannya melepas tembakan menunjukkan potensi besar untuk menjadi penentu di babak kedua. Hasil imbang ini membuat laga tetap terbuka dan menjanjikan tensi tinggi selepas jeda. Persebaya Surabaya dan Borneo FC sama-sama memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin.
Dengan permainan terbuka dan intensitas tinggi, babak kedua diprediksi berlangsung tak kalah seru. Publik Gelora Bung Tomo menantikan apakah Diego Mauricio mampu melanjutkan performa menjanjikan atau Borneo FC kembali memberi kejutan.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











